RADARBONANG.ID– Punya pohon kelengkeng di pekarangan tapi buahnya minim, atau bahkan tidak berbuah sama sekali? Jangan buru-buru kecewa.
Faktanya, kelengkeng termasuk tanaman buah musiman yang cukup rewel dalam hal perawatan, tapi jika Anda tahu jurus rahasianya, pohon kelengkeng bisa berbuah lebat, bahkan berkali-kali dalam setahun.
Berikut ini adalah tips paling lengkap dan terbukti ampuh agar kelengkeng Anda rajin berbuah, bahkan di luar musim.
Cocok diterapkan untuk pekarangan rumah, kebun skala kecil, hingga kebun komersial.
1. Pilih Varietas Unggul dan Adaptif
Tidak semua kelengkeng cocok ditanam di daerah dataran rendah atau tinggi.
Beberapa varietas yang direkomendasikan agar cepat berbuah lebat:
- Kelengkeng Itoh (unggul, tahan panas, cocok dataran rendah)
- Kelengkeng Diamond River
- Kelengkeng Puangray
Catatan: Varietas unggul biasanya sudah bisa berbuah sejak usia 1,5–2 tahun bila dirawat optimal.
2. Pemangkasan Rutin untuk Merangsang Tunas Bunga
Lakukan pemangkasan:
- Cabang tak produktif
- Cabang yang terlalu rimbun
- Ranting mati atau terserang hama
Manfaatnya:
- Tanaman jadi lebih sehat dan terbuka sinar matahari
- Merangsang pertumbuhan tunas bunga baru
3. Berikan Pupuk Berkandungan Fosfor dan Kalium Tinggi
- Gunakan pupuk NPK 10-55-15 atau NPK 15-30-30
- Bisa ditambah pupuk kandang matang (kompos kambing/sapi)
Waktu pemupukan ideal:
- Setiap 2 bulan sekali (pupuk dasar)
- Sebulan sebelum masa berbunga, tambahkan pupuk tinggi P-K
4. Teknik Stress Air (Water Stressing)
Ini teknik populer di Thailand!
Caranya:
- Hentikan penyiraman selama 10–14 hari hingga daun mulai layu
- Setelah itu, siram kembali secara intensif
Tujuan: membuat tanaman panik lalu memicu pembungaan sebagai respon alami. Teknik ini terbukti berhasil merangsang bunga pada kelengkeng dewasa.
5. Perangsang Buah Tambahan (ZPT atau Kalium Klorat)
ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) seperti Gibberelin (GA3) atau Kalium Klorat (KClO3) dapat membantu proses pembungaan.
- Dosis: 5–10 gram per pohon (larutkan dalam air dan disiram di pangkal batang)
- Waktu Aplikasi: Saat musim kemarau atau ketika suhu tinggi (tropis kering)
Catatan: Gunakan hati-hati, sesuai dosis, dan maksimal 2 kali setahun.
6. Cukupi Sinar Matahari dan Jaga Drainase
- Kelengkeng butuh minimal 6 jam sinar matahari per hari
- Hindari lahan becek dan pastikan drainase baik agar akar tidak membusuk
Tips: Lahan yang terbuka dan sirkulasi angin bagus membuat kelengkeng lebih produktif.
7. Cegah Hama dan Penyakit Sejak Dini
Waspadai:
- Ulat daun, kutu putih, dan semut hitam
- Penyakit jamur & embun tepung
Solusi alami:
- Semprotkan larutan bawang putih dan cabai sebagai pestisida nabati
- Gunakan insektisida organik jika serangan parah
Petani kelengkeng di Thailand menggunakan campuran air cucian beras, molase, dan mikroba lokal (EM4) sebagai pupuk cair organik seminggu sekali.
Hasilnya? Kelengkeng bisa berbuah lebat dan manis meski di musim panas ekstrem.
Dengan perawatan tepat, kelengkeng bukan lagi tanaman musiman yang rewel.
Bahkan di halaman rumah sekalipun, Anda bisa menikmati panen buah manis, besar, dan lebat sepanjang tahun. Kuncinya? Disiplin, teknik yang tepat, dan kesabaran.
Yuk, ubah kelengkeng Anda jadi ladang emas di pekarangan sendiri. (*)
Editor : Amin Fauzie