RADARBONANG.ID – Alarm berbunyi, tangan refleks meraih ponsel, klik tombol snooze, lalu lanjut rebahan.
Lima menit kemudian bunyi lagi, ditekan lagi. Begitu seterusnya, sampai sadar waktu sudah molor jauh.
Fenomena ini dikenal dengan istilah snooze button addiction, alias kecanduan menunda bangun pagi dengan menekan tombol snooze berkali-kali.
Kenapa banyak orang susah banget lepas dari kebiasaan ini? Jawabannya ternyata bukan sekadar malas, tapi ada penjelasan ilmiah dan psikologi di baliknya.
Tombol snooze memberi perasaan seolah-olah kita masih bisa menikmati tidur tambahan.
Padahal, waktu 5–10 menit itu terlalu singkat untuk masuk fase tidur nyenyak.
Hasilnya, otak justru makin bingung, tubuh makin lemas, dan rasa kantuk bukannya hilang malah tambah berat.
Sleep Inertia: Efek Setengah Tidur
Menurut ahli tidur, kondisi ini disebut sleep inertia. Saat alarm berbunyi, otak kita sebenarnya masih berada di fase transisi dari tidur ke bangun.
Kalau dipaksa tidur lagi sebentar lewat snooze, otak masuk ke siklus baru yang terputus.
Inilah yang bikin badan terasa berat, otak lemot, dan mood pagi berantakan.
Faktor Psikologis: Menunda Realitas
Selain faktor biologis, snooze button addiction juga punya sisi psikologis.
Banyak orang menekan snooze karena ingin menunda kewajiban—entah itu kerja, kuliah, atau aktivitas yang terasa berat.
Tekan snooze berkali-kali jadi bentuk kabur sejenak dari realitas.
Kenapa Bisa Jadi Kecanduan?
- Kurang tidur kronis. Tubuh menagih jam istirahat yang hilang.
- Stres berlebihan. Bangun pagi terasa berat karena beban pikiran.
- Lingkungan tidur buruk. Kamar panas, cahaya berlebih, atau gadget yang terus menyala.
- Kebiasaan bertahun-tahun. Otak terlatih untuk selalu menunda.
Cara Lepas dari Snooze Button Addiction
- Tidur lebih awal agar tubuh benar-benar segar saat bangun.
- Taruh alarm jauh dari kasur supaya terpaksa bangun untuk mematikannya.
- Gunakan alarm natural seperti cahaya matahari atau musik lembut.
- Bangun dengan aktivitas kecil: minum air, buka jendela, atau stretching ringan.
Snooze button addiction bukan sekadar malas bangun pagi, tapi kombinasi faktor biologis dan psikologis.
Dari sleep inertia sampai stres, semuanya bisa bikin orang susah melepaskan diri dari kebiasaan snooze.
Jadi, kalau kamu salah satu korban snooze, coba ubah pola tidurmu.
Karena kualitas istirahat malam jauh lebih penting daripada tidur 5 menit tambahan yang menipu. (*)
Editor : Amin Fauzie