Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Dokter Spesialis Ungkap Bahaya Steroid Tersembunyi dalam Krim Pemutih yang Bisa Rusak Kulit

Amin Fauzie • Sabtu, 19 Juli 2025 | 11:40 WIB
Ilustrasi - Krim pemutih: Meski BPOM sudah sering memperingatkan, produk dengan kandungan berbahaya steroid  masih saja beredar di pasaran Indonesia dan dikonsumsi tanpa kontrol.
Ilustrasi - Krim pemutih: Meski BPOM sudah sering memperingatkan, produk dengan kandungan berbahaya steroid masih saja beredar di pasaran Indonesia dan dikonsumsi tanpa kontrol.

RADARBONANG.ID – Krim pemutih instan yang bikin kulit glowing dalam seminggu? Kedengarannya menggoda.

Tapi tunggu dulu, bisa jadi yang kamu oles itu bukan sekadar pelembap atau brightening cream biasa, melainkan mengandung obat keras seperti steroid yang bikin ketergantungan dan bahkan merusak kulit secara permanen.

Hal ini diungkap oleh dr. Arini Widodo, SM, Sp.DVE, FINSDV, dokter spesialis kulit lulusan Harvard Medical School, yang membagikan insight mengejutkan dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis (18/7).

Dia mengungkap bahwa penyalahgunaan steroid kini marak ditemukan dalam produk pemutih yang beredar bebas secara online.

Menurut dr. Arini, banyak produk kecantikan yang dipasarkan sebagai obat pemutih diam-diam mengandung steroid.

Kandungan ini sering dijuluki sebagai obat ajaib karena mampu mengatasi berbagai masalah kulit dengan cepat, mulai dari jerawat, flek hitam, hingga eksim.

Tapi hati-hati, efek instan ini justru menjadi jebakan berbahaya.

Penggunaan steroid, baik dalam bentuk topikal (oles) maupun oral (minum), bisa menyebabkan ketergantungan.

Artinya, ketika pengguna berhenti, masalah kulit yang semula membaik justru kembali dengan kondisi lebih parah.

Fenomena ini sering tak disadari banyak orang karena hasil awalnya terlihat begitu menjanjikan.

Bukan cuma itu, dr. Arini juga sering menjumpai kasus pasien yang awalnya tak punya masalah kulit, namun justru mengalami jerawat parah setelah memakai produk bersteroid.

Efek sampingnya tidak main-, mulai dari tubuh yang tiba-tiba jadi berbulu, muncul stretchmark lebar-lebar di sekujur tubuh, hingga warna kulit yang berubah drastis.

Yang bikin miris, produk bersteroid ini tidak hanya tersembunyi dalam skincare, tapi juga dijumpai dalam suplemen penambah berat badan.

Padahal, peningkatan berat badan yang terjadi bukan karena massa otot atau lemak sehat, melainkan akibat pembengkakan akibat efek dari steroid itu sendiri.

dr. Arini menekankan bahwa steroid adalah obat keras yang seharusnya hanya digunakan di bawah pengawasan medis.

Sayangnya, meski BPOM sudah sering memperingatkan, produk dengan kandungan berbahaya ini masih saja beredar di pasaran Indonesia dan dikonsumsi tanpa kontrol.

Jadi, kalau kamu sedang tergoda mencoba produk skincare atau suplemen yang menjanjikan hasil instan, sebaiknya cek ulang komposisinya.

Kulit yang sehat dan glowing butuh proses, bukan sulap.

Jangan sampai demi putih sesaat, kamu justru alami kerusakan kulit permanen yang sulit dipulihkan. (*)

Editor : Amin Fauzie
#skincare #bikin ketergantungan #krim pemutih #steroid #merusak kulit secara permanen #produk kecantikan #dr Arini Widodo #diskusi kesehatan