RADARBONANG.ID — Ada momen langka dalam musik Indonesia, ketika dua generasi berbeda bertemu dan tiba-tiba... klik!
Begitulah yang terjadi saat Naykilla berkolaborasi dengan trio pop legendaris, RAN.
Penyanyi muda yang selama ini dikenal lewat karya digital dan kolaborasi auto-tuned bersama Tenxi itu kini menanggalkan seluruh lapisan efek vokalnya.
Hasilnya? Suara Naykilla muncul dengan jujur — alami, renyah, dan surprisingly hangat.
Kolaborasi ini awalnya muncul dari obrolan ringan di studio. Rayi dari RAN mengaku sudah lama mengamati perkembangan Naykilla di media sosial.
“Dia punya karakter unik, tapi kayaknya belum keluar sepenuhnya,” ujar Rayi. “Kami pengin bantu dia menunjukkan sisi vokal yang sesungguhnya.”
Bagi Naykilla, tawaran itu terasa seperti undangan keluar dari zona nyaman. Selama ini, gaya bernyanyinya cenderung eksperimental, penuh efek pitch correction dan auto-tune yang jadi ciri khas musik Tenxi. Tapi RAN menawarkan konsep yang berbeda: rekaman “tanpa topeng”.
Namun rasa gugup itu perlahan luntur begitu sesi latihan dimulai. Di balik karakter musik pop-soul yang funky milik RAN, Naykilla justru menemukan ruang baru buat bernapas.
Vokalnya yang lembut berpadu indah dengan harmoni Rayi, Asta, dan Nino — menghasilkan perpaduan yang terasa segar tapi tetap familiar.
Suara Asli yang Akhirnya Didengar
“Waktu denger hasil mixing-nya, aku jujur sempat terharu,” ujar Naykilla.
Banyak penggemar di media sosial pun menimpali dengan pujian serupa: “Ternyata suara Naykilla sebagus ini tanpa efek!”
Kolaborasi ini, menurut Asta, bukan cuma soal eksperimen musik, tapi juga statement. “Sekarang banyak musisi muda yang kebanyakan ngandelin teknologi.
Padahal, suara alami mereka udah keren dari sananya. Naykilla salah satu contohnya,” jelasnya.
Nino menambahkan, lagu yang mereka kerjakan ini bertema honesty — kejujuran dalam hubungan dan dalam berkarya.
“Kita pengin nunjukin bahwa kejujuran itu bisa kedengeran, bahkan lewat nada,” katanya
Chemistry Dua Dunia
Secara musikal, lagu ini terasa seperti jembatan antara masa keemasan RAN dan energi baru dari generasi Naykilla.
Aransemen groovy soul dengan sedikit sentuhan funk klasik, berpadu dengan lirik yang ringan tapi mengena.
“Semacam kalau Dekat di Hati punya adik perempuan yang lebih Gen Z,” celetuk salah satu penggemar di kolom komentar.
Naykilla pun tak bisa menutupi kekagumannya pada profesionalitas trio tersebut. “RAN itu bukan cuma band yang solid, tapi mereka tahu gimana bikin penyanyi lain merasa aman dan dihargai,” ujarnya.
Proses rekaman sendiri berlangsung santai tapi detail. Asta mengulik nada gitar hingga jam dua pagi, sementara Rayi bolak-balik ruang vokal memastikan tiap harmoni terdengar pas.
“Nggak ada tekanan, tapi semua serius. Itu yang bikin hasilnya natural,” tambah Naykilla.
Musik yang Jujur Selalu Menang
Lebih dari sekadar kolaborasi, pertemuan RAN dan Naykilla seperti napas baru di industri pop Indonesia.
Di tengah lautan efek digital, keduanya membuktikan bahwa human touch masih punya daya magisnya sendiri.
Suara Naykilla mungkin dulu dikenal lewat auto-tune, tapi kini, setelah lagu ini, publik tahu: ia tak butuh filter untuk bersinar.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah