Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mengulik Lokasi Syuting Film ‘Sore’: Dari Kroasia yang Artistik hingga Hamparan Es Finlandia

Muhammad Azlan Syah • Jumat, 11 Juli 2025 | 02:15 WIB
Panorama kota tua di Kroasia yang memikat mata dengan bangunan bergaya Mediterania dan lanskap pesisir Adriatik—salah satu lokasi syuting film Sore yang menghadirkan nuansa artistik dan emosional.
Panorama kota tua di Kroasia yang memikat mata dengan bangunan bergaya Mediterania dan lanskap pesisir Adriatik—salah satu lokasi syuting film Sore yang menghadirkan nuansa artistik dan emosional.

RADARTUBAN.ID - Film “Sore: Istri dari Masa Depan” tidak hanya menjual cerita romansa lintas waktu, tetapi juga suguhan visual dari tiga negara.

Sekitar 80 persen pengambilan gambar dipusatkan di Kroasia, tepatnya di kota artistik Grožnjan dan ibu kota Zagreb, sebelum kru bergerak ke hamparan es Finlandia untuk adegan klimaks.

Pemilihan Grožnjan—kota mungil berpenduduk ±30 jiwa—memberi nuansa intim yang kontras dengan hiruk‑pikuk Zagreb.

Dikutip dari republika.co.id, Suryana Paramitha, produser film sore mengatakan bahwa pemilihan membutuhkan landskap yang berbeda dari suasana dalam negeri dan juga yang mendukung suasana kesibukan karakter Jonathan yang diperankan Dion Wiyoko.

“Kami butuh kontras mood. Grožnjan menonjolkan sisi kontemplatif Jonathan, sedangkan Zagreb memberi warna urban yang sibuk.”

Keberagaman latar itu sengaja diciptakan untuk menegaskan perjalanan batin sang tokoh—dari kesendirian menuju dinamika rumah tangga bersama Sore.

Kroasia juga dipilih karena arsitekturnya yang klasik namun belum terlalu terekspos di film Indonesia.

Sutradara Yandy Laurens menyebut suasana jalan batu, gang sempit, dan galeri seni lokal di Grožnjan sebagai “kanvas alami” yang memperkaya komposisi gambar tanpa harus menambah set artifisial.

Unit kamera hanya membawa 30 orang kru agar tetap lincah beradaptasi di ruang terbatas kota tua tersebut.

Selepas Eropa Selatan, rombongan produksi bertolak ke Kemi, Finlandia, dan menaiki kapal pemecah es selama 14 hari di suhu –20°C.

“Hamparan es itu kami tangkap secara nyata, bukan chroma key. Sensasinya mustahil dipalsukan,” tegas Yandy.

Keputusan itu diambil demi menghadirkan pengalaman sinematik otentik—udara beku yang mengembun saat para aktor berbicara, derit es terbelah, hingga cahaya senja Arktik yang sulit ditiru melalui CGI.

Baca Juga: Hadirkan Perselingkuhan dan Trauma, Film Musikal Arti Cinta: Ketika Lagu Menjadi Suara Luka Rumah Tangga

Dari sisi logistik, keputusan syuting di lokasi asli memang menambah biaya transportasi serta asuransi kesehatan kru.

Namun, tim meyakini citra autentik salju dan kota Eropa kuno akan menjadi pembeda dibanding web‑series pendahulunya. Hasilnya terlihat jelas di trailer: warna pastel tembok Grožnjan, tram klasik Zagreb, dan biru pucat es Finlandia memperkaya palet emosi film.

Dengan kombinasi latar artistik Kroasia dan lanskap ekstrem Finlandia, “Sore” diharapkan tidak hanya membuat penonton baper, tetapi juga terpukau oleh pengalaman visual yang jarang muncul di sinema Indonesia.

Film ini dijadwalkan tayang 10 Juli 2025, siap membawa penonton “berwisata” lintas benua bersama Jonathan dan Sore.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#lokasi syuting film sore #Groznjan Zagreb Finlandia #behind the scene #yandi laurens