RADARBONANG.ID - Kata "jancok" atau "jancuk" bukan cuma umpatan khas Jawa Timur, tapi juga jadi simbol ekspresi yang fleksibel banget.
Bisa buat ngelampiasin marah, bercanda, atau malah saking senengnya.
Tapi, asal-usulnya gimana, sih? Banyak teori berseliweran di internet, tapi nggak semuanya masuk akal. Yuk, kita kulik satu per satu versi asal kata ini, ala anak muda banget!
1. Versi Tank Belanda: Jan Cox
Ada cerita kalau pas zaman penjajahan Belanda, arek-arek Surabaya teriak "Jan Cox!" karena ada tulisan itu di tank Belanda.
Tapi, fakta sejarah bilang beda. Tulisannya emang bener ada, tapi di Garut, bukan Surabaya, dan nama aslinya dibaca “Yan Koks.”
Plus, Jan Cox itu ternyata nama pelukis yang nggak ada hubungannya sama Indonesia. Jadi, teori ini agak meleset.
2. Versi Yantye Ook: Plesetan Indo-Belanda
Cerita ini bilang kalau "jancok" berasal dari frasa Belanda yantye ook, yang artinya “kamu juga.” Katanya, arek Surabaya sering ngejek blasteran Indo-Belanda pakai ini.
Tapi masalahnya, yantye ook itu nggak ada konotasi negatif. Jadi, kalau pun bener jadi “jancok,” kok kesannya maksa banget, ya?
3. Versi Jepang: Sudanco
Ada yang bilang kata ini berasal dari shodanco, pangkat di militer Jepang dan PETA (Pembela Tanah Air).
Tapi teori ini juga rada meleset. Kenapa? Karena shodanco itu gelar resmi, bukan kata umpatan.
Jadi, nggak mungkin banget evolusi bahasanya langsung ke "jancok" yang vibes-nya jauh banget.
4. Versi Arab: Da’suk
Versi ini bilang “jancok” asalnya dari frasa Arab da’suk, yang artinya “tinggalkan keburukan.”
Hmm, masalahnya? Frasa itu nggak ada di bahasa Arab.
Jadi, kemungkinan besar cuma karangan orang yang pengen bikin cerita asal-usul lebih eksotis.
Jadi, dari mana asalnya?
Jawaban jujurnya? Nggak ada yang tahu pasti. Semua teori ini lebih mirip urban legend daripada fakta sejarah.
Tapi apa artinya? Ya, artinya kita bisa menikmati kata “jancok” ini sebagai bagian dari kreativitas arek-arek Surabaya.
Kadang, kata yang kita pakai itu nggak butuh cerita asal-usul yang ribet, cukup dirasain aja vibes-nya.
Kata “jancok” itu udah jadi bagian dari ekspresi khas kita. Nggak perlu ribet mikirin dari mana asalnya.
Seperti hidup ini, santai aja kan? Jadi, jancok, enjoy your day! (*)