RADARBONANG.ID – Bayi menangis terus, wajahnya memerah seperti mengejan, tapi popoknya tetap bersih? Bisa jadi si kecil sedang mengalami masalah besar yang sering dianggap sepele: susah buang air besar alias sembelit.
Meski tampak sederhana, bayi susah BAB bisa bikin orangtua panik, apalagi kalau si kecil rewel dan perutnya tampak keras.
Tapi tenang, ada penjelasan medis sekaligus tips jitu untuk mengatasi masalah ini—yang penting, jangan buru-buru kasih obat pencahar!
Simak yuk, fakta mengejutkan soal BAB bayi tidak lancar yang mungkin belum kamu tahu!
1. Frekuensi BAB Bayi Bukan Patokan Mutlak
Banyak orangtua mengira bayi harus BAB setiap hari. Padahal, frekuensi normal BAB bayi bisa sangat bervariasi, tergantung usia dan jenis ASI atau susu formula.
Bayi ASI eksklusif bisa BAB 5 kali sehari, atau justru sekali dalam 7 hari!
Bayi yang minum susu formula cenderung BAB lebih jarang dan berisiko sembelit
Selama bayi masih ceria, mau menyusu, dan perutnya tidak keras atau kembung, jarangnya BAB belum tentu jadi masalah.
2. Waspadai Tanda Bayi Sembelit yang Sering Diabaikan
Berikut tanda-tanda bayi susah BAB yang wajib diwaspadai:
- Feses keras seperti kelereng
- Bayi mengejan keras tapi tidak keluar apa-apa
- Rewel saat buang air besar
- Perut keras dan kembung
- Tidak BAB lebih dari 3–5 hari, terutama untuk bayi formula
3. MPASI Bisa Jadi Biang Kerok
Mulai MPASI terlalu cepat, atau pemberian makanan rendah serat bisa memicu BAB bayi tidak lancar.
Pastikan makanan bayi mengandung serat alami, seperti buah pir, apel tanpa kulit, brokoli kukus, dan bubur oatmeal. Hindari pisang mentah dan nasi putih dalam porsi besar saat sembelit.
4. Pijat dan Senam Bayi Bisa Bantu BAB Lancar
Tanpa obat, pijatan lembut di bagian perut dan gerakan kaki seperti mengayuh sepeda bisa membantu merangsang peristaltik usus.
Lakukan pijatan searah jarum jam, 2–3 kali sehari. Gunakan minyak telon atau baby oil agar kulit bayi tetap lembut.
5. Jangan Asal Kasih Obat atau Pencahar
Banyak orang tua yang langsung panik dan ingin memberikan obat pencahar untuk mempercepat BAB.
Padahal, ini justru berbahaya dan bisa mengganggu sistem pencernaan bayi.
Obat hanya boleh diberikan dengan anjuran dokter, terutama untuk bayi di bawah 6 bulan.
6. Cairan Itu Kunci!
Untuk bayi yang sudah mulai MPASI, asupan cairan sangat penting.
Kurangnya air putih bisa membuat feses bayi jadi keras dan susah keluar.
Berikan air putih dalam jumlah kecil sesuai usia
Hindari jus manis berlebihan karena bisa menyebabkan diare, bukan solusi sembelit
7. Kapan Harus Bawa ke Dokter?
Jika bayi tidak BAB lebih dari 5 hari, tampak kesakitan, atau ada darah di feses, segera konsultasikan ke dokter anak.
Jangan tunggu sampai perut bayi membuncit atau berat badannya menurun.
Bayi susah BAB memang bikin deg-degan. Tapi dengan pemahaman yang benar, kamu bisa mengatasi masalah ini tanpa panik dan tanpa obat.
Yuk, jadi orangtua cerdas yang tahu kapan harus tenang dan kapan harus ke dokter! (*)
Editor : Amin Fauzie