RADARBONANG.ID - ARTJOG 2025 kembali digelar sebagai “hari raya seni” di Jogja National Museum (JNM), menghadirkan Motif: Amalan sebagai tema besar pameran yang berlangsung mulai 20 Juni hingga 31 Agustus 2025 .
Pada pameran kali ini, lebih dari 47 seniman kontemporer dan 44 anak-anak serta remaja dipilih untuk menampilkan karya mereka, menjadikannya wadah ekspresi dan healing—khususnya bagi generasi muda—yang memadukan estetika visual dan pemulihan batin
ARTJOG 2025 diselenggarakan mulai tanggal 20 Juni hingga 31 Agustus 2025 di Jogja National Museum, Jalan Ki Amri Yahya No.1, Yogyakarta.
Mengusung tema besar “Motif: Amalan”, pameran ini ingin menunjukkan bahwa seni bukan sekadar keindahan visual, tetapi juga merupakan tindakan atau perbuatan baik yang bisa memberikan dampak positif.
Pameran tahun ini menampilkan karya dari 47 seniman profesional dan 44 partisipan muda dari program ARTJOG Kids dan Young Artist Awards.
Untuk harga tiket, pengunjung bisa menikmati harga presale sebesar Rp50.000 pada periode 22–31 Mei 2025.
Setelah itu, tiket reguler dibanderol Rp80.000 untuk dewasa dan Rp50.000 untuk anak usia 6–15 tahun, sementara anak di bawah 6 tahun dapat masuk secara gratis.
Selain pameran utama, ARTJOG 2025 juga menghadirkan berbagai program pendukung seperti Curatorial Tour, Meet the Artist, performa•ARTJOG, Artcare Indonesia, dan Jogja Art Weeks, semuanya bisa diikuti tanpa biaya tambahan.
Mengapa ArtJog Cocok untuk Generasi Muda?
-
Ekspresi kreatif bebas – Menjadi ruang yang merayakan ide, gagasan, bahkan kegelisahan dalam bentuk seni.
-
Healing visual dan mental – Menikmati karya visual dan ruang interaktif memberi efek relaksasi, mengurangi stres serta meningkatkan mood.
-
Interaksi sosial – Banyak program kolaboratif dan gangguan interaksi langsung dengan seniman, memperkaya pengalaman berbagi dan belajar.
-
Nutrisi pikiran – Menyerap narasi karya memperkaya wawasan, membangkitkan empati dan refleksi diri yang bermanfaat bagi kesehatan mental.
Manfaat Pameran Seni untuk Kesehatan
-
Reduksi stres: Menyelami karya visual dapat meredakan kecemasan dan tekanan emosional.
-
Stimulasi kognitif: Mengamati dan memahami konteks seni melatih konsentrasi serta pemikiran kritis.
-
Mood booster: Pengalaman estetika memicu pelepasan hormon bahagia seperti dopamin.
-
Refleksi diri & empati: Karya seni sering membawa kita memasuki perspektif baru—menumbuhkan kesadaran sosial dan empati.
ARTJOG 2025 bukan sekadar pameran—ini adalah sebuah ritual estetis yang dirayakan generasi muda sebagai ruang terapi dan ekspresi.
Dengan tema kuat seperti Motif: Amalan, pameran ini berbicara lebih dari sekadar keindahan visual: ia mengingatkan kita bahwa seni sejati adalah tindakan baik yang mempu menghanyutkan dan menyembuhkan.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah