RADARBONANG.ID – Pernah nggak sih kamu bilang ke diri sendiri, “Scroll sebentar aja, habis itu tidur”?
Tapi kenyataannya, sudah lewat satu jam, mata masih terpaku ke layar, jempol masih sibuk geser timeline.
Nah, inilah yang disebut fenomena doomscrolling: kebiasaan scroll berita atau media sosial tanpa henti meski bikin pikiran jadi penuh, cemas, bahkan stres.
Apa Itu Doomscrolling?
Istilah doomscrolling populer sejak pandemi Covid-19. Saat itu, banyak orang terjebak membaca berita buruk terus-menerus, mulai dari jumlah kasus positif, bencana, hingga gosip negatif yang viral di media sosial.
Tanpa sadar, alih-alih mendapat informasi penting, kita justru makin merasa lelah mental.
Psikolog menyebut doomscrolling mirip seperti jebakan dopamine loop.
Otak kita mencari informasi baru terus-menerus, berharap menemukan sesuatu yang bermanfaat atau menarik.
Namun yang terjadi, kita malah masuk ke lingkaran tak berujung: semakin scroll, semakin cemas, tapi tetap nggak bisa berhenti.
Efek Buruk Doomscrolling
- Gangguan tidur, Scroll sampai larut bikin jam tidur kacau.
- Stres dan cemas, Terpapar berita buruk terus-menerus bisa memengaruhi kesehatan mental.
- Kurang produktif, Waktu habis di media sosial, padahal banyak hal penting lain yang terbengkalai.
Doomscrolling sering dipicu rasa penasaran dan FOMO (fear of missing out).
Takut ketinggalan update terbaru membuat kita rela mengorbankan waktu istirahat hanya demi tahu apa yang lagi viral.
Selain itu, algoritma media sosial juga dirancang untuk bikin kita terus betah di platform mereka.
Cara Menghentikan Doomscrolling
- Atur waktu screen time dengan alarm atau aplikasi pembatas.
- Kurasi timeline hanya dengan akun yang positif dan bermanfaat.
- Bikin rutinitas sebelum tidur tanpa gadget, misalnya baca buku atau journaling.
- Sadari trigger-nya, apakah karena bosan, cemas, atau sekadar kebiasaan.
Fenomena doomscrolling memang dekat dengan kehidupan digital kita sehari-hari.
Tapi kalau dibiarkan, bisa berdampak serius pada kesehatan mental maupun fisik.
Jadi, mulai sekarang, coba berhenti sejenak, letakkan ponsel, dan beri waktu istirahat buat diri sendiri.
Karena nggak semua hal harus kita scroll sampai habis.(*)
Editor : Amin Fauzie