Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

"The Great Financial Reset": Mitos Konspirasi Elit Menggulingkan Sistem Moneter Dunia

Muhammad Azlan Syah • Rabu, 30 Juli 2025 | 17:10 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

RADARBONANG.ID - Sebuah teori konspirasi baru menggema di tengah ketidakpastian global ekonomi tahun 2025: “The Great Financial Reset”.

Teori ini menyebutkan bahwa elite global sedang merancang penggulingan sistem keuangan lama berbasis uang fiat dan menggantinya dengan sistem keuangan digital yang sepenuhnya terkendali.

Para penganut teori ini percaya bahwa organisasi seperti IMF, World Economic Forum, dan perusahaan investasi besar seperti BlackRock tengah bekerja sama untuk menghapus kendali individu atas uang.

Baca Juga: Green Accounting: Jurus Baru Perusahaan Cuan Sambil Selamatkan Bumi, Tren atau Gimmick?

Tujuannya, menurut teori tersebut, adalah menciptakan “ekonomi pengawasan” di mana setiap transaksi dapat dilacak dan dikendalikan secara real time.

Sumber teori ini berasal dari pidato dan dokumen yang diklaim bocor dari pertemuan-pertemuan tertutup di Davos dan pertemuan elite ekonomi dunia lainnya.

Salah satu kutipan yang kerap dibagikan di media sosial menyebut, “You will own nothing and be happy,” sebagai bukti arah kebijakan ekonomi global yang ingin menghapus kepemilikan pribadi.

Meskipun belum ada bukti kuat yang mengonfirmasi skenario ini, kepanikan telah menyebar di komunitas-komunitas online, terutama di kalangan investor independen dan aktivis anti-globalisasi.

Mereka khawatir bahwa krisis ekonomi global pasca pandemi COVID-19 hingga konflik geopolitik hanyalah alat untuk mempercepat transisi sistem ini.

Pakar ekonomi digital, Prof. Amira Hartono dari Universitas Indonesia, menanggapi dengan skeptis, “Memang ada wacana digitalisasi keuangan, tapi itu tidak identik dengan konspirasi.

Ada perdebatan panjang tentang transparansi dan hak privasi, tapi belum ada bukti konsensus elit untuk reset sistem keuangan dunia.”

Namun, perkembangan mata uang digital nasional (CBDC) di beberapa negara seperti Tiongkok, Brasil, hingga Indonesia sendiri membuat teori ini semakin sulit diabaikan.

Banyak yang khawatir digitalisasi ini akan memberi kontrol penuh pada pemerintah terhadap tabungan dan transaksi warga.

Apakah “The Great Reset” hanya ilusi ketakutan publik, atau pertanda dari transformasi besar yang sedang berlangsung?(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#reset ekonomi 2025 #konspirasi keuangan dunia #Great Financial Reset #mata uang digital elite global