Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ternyata, Rumah Berantakan Bisa Picu Stres! Ini Alasan Decluttering Jadi Gaya Hidup Baru Anak Muda Kota

Arinie Khaqqo • Jumat, 27 Juni 2025 | 10:00 WIB
Ddecluttering, salah satu gaya hidup kekinian di kalangan urban dan generazi Z. Foto adalah ilustrasi.
Ddecluttering, salah satu gaya hidup kekinian di kalangan urban dan generazi Z. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID – Pernah merasa gelisah tanpa alasan saat melihat meja penuh tumpukan barang?

Atau sulit fokus bekerja di kamar yang penuh dengan kenangan dari zaman kuliah?

Jangan-jangan, kamu belum kenal istilah yang satu ini: decluttering.

Decluttering bukan sekadar beberes rumah ala emak-emak zaman dulu.

Di era serba cepat dan penuh distraksi ini, decluttering justru menjelma jadi gaya hidup kekinian, terutama di kalangan urban dan generasi Z yang ingin hidup lebih mindful dan mental health-friendly.

Apa Itu Decluttering?

Secara sederhana, decluttering adalah proses menyingkirkan barang-barang yang tidak lagi memberi nilai dalam hidup.

Tapi di balik definisi itu, ada perubahan besar yang dirasakan banyak orang: pikiran lebih tenang, ruang jadi lebih hidup.

“Waktu aku mulai decluttering, efeknya bukan cuma rumah yang lega. Rasanya kayak bisa napas lebih dalam,” kata Lala (29), seorang content creator yang mulai menerapkan gaya hidup minimalis sejak pandemi.

Rumah Berantakan Penyebab Pikiran Berantakan?

Riset dari UCLA’s Center on Everyday Lives and Families menemukan bahwa ruang tinggal yang penuh barang bisa memicu hormon stres, terutama pada perempuan.

Otak kita secara tidak sadar bekerja lebih keras saat berada di tempat yang tidak rapi. Barang yang menumpuk itu seperti to-do list visual.

Kita jadi merasa bersalah atau tertekan karena merasa belum menyelesaikan sesuatu.

Decluttering Jadi Tren Digital Detox Baru

Menariknya, tren decluttering kini berjalan beriringan dengan fenomena digital detox.

Banyak anak muda mulai mengurangi notifikasi ponsel, bersih-bersih feed Instagram, sekaligus merapikan kamar mereka.

Sekarang semua orang berlomba-lomba healing. Padahal salah satu healing paling nyata ya decluttering itu sendiri. Bikin hidup lebih sederhana, lebih sadar.

Tips Decluttering Anti-Ribet Buat Pemula

Buat kamu yang baru mulai, ini beberapa cara praktis:

Tak sedikit yang mengira decluttering hanya tren sesaat.

Tapi faktanya, ini sudah jadi bagian dari gerakan slow living dan minimalism yang makin besar di dunia.

Sekarang orang lebih sadar bahwa punya banyak barang belum tentu bikin bahagia.

Yang penting bukan kuantitas, tapi kualitas dan fungsinya.

Decluttering Jadi Solusi Kekinian untuk Stres, Overthinking, dan Hidup yang Penuh Sampah Visual.

Mulai dari sekarang, coba intip sekelilingmu. Apakah barang-barang itu masih berguna, atau cuma jadi beban mental tak kasat mata? (*)

Editor : Amin Fauzie
#Urban #Slow Living #generasi z #pemula #digital detox #decluttering #gaya hidup kekinian #tips