RADARBONANG - Raditya Dika dikenal sebagai penulis sekaligus konten kreator yang kerap membagikan pemikirannya seputar kehidupan, keluarga, hingga proses pencarian jati diri.
Di balik sisi humoris yang melekat pada dirinya, Raditya juga sering membicarakan topik kesehatan mental dan pentingnya proses penyembuhan diri atau yang kini populer dengan istilah self-healing. Salah satu caranya adalah melalui kebiasaan membaca buku.
Menurut Raditya, membaca bisa menjadi bentuk refleksi diri sekaligus sarana menemukan jawaban dari berbagai keresahan hidup.
Ia beberapa kali menyebutkan sejumlah buku yang sangat membantunya memahami perjalanan batin, mengelola emosi, hingga menemukan kedamaian dalam rutinitas sehari-hari.
Salah satu buku yang direkomendasikan Raditya adalah The Body Keeps the Score karya Bessel van der Kolk.
Buku ini membahas bagaimana tubuh menyimpan trauma, serta cara melepaskan beban emosional melalui terapi dan latihan tertentu. Baginya, bacaan ini membuka wawasan bahwa luka batin tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga tubuh manusia secara keseluruhan.
Selain itu, Raditya juga menyinggung buku Man’s Search for Meaning karya Viktor E. Frankl. Buku legendaris ini ditulis berdasarkan pengalaman Frankl sebagai penyintas kamp konsentrasi Nazi.
Isinya menekankan betapa pentingnya menemukan makna dalam hidup, bahkan di tengah penderitaan terdalam.
Menurut Raditya, buku ini mengajarkan bahwa healing sejati lahir dari cara kita memaknai pengalaman hidup.
Rekomendasi berikutnya datang dari karya populer Atomic Habits milik James Clear. Walaupun lebih sering dikategorikan sebagai buku pengembangan diri, Raditya menilai bacaan ini relevan untuk self-healing.
Ia berpendapat bahwa membangun kebiasaan kecil yang konsisten dapat membantu proses pemulihan mental, karena disiplin sederhana bisa memberi rasa kontrol dan stabilitas dalam hidup.
Raditya Dika juga kerap menekankan bahwa self-healing bukan tentang melupakan masalah, melainkan memahami luka, menerima, lalu berproses untuk bangkit. Rekomendasi bukunya mencerminkan sudut pandang tersebut: healing adalah perjalanan panjang, bukan solusi instan.
Dengan gaya khasnya yang lugas dan membumi, Raditya berhasil membuat topik self-healing terasa lebih dekat dengan generasi muda.
Rekomendasi buku darinya pun bisa menjadi pintu awal bagi siapa pun yang ingin mulai perjalanan penyembuhan diri.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah