RADARBONANG.ID – Di tengah tren bisnis digital dan startup kekinian, siapa sangka, bisnis lawas seperti ternak burung kenari justru diam-diam menjadi ladang cuan baru yang menjanjikan.
Tak butuh ruang besar, tak perlu modal ratusan juta.
Hanya bermodal Rp500 ribu hingga Rp1 juta, banyak peternak pemula berhasil meraup jutaan rupiah per bulan dari hobi yang kini berubah jadi peluang usaha menjanjikan.
Kenari: Burung Kecil, Pasar Besar
Burung kenari dikenal dengan kicauannya yang merdu dan perawatannya yang relatif mudah.
Dari burung hias hingga burung lomba, kenari punya segmen pasar yang luas, dari anak sekolah hingga kolektor burung profesional.
Pasarnya stabil, permintaan tinggi, dan margin keuntungannya juga menarik.
Dengan hanya 5 pasang kenari, bisa menghasilkan 15–20 anakan per bulan, yang masing-masing bisa dijual dengan harga Rp150 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung jenis dan kualitas suara.
Modal Minim, Bisa Dimulai dari Rumah
Tak seperti usaha peternakan lain yang butuh lahan luas, ternak kenari cukup dilakukan di garasi rumah atau sudut belakang rumah.
Yang penting, sirkulasi udara baik dan cukup pencahayaan.
Modal awal:
- 5 pasang kenari siap produksi: Rp1 juta – Rp2 juta
- Kandang baterai (rak tingkat): Rp500 ribu
- Pakan dan vitamin per bulan: Rp200 ribu
Rahasia Sukses: Telaten & Kenali Pasar
Tantangan utama dalam beternak kenari bukan soal modal, tapi soal ketelatenan dan konsistensi.
Perlu jadwal pakan yang rutin, kebersihan kandang, hingga pemilihan indukan yang unggul.
Di sisi lain, strategi pemasaran juga tak kalah penting. Kini banyak peternak yang menjual via Facebook Marketplace, Instagram, hingga TikTok Live.
Bahkan, komunitas pecinta burung kenari di WhatsApp bisa jadi pasar utama.
Jenis Kenari Paling Dicari:
- Beberapa jenis kenari yang paling laris di pasaran:
- Kenari Yorkshire: Suara merdu, postur gagah. Harga bisa tembus Rp1 jutaan.
- Kenari Lokal Super: Cocok untuk pemula, perawatan mudah.
- Kenari F1 dan F2: Hasil persilangan, populer untuk lomba.
Potensi Jangka Panjang
Dengan semakin banyaknya lomba burung kicau dan komunitas pecinta kenari, bisnis ini dinilai sangat berkelanjutan.
Bahkan, beberapa peternak skala besar kini ekspor kenari ke Malaysia dan Singapura.
Pemerintah daerah pun mulai mendukung, dengan pelatihan dan akses modal UMKM bagi peternak pemula.
Kesimpulannya, ternak burung kenari bukan sekadar hobi, tapi bisa jadi peluang usaha serius di era serba digital ini.
Dengan modal kecil, potensi pasar besar, dan teknik perawatan yang bisa dipelajari siapa pun, bisnis ini sangat cocok untuk pemula, pelajar, ibu rumah tangga, hingga karyawan yang ingin punya penghasilan tambahan. (*)
Editor : Amin Fauzie