Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Bukan Cuma Lucu-Lucuan! Ini 7 Fakta Pop Mart yang Bikin Kolektor Pemula Melongo

Siska Yudianti • Selasa, 8 Juli 2025 - 05:10 WIB
Mesin penjual otomatis Pop mart.
Mesin penjual otomatis Pop mart.

RADARBONANG.ID – Sekilas terlihat seperti mainan imut yang bisa dipajang di rak, tapi siapa sangka Pop Mart ternyata menyimpan banyak rahasia dan fakta mengejutkan yang bahkan belum tentu diketahui oleh para kolektor pemula.

Figur lucu dari China ini memang sedang naik daun di kalangan Gen Z dan milenial,

terutama karena konsep blind box-nya yang sukses menciptakan sensasi "kejutan candu".

Tapi di balik tampangnya yang menggemaskan, ada dunia penuh strategi, nilai bisnis, hingga sisi psikologis yang bikin kita bilang: Wow, ini bukan sekadar boneka mini!

Berikut 7 fakta unik Pop Mart yang wajib kamu tahu sebelum ikut-ikutan koleksi atau malah sudah kecanduan tapi belum ngeh!

1. Didesain oleh Seniman Kelas Dunia, Bukan Pabrik Massal Biasa

Molly, Labubu, Skullpanda, dan kawan-kawan bukan karakter asal-asalan.

Masing-masing figur Pop Mart dibuat oleh desainer independen dengan gaya seni khas.

Sebut saja Kenny Wong (Molly) dan Ayan Deng (Skullpanda), yang punya basis fans loyal hingga internasional.

2. Blind Box Bukan Sekadar Gimmick, Tapi Strategi Psikologis

Konsep blind box di Pop Mart sukses menciptakan efek dopamine rush—alias rasa senang karena kejutan.

Hal ini bikin pembeli tertarik membeli lagi dan lagi demi mendapatkan karakter langka, bahkan rela barter atau beli di harga tinggi.

3. Ada Figur 'Hidden' Super Rare yang Bikin Kolektor Berburu Sampai ke Luar Negeri

Setiap seri Pop Mart biasanya punya 1 figur rahasia yang kemunculannya cuma 1:144 box atau bahkan lebih langka.

Ini membuat harga di pasar sekunder bisa melonjak berkali-kali lipat, hingga jutaan rupiah!

4. Nilai Investasi Tinggi: Bisa Jadi Aset Digital Maupun Fisik

Jangan salah, beberapa koleksi Pop Mart rilisan lama kini dijual di marketplace dengan harga fantastis.

Bahkan mulai muncul komunitas yang menjadikan Pop Mart sebagai bentuk investasi koleksi ala NFT fisik.

5. Bukan Cuma Koleksi Pajangan, Ada Komunitas Besar di Baliknya

Komunitas Pop Mart berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Mereka rutin bikin meet up, open box bareng, hingga tukar menukar figur langka.

Bahkan, banyak yang mendesain ulang (custom) Pop Mart mereka sebagai karya seni pribadi.

6. Sering Kolaborasi Eksklusif: Dari Sanrio sampai Disney

Pop Mart nggak main-main dalam kolaborasi. Mulai dari Sanrio, Disney, SpongeBob, hingga Harry Potter, semua pernah jadi karakter Pop Mart.

Koleksi hasil kolaborasi ini biasanya langsung ludes dalam hitungan menit.

7. Figur Kecil, Cuan Besar: Banyak yang Sudah Jadi Reseller Profesional

Tren Pop Mart juga membuka peluang cuan baru. Banyak kolektor yang akhirnya menjadi reseller profesional karena tahu pasar figur ini sangat potensial.

Modalnya? Cukup peka melihat tren dan tahu figur mana yang bakal naik daun.

Jadi, Pop Mart Bukan Sekadar Lucu-Lucuan

Kalau kamu selama ini mengira Pop Mart cuma mainan lucu buat dipajang di meja kerja, mungkin sekarang kamu berpikir dua kali.

Di balik mata besar Molly atau senyum misterius Skullpanda, ada dunia yang penuh strategi bisnis, seni, dan tentu saja… potensi cuan!

Sudah siap masuk dunia Pop Mart atau masih kuat menahan godaan blind box? (*)

Editor : Amin Fauzie
#Kalangan Gen Z #milenial #blind box #Skullpanda #Labubu #koleksi #Molly #Pop Mart #boneka mini