RADARBONANG.ID – Gak enak nolak, takut dikira jahat. Pernah merasa begini? Atau malah hampir tiap hari?
Kalau iya, bisa jadi kamu tanpa sadar adalah seorang people pleaser alias orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain, meski harus mengorbankan diri sendiri.
Fenomena ini kini makin sering dibahas di media sosial.
Di TikTok, tagar #PeoplePleaser bahkan telah ditonton lebih dari 480 juta kali!
Tapi, di balik kalimat manis dan sikap ramah yang terlihat, banyak orang ternyata menyimpan luka, tekanan, dan rasa tidak berdaya karena terlalu sibuk memikirkan ‘jangan sampai orang lain kecewa’.
Capek Tapi Tetap Senyum, Sisi Gelap di Balik Baik Banget
Dikutip dari Jawapos.com, Psikolog Klinis dr. Galih Priambodo, M.Psi, mengungkapkan people pleaser bukan sekadar kebiasaan ingin membantu, tapi bisa jadi pertanda rendahnya harga diri dan trauma masa lalu.
“Biasanya orang seperti ini tumbuh dengan kepercayaan bahwa cinta dan penerimaan hanya datang kalau mereka bermanfaat atau tidak membuat masalah,” terang Galih.
Akibatnya, mereka jadi sering mengorbankan kebutuhan pribadi, susah bilang tidak, dan cemas berlebihan kalau membuat orang lain kecewa.
Tanda-Tanda Kamu Seorang People Pleaser:
- Selalu bilang iya, meski sebenarnya gak mau
- Ngerasa bersalah kalau nolak permintaan orang
- Takut dikira egois
- Overthinking setelah interaksi sosial
- Menghindari konflik dengan cara ngalah terus
- Menunda kebutuhan sendiri demi orang lain
- Sering jadi tempat curhat tapi gak pernah didengar balik
Sounds familiar?
Gak Harus Jahat untuk Berani Bilang Tidak
Menjadi tegas bukan berarti egois. Justru dengan tahu batasan, kamu bisa menjaga hubungan tetap sehat, baik dengan orang lain maupun diri sendiri.
“Mulailah dari hal kecil. Latih diri bilang nanti dulu, saya pikir-pikir dulu, atau saya gak bisa janji. Itu bukan penolakan kasar, tapi bentuk perlindungan diri,” pungkas Psikolog Galih.
Langkah Awal Melepaskan Diri dari Jerat People Pleasing:
- Sadari dan akui kebiasaan kamu
- Tulis batasan pribadi yang ingin kamu jaga
- Latih diri untuk tidak langsung merespons permintaan
- Berhenti meminta validasi dari luar
- Belajar kecewa dan membuat orang kecewa—dengan sadar dan sehat
Ingat, kamu tidak ditakdirkan untuk menyenangkan semua orang.
Dunia tetap berputar meski kamu bilang tidak. Orang yang benar-benar peduli padamu akan tetap tinggal, bahkan saat kamu mulai berani bilang cukup.
Self-worth kamu bukan ditentukan seberapa banyak kamu berkorban, tapi seberapa tulus kamu menghargai dirimu sendiri. (*)
Editor : Amin Fauzie