RADARBONANG.ID – Pernah ngerasa hidup orang lain di media sosial jauh lebih wah daripada hidupmu sendiri?
Scroll terus tapi makin kosong, makin cemas, makin lelah sosial?
Hati-hati, itu bisa jadi bukan sekadar insecure. Kamu mungkin sedang kena FOMO!
FOMO (Fear of Missing Out) adalah kondisi psikologis ketika seseorang merasa takut tertinggal atau gak ikut dalam tren, momen, atau pencapaian tertentu, apalagi yang viral di media sosial.
Sayangnya, FOMO bisa memicu overthinking parah dan bikin kualitas hidup merosot diam-diam.
“Awalnya cuma ikut-ikutan update story, lama-lama kok malah ngerasa capek banget sama hidup sendiri,” ungkap Aurel (24), salah satu generasi Z yang akhirnya sadar ia perlu detoks dari media sosial.
FOMO, Racun Digital yang Sering Disangka Hiburan
Dari tampilan hidup glamor selebgram, pencapaian teman seangkatan, sampai tren traveling dadakan yang kayaknya semua orang ikuti.
Dan tanpa disadari, semuanya itu bisa memicu tekanan tersendiri.
FOMO bukan cuma bikin iri, tapi juga bisa bikin kamu kehilangan koneksi sama realita.
Menurut psikolog klinis, FOMO bisa menyebabkan stres, burnout, bahkan gangguan tidur dan kepercayaan diri.
Ini terjadi karena otak terus-menerus membandingkan diri sendiri dengan standar kesuksesan orang lain versi digital.
Tanda-Tanda Kamu Kena FOMO
- Merasa gak tenang kalau gak buka media sosial selama beberapa jam
- Sering iri dengan pencapaian atau gaya hidup orang lain
- Ikut tren bukan karena suka, tapi takut ketinggalan
- Merasa waktu 24 jam gak cukup buat jadi versi terbaik
- Makin sering overthinking dan kehilangan motivasi real life
Yuk, Coba Detoks Digital! Gak Harus Hilang Total, Tapi Sadari Batasnya
Detoks digital bukan berarti kamu harus menghilang sepenuhnya dari dunia maya.
Tapi kamu perlu membangun ulang hubungan sehat dengan media sosial.
Berikut cara mengatasi FOMO dan memulihkan kesehatan mental:
- Tentukan waktu khusus untuk buka media sosial
- Unfollow akun yang bikin kamu ngerasa gak cukup
- Fokus ke rutinitas nyata, bukan validasi online
- Luangkan waktu buat journaling, olahraga, atau ngobrol tatap muka
- Ganti screen time dengan self-care time
Mengakui kalau kamu kena FOMO bukan kelemahan. Justru itu langkah awal untuk mulai healing.
Detoks digital bukan sekadar tren gaya hidup, tapi kebutuhan agar kamu bisa hidup lebih mindful dan bebas tekanan yang gak perlu.
Jadi, masih mau terus-terusan merasa tertinggal? Atau udah siap untuk #HidupLebihReal? (*)
Editor : Amin Fauzie