RADARBONANG.ID - Istilah 'jam koma' belakangan ini viral di media sosial, khususnya di kalangan gen Z.
Frasa tersebut dipakai untuk menggambarkan kondisi kelelahan fisik dan mental yang sering muncul setelah aktivitas panjang seharian.
Ungkapan ini kerap mencuat dalam unggahan warganet di medsos, khususnya dalam konteks kelucuan karena kurangnya fokus seseorang.
Lalu, sebenarnya apa artinya dan kenapa banyak warganet mengalaminya?
Fenomena istilah baru Gen Z 'jam koma' ini jadi perbincangan usai munculnya sejumlah video kompilasi di media sosial.
Video-video tersebut menampilkan momen di mana orang-orang terlihat sangat lelah sehingga bertindak kurang fokus, misalnya tidak sadar uangnya jatuh saat transaksi di ATM, lupa memberikan helm kepada pengemudi ojek daring, atau lupa membawa belanjaan dari kasir minimarket.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah 'jam koma' terdiri dari dua kata, yakni 'jam' yang berarti waktu dan 'koma' yang merujuk pada kondisi tidak sadar atau tidak mampu merespons rangsangan.
Maka, 'jam koma' dipahami sebagai waktu-waktu saat seseorang merasa sangat lelah dan cenderung tak fokus, biasanya terjadi di sore atau malam hari setelah seharian beraktivitas.
Istilah ini juga mirip dengan kondisi medis 'cognitive fatigue' atau kelelahan kognitif, yaitu penurunan kemampuan berpikir dan berkonsentrasi.
Berdasarkan Medical News Today, kelelahan kognitif membuat seseorang sulit mengingat, belajar, dan menyelesaikan masalah dengan baik.
Beberapa gejala kelelahan kognitif antara lain kesulitan fokus saat bekerja, lambat dalam mengambil keputusan, serta sering lupa atau membuat kesalahan.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari stres, kurang tidur, hingga multitasking yang berlebihan.
Untuk mengatasi 'jam koma' atau kelelahan kognitif ini, disarankan agar individu melakukan istirahat, meditasi, tidur yang cukup, serta membuat jadwal rutin untuk beristirahat guna menjaga kondisi tubuh dan pikiran tetap segar. (*)