Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Game Lokal “1998: The Toll Keeper Story” Angkat Kisah Penjaga Tol di Tengah Krisis Sosial

Muhammad Azlan Syah • Minggu, 9 November 2025 | 16:10 WIB

Tangkapan layar gim “1998: The Toll Keeper Story” yang menampilkan karakter utama Dewi (kiri), seorang penjaga tol hamil yang berjuang di tengah krisis sosial.
Tangkapan layar gim “1998: The Toll Keeper Story” yang menampilkan karakter utama Dewi (kiri), seorang penjaga tol hamil yang berjuang di tengah krisis sosial.

RADARBONANG.ID – Dunia gim Indonesia kembali kedatangan karya orisinal yang menggugah emosi.

Sebuah studio game berbasis di Tangerang resmi merilis gim berjudul 1998: The Toll Keeper Story pada 28 Oktober 2025 melalui platform Steam.

Gim ini menghadirkan pendekatan naratif yang kuat, menggabungkan unsur simulasi kehidupan dengan drama sosial berlatar masa krisis.

Baca Juga: Peringatan Cuaca Level 4 dari FIA Hiasi Akhir Pekan 2025 São Paulo Grand Prix di Interlagos

Dibangun dengan gaya visual bergaya retro dan atmosfer kelam, gim ini mengajak pemain masuk ke kehidupan Dewi, seorang penjaga tol perempuan yang sedang hamil, yang berjuang untuk bertahan hidup di tengah kekacauan sosial dan ekonomi di negara fiktif bernama Janapa.

Melalui keseharian Dewi di pos tol, pemain diajak menyaksikan bagaimana keputusan kecil bisa berdampak besar bagi kehidupan dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Terinspirasi dari Krisis 1998

Kisah dalam 1998: The Toll Keeper Story terinspirasi dari krisis moneter Asia dan kerusuhan sosial Indonesia pada tahun 1998.

Meski latarnya fiktif, gim ini menampilkan situasi yang terasa nyata: inflasi yang melonjak, pemutusan kerja massal, korupsi merajalela, dan keresahan masyarakat yang menumpuk.

Pengembang menyebut bahwa gim ini bukan sekadar hiburan, melainkan refleksi sosial tentang sisi kemanusiaan di masa krisis.

Pemain akan dihadapkan pada pilihan moral sulit—antara bertahan hidup atau membantu orang lain, antara mengikuti sistem atau melawan ketidakadilan.

Setiap keputusan memengaruhi jalannya cerita, memberikan banyak kemungkinan akhir yang berbeda.

“Dalam gim ini, kami ingin menyoroti bagaimana manusia biasa bereaksi ketika sistem runtuh,” ujar perwakilan studio dalam siaran persnya. “Dewi bukan pahlawan, dia hanyalah seseorang yang ingin melindungi bayinya di dunia yang tidak stabil.”

Narasi Emosional dan Musik Menggetarkan

Selain cerita yang kuat, gim ini juga menonjol lewat musik latar yang melankolis, dikomposisi oleh musisi independen asal Bandung.

Lagu-lagunya memadukan elemen ambient dan tradisional, menciptakan suasana nostalgia sekaligus tegang.

Desain visual gim menggunakan palet warna redup dan efek cahaya realistis untuk menggambarkan kesuraman era krisis.

Dialog ditulis sepenuhnya dalam bahasa Indonesia dengan pilihan subtitle bahasa Inggris, menunjukkan niat kuat pengembang untuk memperkenalkan kisah lokal kepada pasar global.

Tangkapan layar gim “1998: The Toll Keeper Story” yang menampilkan karakter utama Dewi (kiri), seorang penjaga tol hamil yang berjuang di tengah krisis sosial.
Tangkapan layar gim “1998: The Toll Keeper Story” yang menampilkan karakter utama Dewi (kiri), seorang penjaga tol hamil yang berjuang di tengah krisis sosial.

Dukungan Komunitas dan Harapan ke Depan

Sejak diumumkan versi demonya awal tahun ini, 1998: The Toll Keeper Story sudah menarik perhatian komunitas gamer Indonesia dan internasional karena pendekatannya yang berani dan emosional.

Baca Juga: Segelas Jus Mangga Setiap Hari, Tubuh Auto Sehat dan Glowing! Tapi Hati-Hati, Jangan Salah Cara Membuatnya

Banyak pemain memuji keberanian studio lokal mengangkat tema yang jarang disentuh industri game nasional.

Rilis penuh gim ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi pengembang dalam negeri untuk mengeksplorasi cerita-cerita berakar pada sejarah dan budaya Indonesia, tanpa kehilangan daya tarik global.

Dengan kisah yang menyayat hati, visual yang kuat, dan pesan sosial yang relevan, 1998: The Toll Keeper Story menjadi bukti bahwa game lokal tidak kalah dari karya luar negeri dalam hal kualitas maupun kedalaman naratif.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#game lokal Indonesia #game naratif simulasi #1998 The Toll Keeper Story #krisis moneter 1998 #game Steam Indonesia