RADARBONANG.ID - Peran bidan dalam sistem kesehatan nasional Indonesia terus menjadi sorotan, terutama dalam upaya peningkatan kesehatan ibu, anak, dan keluarga.
Sebagai tenaga kesehatan garis depan, bidan memegang peranan penting dalam memberikan layanan kesehatan reproduksi, kehamilan, persalinan, hingga pendidikan kesehatan keluarga.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, lebih dari 60% proses persalinan di Indonesia ditangani oleh bidan, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh dokter spesialis.
Ini menjadikan bidan sebagai ujung tombak dalam menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan serius di beberapa wilayah.
Tak hanya dalam proses persalinan, bidan juga berperan dalam pelayanan keluarga berencana, penyuluhan gizi, serta pemeriksaan kesehatan rutin untuk ibu dan balita.
Dalam konteks ini, kehadiran bidan menjadi sangat strategis, mengingat keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah pedesaan dan kepulauan.
Dikutip dari www.antaranews.com, Dr. Neni Nurainy, MPH, Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia mengatakan bahwa Bidan mempunya peran penting dalam sebuah kelompok masyarakat, bahkan lebih dari sekedar tenaga kesehatan.
“Bidan bukan hanya tenaga kesehatan teknis, tetapi juga pendidik dan penggerak perilaku hidup sehat dalam keluarga. Mereka punya posisi unik untuk menjembatani masyarakat dengan sistem kesehatan formal.”
Kompetensi dan dedikasi para bidan ini kini mulai mendapatkan pengakuan luas. Pemerintah bersama organisasi profesi seperti IBI (Ikatan Bidan Indonesia) juga terus mendorong peningkatan pelatihan dan sertifikasi untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Dengan tantangan kesehatan masyarakat yang terus berkembang, terutama pasca pandemi dan dalam menghadapi perubahan iklim, keberadaan bidan diprediksi akan semakin krusial.
Perlu dukungan lintas sektor agar peran mereka semakin maksimal dalam mendukung keluarga Indonesia yang sehat dan sejahtera.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah