Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mengenal Apa Itu NEET dan Jumlah Gen Z di Indonesia yang Mengalaminya

Amaliya Syafithri • Rabu, 19 Februari 2025 | 13:58 WIB
Mengenal apa itu Neet yang terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia.
Mengenal apa itu Neet yang terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia.

RADARBONANG - Not In Education, Employment, & Training (NEET) adalah kondisi di mana seseorang tidak sedang menjalani pendidikan, pekerjaan, dan pelatihan.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat total hampir 9,9 juta Gen Z yang memiliki status NEET.

Berdasarkan data tahun 2015 - 2024 lalu, jumlah Gen Z berstatus NEET berada pada persentase stabil, yakni 20 - 24 persen dari total jumlah penduduk dengan usia 15 - 24 tahun.

Apa yang menyebabkan Gen Z menjadi NEET? Berikut ini penyebab Gen Z menjadi NEET, dilansir dari postingan akun Instagram @dealls.jobs pada Selasa (18/2).

1. Putus asa
2. Disabilitas
3. Finansial dan pendidikan terbatas
4. Kewajiban rumah tangga (khususnya ibu rumah tangga)

Namun, ada lagi yang menarik, yaitu menurut data tahun 2023, NEET menunjukkan bahwa Gen Z perempuan > Gen Z laki-laki dengan jumlah 5,73 juta perempuan dan 4,17 juta laki-laki.

Jika dikaitkan dengan penyebab nomor 4, maka bisa jadi perempuan yang terlibat dalam urusan rumah tangga sulit untuk melanjutkan sekolah atau menambah skill.

Namun, NEET ini tidak hanya terjadi di Indonesia, masyarakat di beberapa negara lain juga mengalami hal tersebut, dan sebutannya juga berbeda-beda. Contoh :

1. Jepang : Hikikomori
2. China : Drifters
3. Amerika : Boomerang Kids

Faktor penyebab pada tiap negara berbeda-beda, bisa karena tekanan sosial, budaya, ekonomi, bahkan psikologis.

Untuk mengatasi NEET, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan. Di Indonesia, upaya dilakukan dengan membangun karakter dan life skills relevan sejak dini, serta penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri.

Sementara itu, di Jepang cara yang dilakukan adalah orang tua harus sabar dan tidak menekan anak, dan sebaiknya orang tua juga "memaksa" anak untuk keluar dari rumah untuk beraktivitas. (*)

Flare menyala di laga Persela vs Persijap Babak 8 besar liga 2.
Flare menyala di laga Persela vs Persijap Babak 8 besar liga 2.
INFRASTRUKTUR: Dalam PPM PT BSI banyak membangun jalan, jembatan, bendungan, dan normalisasi sungai di sekitar Ring 1 Kecamatan Pesanggaran.
INFRASTRUKTUR: Dalam PPM PT BSI banyak membangun jalan, jembatan, bendungan, dan normalisasi sungai di sekitar Ring 1 Kecamatan Pesanggaran.
ANAK BANGSA: PT BSI mengajak siswa SDN di wilayah Ring 1 Kecamatan Pesanggaran belajar komputer bersama.
ANAK BANGSA: PT BSI mengajak siswa SDN di wilayah Ring 1 Kecamatan Pesanggaran belajar komputer bersama.
SAHABAT BSI: Menggerakkan masyarakat untuk mandiri dan meningkatkan kesejahteraannya dengan mendukung UKM.
SAHABAT BSI: Menggerakkan masyarakat untuk mandiri dan meningkatkan kesejahteraannya dengan mendukung UKM.
SUMRINGAH: Tim medis dari PT BSI memeriksa kesehatan warga yang tinggal di di sekitar perusahaan.
SUMRINGAH: Tim medis dari PT BSI memeriksa kesehatan warga yang tinggal di di sekitar perusahaan.
BELAJAR: PT BSI membangun rumah pintar di sekitar perusahaan untuk warga Banyuwangi.
BELAJAR: PT BSI membangun rumah pintar di sekitar perusahaan untuk warga Banyuwangi.
SEJAHTERA: PT BSI membantu warga di perkampungan wilayah Ring 1 Kecamatan Pesanggaran dengan pavingisasi
SEJAHTERA: PT BSI membantu warga di perkampungan wilayah Ring 1 Kecamatan Pesanggaran dengan pavingisasi
Editor : Yudha Satria Aditama
#finansial #Gen Z #putus asa #disabilitas #NEET #rumah tangga