RADARBONANG.ID – Kalau bicara soal patah hati, kebanyakan orang langsung mengaitkannya dengan putus cinta.
Namun, sebagian dari mereka ada juga yang mempertanyakan, apa yang lebih sakit dari putus cinta? Dan seberapa berat lukanya?
Jawabannya adalah ada, yakni putus pertemanan. Dalam realitanya, banyak yang justru merasa lebih hancur ketika mengalami putus pertemanan.
Kehilangan sahabat dekat bisa meninggalkan luka psikologis yang bahkan lebih menyakitkan daripada kehilangan pasangan. Kenapa bisa begitu?
Nah, mari kita kupas menurut kacamata psikologi yang berhasil Radar Bonang rangkum dari beberapa artikel psikologis.
Persahabatan Menimbulkan Rasa Aman
Hubungan pertemanan sering jadi rumah emosional. Sahabat adalah tempat curhat, pelarian dari stres, sekaligus sosok yang menerima kita apa adanya. Saat persahabatan berakhir, rasa aman itu ikut hilang.
Otak memprosesnya sebagai kehilangan besar, sama seperti kehilangan anggota keluarga.
Ikatan Sahabat Lebih Dalam dari Pacar
Menurut riset psikologi, hubungan romantis bisa datang dan pergi, tapi persahabatan sering dianggap lebih permanen.
Sahabat biasanya hadir lebih lama, melalui banyak fase hidup, dari masa sekolah, kuliah, hingga dunia kerja. Maka, saat putus pertemanan, efek emosionalnya bisa jauh lebih dalam.
Luka yang Sering Tak Terlihat
Kalau putus cinta, orang biasanya mendapat dukungan: ada teman yang menghibur, ada validasi sosial.
Tapi putus pertemanan jarang dibicarakan. Akibatnya, luka emosional ini sering terpendam dan bikin perasaan lebih berat.
Alasan Psikologis Kenapa Lebih Menyakitkan
- Tidak ada closure jelas. Kadang pertemanan berakhir tanpa percakapan serius, hanya menjauh perlahan.
- Kehilangan support system utama. Sahabat sering jadi orang pertama yang kita hubungi saat sedih.
- Rasa dikhianati lebih kuat. Kepercayaan dalam pertemanan biasanya tulus tanpa syarat.
Bagaimana Menghadapinya?
- Terima rasa sakitnya, akui kalau kamu memang kehilangan besar.
- Cari dukungan lain, keluarga atau teman baru bisa jadi penopang.
- Fokus pada diri sendiri, gunakan momen ini untuk tumbuh dan refleksi.
- Jangan takut membuka diri, sahabat lama pergi, tapi masih ada peluang bertemu orang baru.
Putus pertemanan memang tidak sepopuler putus cinta, tapi dampak psikologisnya bisa jauh lebih berat.
Karena di balik diam dan jarangnya dibicarakan, ada kehilangan rasa aman, kepercayaan, dan bagian penting dari hidup kita.
Jadi, jangan heran kalau banyak orang bilang: kehilangan sahabat terasa lebih menyakitkan daripada kehilangan pacar. (*)