Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Sindrom People Pleaser: Kenapa Kita Susah Banget Bilang Enggak? Ini Tanda Kamu Terjebak Jadi Tukang Nyenengin Orang

Heny Rohmawati • Jumat, 11 Juli 2025 | 22:10 WIB
People pleaser, orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain, meski harus mengorbankan diri sendiri. Foto adalah ilustrasi.
People pleaser, orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain, meski harus mengorbankan diri sendiri. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID  – Gak enak nolak, takut dikira jahat. Pernah merasa begini? Atau malah hampir tiap hari?

Kalau iya, bisa jadi kamu tanpa sadar adalah seorang people pleaser alias orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain, meski harus mengorbankan diri sendiri.

Fenomena ini kini makin sering dibahas di media sosial.

Di TikTok, tagar #PeoplePleaser bahkan telah ditonton lebih dari 480 juta kali!

Tapi, di balik kalimat manis dan sikap ramah yang terlihat, banyak orang ternyata menyimpan luka, tekanan, dan rasa tidak berdaya karena terlalu sibuk memikirkan ‘jangan sampai orang lain kecewa’.

Capek Tapi Tetap Senyum, Sisi Gelap di Balik Baik Banget

Dikutip dari Jawapos.com, Psikolog Klinis dr. Galih Priambodo, M.Psi, mengungkapkan people pleaser bukan sekadar kebiasaan ingin membantu, tapi bisa jadi pertanda rendahnya harga diri dan trauma masa lalu.

“Biasanya orang seperti ini tumbuh dengan kepercayaan bahwa cinta dan penerimaan hanya datang kalau mereka bermanfaat atau tidak membuat masalah,” terang Galih.

Akibatnya, mereka jadi sering mengorbankan kebutuhan pribadi, susah bilang tidak, dan cemas berlebihan kalau membuat orang lain kecewa.

Tanda-Tanda Kamu Seorang People Pleaser:

Sounds familiar?

Gak Harus Jahat untuk Berani Bilang Tidak

Menjadi tegas bukan berarti egois. Justru dengan tahu batasan, kamu bisa menjaga hubungan tetap sehat, baik dengan orang lain maupun diri sendiri.

“Mulailah dari hal kecil. Latih diri bilang nanti dulu, saya pikir-pikir dulu, atau saya gak bisa janji. Itu bukan penolakan kasar, tapi bentuk perlindungan diri,” pungkas Psikolog Galih.

Langkah Awal Melepaskan Diri dari Jerat People Pleasing:

Ingat, kamu tidak ditakdirkan untuk menyenangkan semua orang.

Dunia tetap berputar meski kamu bilang tidak. Orang yang benar-benar peduli padamu akan tetap tinggal, bahkan saat kamu mulai berani bilang cukup.

Self-worth kamu bukan ditentukan seberapa banyak kamu berkorban, tapi seberapa tulus kamu menghargai dirimu sendiri. (*)

Editor : Amin Fauzie
#fenomena #people pleaser #mengorbankan diri sendiri #Tanda-tanda #ingin menyenangkan orang lain #takut dikira jahat #susah bilang tidak