Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Anak Bisnis Wajib Tahu! Ini Cara Kerja Siklus Akuntansi Biar Gak Salah Hitung

Heny Rohmawati • Selasa, 8 Juli 2025 | 06:10 WIB
Siklus akuntansi adalah jantungnya keuangan sebuah bisnis. Foto adalah ilustrasi.
Siklus akuntansi adalah jantungnya keuangan sebuah bisnis. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID – Pernah kepikiran gimana caranya laporan keuangan bisa rapi dan detail sampai ke koma?

Atau kenapa akuntan bisa tahu laba-rugi perusahaan meski tiap hari transaksi berubah?

Jawabannya: semua berkat siklus akuntansi. Ini bukan sekadar rutinitas hitung-hitungan, tapi jantungnya keuangan sebuah bisnis.

Tanpa siklus ini, mustahil perusahaan tahu posisi keuangan yang sebenarnya.

Nah, kalau kamu mahasiswa akuntansi, calon pengusaha, atau pelaku UMKM, memahami siklus akuntansi dari awal sampai akhir adalah wajib. Biar nggak salah langkah saat kelola bisnis!

Apa Itu Siklus Akuntansi?

Siklus akuntansi adalah proses sistematis yang dilakukan untuk mengidentifikasi transaksi, mencatat, dan mengkomunikasikan laporan keuangan dalam periode tertentu.

Gampangnya, ini proses dari “kertas bon” sampai jadi “laporan keuangan” yang siap diserahkan ke pengguna laporan keuangan seperti manajemen, investor, atau bahkan kreditur.

Urutan Lengkap Siklus Akuntansi, Gak Bisa Dilompati!

Berikut 8 langkah utama dalam siklus akuntansi yang harus kamu pahami:

1. Identifikasi dan Analisis Transaksi

Langkah pertama: mencatat semua aktivitas keuangan. Mulai dari pembelian, penjualan, pembayaran gaji, hingga penerimaan kas.

2. Pencatatan ke Jurnal Umum

Semua transaksi dicatat secara kronologis di jurnal umum. Ini adalah “buku harian” keuangan bisnis.

3. Posting ke Buku Besar

Data dari jurnal dipindahkan ke buku besar berdasarkan akun (misalnya kas, piutang, utang). Ini membuat transaksi jadi lebih terorganisir.

4. Menyusun Neraca Saldo

Dari buku besar, kita rangkum ke neraca saldo. Tujuannya untuk memastikan semua debit = kredit.

5. Penyusunan Jurnal Penyesuaian

Jurnal ini untuk mencatat transaksi yang belum tercatat seperti penyusutan, piutang macet, atau akrual.

6. Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Langkah ini memastikan akun-akun sudah siap dibuat laporan keuangan.

7. Menyusun Laporan Keuangan

Inilah hasil akhirnya! Laporan seperti:

8. Jurnal Penutup & Neraca Saldo Setelah Penutupan

Menutup akun sementara agar siklus baru bisa dimulai di periode berikutnya.

Kenapa Siklus Akuntansi Itu Penting?

Banyak UMKM Gagal karena Abaikan Proses Ini

Banyak pengusaha kecil menganggap pencatatan keuangan itu “ribet” dan gak penting.

Padahal, kesalahan dalam siklus akuntansi bisa bikin rugi jutaan atau bahkan bangkrut karena tidak sadar keuangan negatif.

Tips Cepat Mahir Pahami Siklus Akuntansi

Jangan nunggu bisnis besar dulu untuk menerapkan siklus akuntansi.

Mulai dari sekarang, biasakan mencatat dan menyusun laporan dengan sistematis.

Karena angka nggak pernah bohong, tapi mindset malas mencatat bisa bikin bisnis hilang arah. (*)

Editor : Amin Fauzie
#laporan keuangan #laba rugi perusahaan #Apa Itu #tips #Cepat Mahir #Siklus Akuntansi #transaksi