RADARBONANG - Not In Education, Employment, & Training (NEET) adalah kondisi di mana seseorang tidak sedang menjalani pendidikan, pekerjaan, dan pelatihan.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat total hampir 9,9 juta Gen Z yang memiliki status NEET.
Berdasarkan data tahun 2015 - 2024 lalu, jumlah Gen Z berstatus NEET berada pada persentase stabil, yakni 20 - 24 persen dari total jumlah penduduk dengan usia 15 - 24 tahun.
Apa yang menyebabkan Gen Z menjadi NEET? Berikut ini penyebab Gen Z menjadi NEET, dilansir dari postingan akun Instagram @dealls.jobs pada Selasa (18/2).
1. Putus asa
2. Disabilitas
3. Finansial dan pendidikan terbatas
4. Kewajiban rumah tangga (khususnya ibu rumah tangga)
Namun, ada lagi yang menarik, yaitu menurut data tahun 2023, NEET menunjukkan bahwa Gen Z perempuan > Gen Z laki-laki dengan jumlah 5,73 juta perempuan dan 4,17 juta laki-laki.
Jika dikaitkan dengan penyebab nomor 4, maka bisa jadi perempuan yang terlibat dalam urusan rumah tangga sulit untuk melanjutkan sekolah atau menambah skill.
Namun, NEET ini tidak hanya terjadi di Indonesia, masyarakat di beberapa negara lain juga mengalami hal tersebut, dan sebutannya juga berbeda-beda. Contoh :
1. Jepang : Hikikomori
2. China : Drifters
3. Amerika : Boomerang Kids
Faktor penyebab pada tiap negara berbeda-beda, bisa karena tekanan sosial, budaya, ekonomi, bahkan psikologis.
Untuk mengatasi NEET, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan. Di Indonesia, upaya dilakukan dengan membangun karakter dan life skills relevan sejak dini, serta penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, di Jepang cara yang dilakukan adalah orang tua harus sabar dan tidak menekan anak, dan sebaiknya orang tua juga "memaksa" anak untuk keluar dari rumah untuk beraktivitas. (*)