RADARBONANG.ID – Pernah dengar istilah hygge? Konsep gaya hidup dari Denmark ini belakangan jadi sorotan karena disebut-sebut sebagai rahasia masyarakat sana bisa jadi salah satu yang paling bahagia di dunia.
Menariknya, hygge bukan tentang kemewahan, tapi justru tentang menikmati hal-hal sederhana dengan penuh rasa syukur dan kehangatan.
Apa Itu Hygge?
Baca Juga: Cara Ampuh Lawan FOMO, Ikuti Langkah Ini Biar Nggak Ketergantungan Medsos
Secara sederhana, hygge (dibaca: hoo-gah) menggambarkan suasana nyaman, hangat, dan damai yang tercipta dari hal-hal kecil sehari-hari.
Misalnya: menyalakan lilin saat hujan turun, menyeruput kopi panas sambil membaca buku, atau berkumpul bersama keluarga di ruang tamu dengan selimut hangat.
Buat orang Denmark, hygge bukan sekadar tren, melainkan filosofi hidup.
Hidup itu tidak harus sibuk dan terburu-buru, tapi bisa dinikmati dengan sederhana, asal hatinya damai.
Kenapa Hygge Bisa Bikin Bahagia?
Banyak penelitian menyebutkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari materi, melainkan dari rasa nyaman, tenang, dan koneksi sosial.
Itulah yang dihadirkan hygge:
- Ketenangan pikiran. Aktivitas sederhana bisa jadi momen healing.
- Kehangatan sosial. Berkumpul dengan orang terdekat lebih berharga daripada pesta besar.
- Mindfulness alami. Melatih diri untuk hadir di momen kini, tanpa terburu-buru memikirkan esok.
Tak heran, hygge disebut sebagai kunci kenapa Denmark selalu berada di peringkat atas negara paling bahagia di dunia.
Cara Menerapkan Hygge di Kehidupan Sehari-hari
Kabar baiknya, kamu nggak perlu pindah ke Eropa untuk bisa menikmati hygge. Cukup lakukan beberapa langkah sederhana ini:
- Ciptakan suasana nyaman di rumah. Tambahkan lilin aromaterapi, lampu hangat, atau bantal empuk.
- Nikmati me-time. Luangkan waktu baca buku, journaling, atau sekadar minum teh tanpa gangguan gadget.
- Kumpul kecil bersama orang terdekat. Tidak harus ramai, yang penting hangat dan intim.
- Syukuri momen kecil. Seperti hujan rintik-rintik, musik lembut, atau secangkir kopi di pagi hari.
Hygge mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hal-hal sederhana.
Jadi, daripada memaksakan diri mengejar kesempurnaan, cobalah berhenti sejenak dan nikmati kenyamanan kecil di sekelilingmu.
Mungkin, itu justru rahasia agar hidup terasa lebih bahagia dan damai. (*)
Editor : Amin Fauzie