RADARBONANG.ID – “Berapa kali Mama bilang, jangan lari-lari di rumah!”
Kalimat ini terdengar akrab? Atau mungkin baru kamu teriakkan 10 menit lalu?
Mengasuh anak memang bukan hal mudah, apalagi kalau anak sedang tantrum, tidak mau mendengar, atau sengaja menguji batas kesabaran.
Tapi tahukah kamu, teriakan yang keluar dari mulut orang tua ternyata bisa meninggalkan bekas dalam perkembangan emosi anak?
Di tengah tekanan pekerjaan rumah, cucian menumpuk, dan anak yang nggak mau mandi, wajar kalau ibu kehilangan kontrol.
Tapi ada cara agar tetap bisa mengasuh dengan tenang, tanpa harus naik nada.
Dampak Teriakan Orang Tua bagi Anak
Menurut beberapa penelitian, anak-anak yang sering dimarahi dengan suara tinggi cenderung mengalami:
- Rasa takut dan rendah diri,
- Sulit mengelola emosi saat dewasa,
- Dan bahkan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan.
- Kalau terus-menerus diteriaki, anak bisa tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya selalu salah, atau tidak cukup baik.
Cara Mengasuh Anak Tanpa Teriakan, Tapi Tetap Tegas
1. Pause Sebelum Bereaksi
Saat emosi naik, tarik napas, hitung sampai 10. Kadang, jeda 5 detik bisa menyelamatkan satu hari yang penuh drama.
2. Turunkan Posisi, Tatap Mata Anak
Berbicara dari posisi sejajar (bukan berdiri sambil membentak) membuat anak lebih fokus dan merasa dihargai.
3. Gunakan Kalimat Aku
Daripada “Kamu nakal banget!”, coba ganti dengan “Mama merasa sedih kalau kamu tidak mendengarkan.” Lebih mengena tanpa menyalahkan.
4. Ulangi dan Konsisten
Bukan sekali dua kali anak langsung nurut. Konsistensi lebih penting dari volume suara.
5. Beri Pilihan, Bukan Ancaman
Contoh: “Kamu mau mandi sekarang atau 10 menit lagi?” Anak merasa diberi kontrol, padahal tetap diarahkan.
6. Jauhkan Gadget Saat Ngomel
Fokus penuh saat menghadapi anak. Jangan sambil pegang HP atau nonton drama Korea—itu bikin anak merasa nomor dua.
7. Isi Ulang Energi Ibu
Ingat, ibu yang lelah lebih mudah meledak. Curi waktu untuk me time: secangkir kopi, mandi air hangat, atau sekadar duduk sendiri sebentar.
Anak Cerdas Butuh Ibu yang Emosinya Stabil
Ternyata, salah satu faktor yang memengaruhi kecerdasan emosional dan kemandirian anak adalah bagaimana emosi ibu dikelola.
Bukan soal ibu harus sempurna, tapi bagaimana ibu bisa belajar mengelola stres dan memilih respon, bukan reaksi.
Anak Bukan Butuh Ibu yang Sempurna, Tapi Ibu yang Sadar Saat Ingin Teriak
Mengasuh anak itu seni. Kadang gagal, kadang berhasil. Tapi setiap upaya menahan teriakan adalah bentuk cinta paling tulus yang bisa diberikan ibu untuk tumbuh kembang anak. (*)
Editor : Amin Fauzie