Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Antara Sayang dan Saing: Ini Alasan Kakak-Adik Sering Bertengkar

Arinie Khaqqo • Minggu, 10 Agustus 2025 - 02:05 WIB
Kakak adik yang sering bertengkar bukan benci berdasarkan psikologi. Foto adalah ilustrasi.
Kakak adik yang sering bertengkar bukan benci berdasarkan psikologi. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID – Dari luar, hubungan kakak dan adik sering terlihat hangat dan penuh canda tawa.

Tapi siapa sangka, di balik itu ada perang dingin kecil yang bisa muncul kapan saja.

Bertengkar karena hal sepele, saling sindir, atau bahkan adu mulut hanya gara-gara remot TV atau rebutan camilan.

Pertanyaannya: kenapa kakak-adik sering bertengkar meski sebenarnya saling menyayangi? Apakah ini pertanda hubungan tidak sehat, atau justru bagian wajar dari proses tumbuh bersama?

Bukan Benci, Tapi Butuh Ruang

Menurut psikolog keluarga, pertengkaran antar saudara adalah hal normal dan bahkan sehat, selama tidak melibatkan kekerasan fisik atau verbal yang ekstrem.

Kakak dan adik sedang belajar cara berkomunikasi, bernegosiasi, dan mengekspresikan emosi.

Sibling Rivalry: Persaingan yang Tak Terucap

Istilah ini populer di dunia psikologi—sibling rivalry atau persaingan antar saudara kandung. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti:

Tak jarang, anak merasa berkompetisi secara diam-diam, bahkan sejak usia dini.

Misalnya, si kakak merasa adik lebih dimanja, sedangkan si adik merasa kakak selalu menang karena lebih dulu segalanya.

Bertengkar Bukan Berarti Tak Sayang

Lucunya, meski sering ribut, kakak-adik justru bisa jadi satu-satunya orang yang paling tahu versi asli kita.

Mereka saksi hidup tumbuh kembang kita sejak kecil, termasuk semua kekonyolan yang orang lain belum tentu tahu.

Hubungan saudara itu unik. Mereka bisa saling balas dendam lima menit, tapi juga bisa langsung akur dan tertawa bareng lima menit kemudian.

Orang Tua Jangan Ikut Panik!

Kalau kamu orang tua, jangan buru-buru marah saat anak-anak bertengkar.

Amati dulu konfliknya: Apakah mereka bisa menyelesaikan sendiri? Apakah ada yang merasa selalu dikalahkan?

Justru lewat konflik kecil seperti ini, anak-anak belajar:

Namun, jika konflik sudah menyentuh ranah fisik atau kekerasan verbal, saatnya intervensi lembut.

Tips Jaga Kedekatan Kakak-Adik

Cinta kakak dan adik tak selalu tampil manis. Kadang dalam bentuk rebutan, saling sindir, bahkan adu teriak.

Tapi itulah bentuk cinta paling mentah dan paling jujur.

Bertengkar bukan berarti tidak sayang, justru menunjukkan kedekatan yang begitu dalam.

Yang terpenting, baik anak maupun orang tua sama-sama belajar mengenali emosi, dan tahu kapan harus menenangkan ego demi kehangatan keluarga. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Kehangatan Keluarga #kakak dan adik #Bertengkar karena hal sepele #tips