Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Fenomena Ferry Irwandi: Konten Filsafat Picu Lonjakan Penjualan Buku Stoikisme di Indonesia

Muhammad Azlan Syah • Sabtu, 26 Juli 2025 | 14:05 WIB

Ferry Irwandi dalam salah satu videonya yang membahas stoikisme. Kontennya yang mendalam dan relatable sukses mendorong minat baca publik terhadap buku-buku filsafat klasik di Indonesia.
Ferry Irwandi dalam salah satu videonya yang membahas stoikisme. Kontennya yang mendalam dan relatable sukses mendorong minat baca publik terhadap buku-buku filsafat klasik di Indonesia.

RADARBONANG.ID - Fenomena menarik tengah terjadi di dunia literasi dan media sosial Indonesia. Ferry Irwandi, seorang konten kreator yang aktif membahas topik filsafat, khususnya stoikisme, mendadak menjadi sorotan publik.

Lewat gaya penyampaian yang santai namun berbobot, Ferry sukses mengemas ajaran-ajaran filsuf Yunani kuno seperti Marcus Aurelius, Epictetus, dan Seneca menjadi konten yang relevan untuk kehidupan sehari-hari masyarakat urban.

Dampaknya? Lonjakan signifikan terjadi pada penjualan buku-buku bertema stoikisme di berbagai toko buku nasional.

Berdasarkan data dari beberapa toko buku ternama seperti Gramedia dan Togamas, permintaan terhadap buku-buku seperti Meditations, The Daily Stoic, hingga Letters from a Stoic mengalami peningkatan hingga 300% dalam dua bulan terakhir.

Bahkan, di platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia, buku-buku tersebut sempat habis stok dan masuk kembali melalui sistem pre-order.

Fenomena ini menjadi menarik karena terjadi di luar momentum promo besar atau peluncuran film/serial terkait.

Peningkatan ini murni digerakkan oleh popularitas konten Ferry Irwandi di media sosial.

Salah satu videonya yang membahas cara menghadapi kesedihan dengan prinsip stoikisme mencapai lebih dari 2 juta views di TikTok hanya dalam waktu seminggu.

Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap literasi dan pemikiran filsafat sejatinya tinggi, selama disampaikan dengan pendekatan yang tepat.

Ferry sendiri menyampaikan bahwa misinya bukan sekadar berbagi kutipan inspiratif, melainkan mengajak audiensnya untuk berpikir lebih dalam tentang makna hidup, pengendalian diri, dan ketenangan batin.

Ia mengaku terinspirasi dari kebingungannya sendiri dalam menghadapi masa-masa sulit, dan menemukan stoikisme sebagai pegangan hidup yang praktis namun mendalam.

Tren ini juga memantik antusiasme penerbit dan komunitas literasi.

Beberapa penerbit bahkan berencana menerbitkan ulang buku-buku klasik stoik dengan edisi khusus atau panduan pendamping bagi pembaca pemula.

Di sisi lain, komunitas diskusi filsafat yang biasanya bersifat eksklusif kini mulai terbuka, bahkan mengadakan sesi daring terbuka dengan peserta dari berbagai kalangan.

Fenomena Ferry Irwandi ini membuktikan bahwa media sosial tak hanya bisa menyebarkan hiburan atau gosip, tetapi juga menjadi jembatan antara generasi muda dan pemikiran kuno yang sarat nilai.

Stoikisme, yang dahulu dianggap berat dan akademis, kini berubah menjadi bagian dari obrolan sehari-hari—berkat pendekatan yang jujur, visual menarik, dan narasi yang relatable.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#konten kreator filsafat #penjualan buku filsafat #stoikisme ferry irwandi #tren buku stoik indonesia