RADARBONANG.ID - Fiksi sejarah kembali mendapat tempat istimewa di kalangan pembaca global.
The Times Inggris baru-baru ini merilis daftar Buku Fiksi Sejarah Terbaik 2025, dan dua judul mencuri perhatian publik: Moscow Underground karya David Armitage dan The Adversary oleh Laura Klein.
Moscow Underground mengambil latar tahun 1937 di tengah teror Stalin di Uni Soviet. Buku ini mengikuti kisah Anna Voronina, seorang arsiparis yang secara tidak sengaja menemukan dokumen rahasia yang dapat menggulingkan seorang petinggi Partai.
Baca Juga: Bukan Sepeda Biasa! Komunitas Downhill Ini Tembus Jalur Ekstrem Demi Adrenalin dan Persaudaraan
Narasi thriller-politik dipadu dengan latar sejarah yang akurat menjadikan novel ini dibanjiri pujian dari kritikus sastra.
Sementara itu, The Adversary membawa pembaca ke era Revolusi Prancis. Laura Klein dengan gemilang menarasikan perjuangan seorang perempuan muda Yahudi yang menyamar menjadi laki-laki demi menyelamatkan keluarganya dari pembantaian.
Novel ini bukan hanya menyorot pergolakan politik, tapi juga ketegangan identitas, gender, dan agama.
Keduanya tidak hanya memikat pembaca umum, tapi juga akademisi sejarah. Beberapa dosen sastra bahkan merekomendasikan buku ini sebagai bahan bacaan tambahan dalam studi sejarah modern.
Baik Moscow Underground maupun The Adversary menampilkan riset mendalam dan dokumentasi sejarah yang akurat namun tetap dikemas dalam gaya penceritaan dramatis yang menarik.
Penerbit di Indonesia pun mulai menunjukkan minat menerjemahkan kedua novel tersebut, menyadari tren meningkatnya minat pembaca terhadap fiksi sejarah berkualitas.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah