RADARBONANG.ID – Momen anak mulai mandi sendiri sering jadi dilema bagi orang tua.
Kapan waktu yang tepat? Apakah boleh masih ditemani? Jawabannya ternyata tergantung usia dan kesiapan anak.
Idealnya, masa transisi anak belajar mandi mandiri dimulai pada usia 5–6 tahun, yakni saat mereka memasuki jenjang sekolah dasar.
Di usia ini, anak sudah dianggap punya kesadaran privasi dan kemampuan motorik yang lebih matang.
Bahkan, usia masuk SD juga menjadi indikator bahwa anak sudah mulai paham tentang batasan tubuh dan kenyamanan pribadi.
Kalau anak sudah di atas 7 tahun, seharusnya tidak boleh lagi ditengok saat mandi, apalagi oleh orang tua berbeda gender.
Ini bentuk penghormatan terhadap privasi mereka.
Mulai dari Usia Tiga Tahun, Tapi Tetap Awasi
Meski kemandirian dimulai saat SD, proses belajar bisa dilakukan sejak anak berusia tiga tahun.
Orang tua dianjurkan untuk memberi kesempatan anak mencoba mandi sendiri, namun tetap dengan pengawasan ketat.
Anak usia ini biasanya sudah bisa menggenggam spons dan mulai menggosok bagian tubuh tertentu.
Di tahap awal ini, sistem 50:50 bisa diterapkan.
Anak menggosok bagian tubuh yang mudah dijangkau, sementara orang tua membantu bagian lain.
Memasuki usia empat tahun, idealnya 70% aktivitas mandi sudah dilakukan sendiri oleh anak.
Ubah Rutinitas Mandi Jadi Aktivitas yang Menyenangkan
Tak sedikit orang tua mengeluh karena anak susah diajak mandi.
Sering kali, orang tua memakai ancaman atau iming-iming agar si kecil mau masuk kamar mandi. Padahal, pendekatan seperti ini sebaiknya dihindari.
Jangan sampai anak mau mandi hanya karena takut dimarahi atau demi hadiah.
Kita ingin anak punya persepsi bahwa mandi adalah bagian dari merawat diri yang tak bisa dilewati.
Untuk anak di bawah enam tahun, orang tua bisa menciptakan suasana kamar mandi yang menarik.
Misalnya, menaruh mainan favorit, gelembung sabun, atau menempelkan stiker urutan mandi.
Anak suka dinosaurus? Bawa mainan dino ke kamar mandi dan ajak ‘mandikan dinosaurus’ bersama!
Berbeda dengan anak balita, ketika anak sudah menginjak usia enam tahun ke atas, pendekatannya bisa lebih rasional.
Orang tua bisa menjelaskan pentingnya mandi dari sisi kesehatan.
Ceritakan bagaimana keringat bisa membawa kuman, atau bagaimana mandi membantu menjaga tubuh tetap bersih dan sehat. Anak perlu tahu logika di balik rutinitas ini.
Kesimpulannya, membangun kebiasaan mandi secara mandiri pada anak bukan sekadar soal kebersihan, tapi juga tentang membentuk tanggung jawab, rasa percaya diri, dan penghargaan terhadap tubuh mereka sendiri.
Mulailah secara bertahap, sesuaikan dengan usia, dan yang terpenting, libatkan anak dalam suasana yang menyenangkan dan edukatif. (*)
Editor : Amin Fauzie