RADARBONANG.ID – Di balik tampilannya yang kecil, semut rangrang ternyata bisa mendatangkan cuan besar! Lewat budidaya kroto alias telur semut rangrang, banyak orang diam-diam meraup untung jutaan hanya bermodal ember bekas dan sedikit kesabaran.
Kini, di tengah tren pelihara burung kicau dan meningkatnya permintaan pakan alami, kroto jadi barang incaran. Harga per kilogramnya bisa tembus Rp150 ribu! Gimana gak tergiur?
“Awalnya cuma iseng. Saya pakai rak plastik bekas dan toples sisa Lebaran. Ternyata bisa panen kroto dalam waktu dua bulan,” cerita Yulianto (32), petani kroto rumahan asal Klaten.
Yang dibutuhkan pun sederhana: sarang semut, rak susun, wadah air sebagai penghalang semut kabur, dan ruangan yang teduh.
Modal di bawah Rp500 ribu, tapi hasil panen bisa berlipat-lipat.
Apa Itu Kroto, dan Kenapa Jadi Rebutan?
Kroto adalah telur semut rangrang yang biasa digunakan sebagai pakan burung, khususnya jenis burung kicau seperti murai, lovebird, dan jalak.
Kandungan proteinnya tinggi dan dipercaya membuat burung lebih gacor.
Dulu, kroto hanya bisa diperoleh dari alam. Tapi sekarang, dengan teknik budidaya modern, kamu bisa panen kroto dari halaman rumah sendiri.
Cara Budidaya Kroto Skala Rumahan
Alat dan Bahan:
- Rak plastik atau besi
- Toples bening atau paralon bekas
- Semut rangrang (bisa beli koloni awal)
- Tatakan air (ember kecil)
- Kapas dan daun kering
Langkah-Langkah:
- Siapkan rak dan toples dengan ventilasi.
- Masukkan koloni semut dan beri media sarang (kapas atau daun).
- Letakkan wadah di atas tatakan berisi air untuk mencegah semut kabur.
- Jaga suhu dan kelembapan ruangan tetap stabil.
- Beri pakan alami seperti ulat, gula cair, atau daging kecil.
- Panen bisa dilakukan setelah 2–3 bulan, dan berulang setiap 2 minggu.
Dengan harga kroto berkisar Rp100.000–Rp150.000 per kilogram, permintaannya terus meningkat.
Banyak peternak burung dan toko hewan yang mencari kroto segar setiap hari.
Bayangkan jika kamu bisa panen 1 kg kroto per minggu dari 10 toples saja, berarti bisa menghasilkan Rp600.000 per minggu atau lebih dari Rp2 juta per bulan.
Dan itu bisa berkembang tanpa harus meninggalkan rumah.
Budidaya Kroto Cocok untuk Siapa?
- Ibu rumah tangga
- Karyawan yang ingin penghasilan tambahan
- Anak muda yang ingin bisnis modal kecil
- Pecinta burung kicau
- Warga kota dengan lahan terbatas
Di media sosial, budidaya kroto mulai ramai diperbincangkan.
Banyak video viral menunjukkan betapa sederhananya sistem ternak semut rangrang, dari paralon bertingkat, ember transparan, hingga model vertikal minimalis.
Pungkasnya, budidaya kroto cocok untuk kamu yang ingin mulai usaha kecil dari rumah.
Hanya dengan modal minim, perawatan mudah, dan pasar yang stabil, semut bisa jadi ladang cuan yang gak terduga.
Jadi, masih mikir-mikir atau langsung mulai ternak kroto hari ini? (*)
Editor : Amin Fauzie