RADARBONANG.ID - Kemandulan atau ketidaksuburan pada pria dan wanita adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik fisik, hormonal, maupun gaya hidup.
Meskipun begitu, banyak orang sering kali tidak menyadari tanda-tanda awal dari kondisi ini.
Lalu, apa yang menjadi penyebab pria dan wanita mandul, dan bagaimana gejala dan ciri-cirinya?
Infertilitas, atau ketidaksuburan, menjadi realitas yang menyakitkan bagi banyak orang, dan dapat memengaruhi kehidupan emosional dan sosial pasangan.
Infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan salah satu atau kedua pasangan untuk hamil meskipun telah berusaha melakukan hubungan seksual tanpa kontrasepsi dalam jangka waktu tertentu.
Penyebab ketidaksuburan tidak hanya berasal dari pihak wanita, artinya baik pria maupun wanita memiliki kontribusi yang setara dalam masalah ini.
Bahkan, menurut sebuah penelitian, sekitar 30% masalah infertilitas disebabkan oleh faktor pria, 30% oleh faktor wanita, dan 40% disebabkan oleh faktor lain.
Ya, memiliki anak adalah impian bagi banyak pasangan yang telah menikah. Namun, bagi pasangan yang menghadapi tantangan dalam mendapatkan keturunan, perjalanan menuju kehamilan bisa terasa penuh rintangan.
Pada pria, penyebab kemandulan dapat mencakup masalah pada produksi sperma, ketidakseimbangan hormon, atau gangguan fungsi seksual.
Sementara itu, pada wanita, ketidaksuburan sering kali terkait dengan gangguan ovulasi, masalah berat badan, hingga kondisi medis seperti endometriosis.
Dengan memahami lebih dalam mengenai gejala dan penyebab kemandulan pada pria dan wanita, diharapkan individu dan pasangan dapat lebih dini mengenali tanda-tandanya dan mencari penanganan yang tepat.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini ciri-ciri pria dan wanita mandul serta penyebabnya yang mudah diidentifikasi, Radar Bonang merangkumnya dari laman healthline dan berbagai sumber terpercaya lainnya.
Ciri-ciri Wanita Mandul
Seorang wanita yang mengalami kemandulan atau tidak mampu hamil biasanya disebabkan oleh masalah dalam proses ovulasi.
Meskipun kita tidak dapat melihat secara langsung apa yang terjadi di dalam tubuh, ada beberapa tanda yang dapat membantu mengidentifikasi kondisi ini.
Berikut adalah beberapa ciri yang dapat menjadi petunjuk:
1. Siklus Haid Tidak Teratur atau Berhenti Total
Ketidakaturan dalam siklus menstruasi bisa menjadi indikator kuat adanya masalah kesuburan.
Umumnya, ketidaknormalan ini disebabkan oleh gangguan ovulasi.
Jika siklus menstruasi berlangsung kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
2. Darah Menstruasi Terlalu Sedikit atau Terlalu Banyak
Dalam keadaan normal, wanita mengalami perdarahan haid yang berlangsung antara 3 hingga 7 hari.
Namun, jika jumlah darah yang keluar sangat sedikit atau, sebaliknya, sangat banyak dan berkepanjangan, ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesuburan.
Perubahan dalam pola menstruasi ini perlu diperhatikan dan sebaiknya dibahas dengan tenaga medis untuk penanganan yang tepat.
3. Endometriosis
Kram menstruasi yang dialami seorang wanita tidak selalu menjadi tanda ketidaksuburan.
Namun, jika Anda merasakan kram yang sangat menyakitkan, kesakitan saat berhubungan intim, pendarahan di luar periode haid yang normal, nyeri di area dubur, atau bahkan mengalami perdarahan saat buang air kecil, ini bisa menjadi gejala endometriosis.
Kondisi ini, di mana jaringan yang mirip dengan lapisan rahim tumbuh di luar rahim, dapat menjadi salah satu penyebab utama mandul pada wanita.
Memahami tanda-tanda ini sangat penting, dan jika Anda mengalaminya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan penanganan yang tepat.
4. Berat Badan yang Tidak Ideal
Kesehatan reproduksi seseorang dapat dipengaruhi oleh berat badan.
Wanita yang terlalu kurus akibat kekurangan gizi atau olahraga berlebihan berisiko lebih tinggi mengalami kesulitan untuk hamil.
Sebaliknya, kelebihan berat badan juga dapat mengganggu kesuburan.
Penting bagi wanita untuk menjaga berat badan dalam kisaran yang sehat agar mendukung fungsi reproduksi yang optimal.
5. Keguguran Berulang
Meskipun ketidaksuburan sering kali diartikan sebagai ketidakmampuan untuk hamil, wanita yang mengalami keguguran lebih dari tiga kali juga dapat menghadapi tantangan dalam usaha untuk memiliki anak lagi.
Keguguran berulang bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius yang perlu ditangani.
6. Penyakit Tertentu
Berbagai kondisi medis, seperti diabetes dan hipotiroidisme, dapat menjadi penghalang bagi wanita untuk hamil.
Selain penyakit itu sendiri, terapi yang dijalani juga bisa memengaruhi kesuburan.
Misalnya, penggunaan insulin, obat antidepresan, dan terapi hormon tiroid dapat mengganggu siklus menstruasi.
7. Riwayat Kanker
Wanita yang memiliki riwayat kanker dan telah menjalani pengobatan, terutama terapi radiasi di area reproduksi, mungkin mengalami kesulitan dalam mendapatkan keturunan.
Obat-obatan yang digunakan dalam pengobatan kanker dapat memengaruhi perkembangan sel telur dan menyebabkan ketidakseimbangan hormonal.
8. Penyakit Menular Seksual
Penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore dapat menjadi penyebab ketidaksuburan, karena infeksi ini dapat menyebabkan peradangan yang menghalangi saluran tuba falopi.
Gejala dari penyakit ini sering kali tidak terlihat, terutama pada wanita, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
9. Usia di Atas 35 Tahun
Ketika seorang wanita berusia di atas 35 tahun, risiko untuk mengalami mandul meningkat.
Pada usia 30 tahun, kemungkinan untuk hamil masih sekitar 20%, tetapi angka ini menurun drastis menjadi 5% pada usia 40 tahun.
Jika Anda berusia 35 tahun ke atas dan belum juga hamil setelah enam bulan berhubungan intim secara teratur, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.
10. Penurunan Libido
Salah satu faktor lain yang dapat memengaruhi kesuburan wanita adalah menurunnya libido.
Penurunan gairah seksual ini bisa disebabkan oleh stres atau efek samping dari pengobatan tertentu, yang pada gilirannya dapat menyulitkan wanita untuk hamil.
Penyebab Wanita Mandul
Salah satu penyebab utama adalah pola makan yang tidak sehat.
Dalam kehidupan yang padat, banyak wanita cenderung mengabaikan pentingnya asupan gizi yang seimbang.
Berikut adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari untuk menjaga kesuburan wanita:
1. Kedelai
Konsumsi kedelai yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti pendarahan abnormal, termasuk polip dan endometriosis.
2. Makanan Manis
Makanan dengan kandungan gula tinggi, seperti kue beras, donat, bagel, dan nasi putih, dapat meningkatkan risiko ketidaksuburan.
3. Produk Kafein
Mengonsumsi lebih dari 300 gram kafein per hari, seperti dalam kopi, dapat berpotensi menyebabkan kemandulan. Oleh karena itu, penting untuk membatasi asupan kafein.
4. Daging dan Telur Mentah
Makanan yang tidak dimasak dengan baik berisiko mengandung bakteri berbahaya, seperti salmonella, yang dapat memengaruhi kesuburan.
5. Makanan dengan Lemak Jenuh
Makanan yang tinggi lemak jenuh, seperti coklat hitam, mentega, dan keju, sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi.
6. Minuman Beralkohol
Konsumsi alkohol dapat mengurangi produksi testosteron dan sperma, sehingga berdampak negatif pada kesuburan pria dan wanita.
Ciri-ciri Pria Mandul
Kemandulan pada pria sering kali disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan produksi dan pengeluaran sperma oleh testis.
Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah ketidakseimbangan hormon dan adanya penyumbatan pada saluran reproduksi.
Terdapat sekitar 20% pria yang mengalami kesulitan akibat penghalang yang menghambat pergerakan sperma dari testis ke penis, baik itu disebabkan oleh faktor alami atau akibat prosedur vasektomi.
Selain itu, sekitar 10% hingga 15% kasus infertilitas pria disebabkan oleh jumlah sperma yang rendah atau adanya sperma yang cacat.
Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri pria yang mengalami kemandulan:
1. Perubahan Gairah Seksual
Perubahan dalam gairah seksual pria sering kali berhubungan dengan kadar hormon.
Ketidakseimbangan hormon dapat mengakibatkan rendahnya produksi sperma, yang didefinisikan sebagai jumlah sperma kurang dari 15 juta per mililiter semen atau kurang dari 39 juta per ejakulasi.
2. Ereksi Bermasalah
Kesulitan dalam mencapai ereksi dapat menjadi indikasi masalah kesuburan pada pria.
Faktor penyebabnya bisa bersifat psikologis, seperti kecemasan atau rasa percaya diri yang rendah, atau kondisi medis seperti diabetes dan hipertensi.
3. Kelainan Testis
Kesehatan testis sangat penting bagi kesuburan karena organ ini memproduksi testosteron dan sperma.
Gangguan seperti kanker, varikokel (pelebaran pembuluh darah), dan hidrokel (penumpukan cairan) dapat mengganggu fungsi testis, mengakibatkan suhu yang meningkat dan mempengaruhi kualitas sperma.
4. Testis Bengkak atau Terasa Sakit
Infeksi, seperti infeksi bakteri E.coli atau infeksi menular seksual, dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada testis.
5. Gangguan Ejakulasi
Gangguan dalam proses ejakulasi, di mana sperma tidak dapat didistribusikan dengan baik saat berhubungan intim, juga dapat berkontribusi pada kemandulan.
6. Gangguan Fungsi Seksual
Kesulitan dalam mempertahankan ereksi atau masalah lain, seperti volume cairan mani yang sedikit atau bentuk sperma yang abnormal, dapat menghambat kemampuan pria untuk memiliki keturunan.
7. Jumlah Sperma yang Dikeluarkan Terlalu Sedikit
Sperma dianggap rendah jika jumlahnya kurang dari 15 juta per mililiter atau kurang dari 39 juta per ejakulasi.
Infeksi, varikokel, dan ketidakseimbangan hormon adalah beberapa penyebabnya.
8. Terjadi Perubahan Pertumbuhan Rambut
Perubahan pada pertumbuhan rambut, termasuk di wajah, dapat menjadi indikator kesuburan.
Pria yang memiliki pertumbuhan rambut yang baik biasanya memiliki kadar hormon yang seimbang dan sperma yang sehat.
9. Tekstur Testikel yang Kecil dan Padat
Pria subur umumnya memiliki testis yang lebih besar dan normal, sementara testis yang lebih kecil dan padat dapat menunjukkan masalah dalam produksi sperma.
10. Massa Otot yang Lebih Rendah
Pria yang subur biasanya memiliki massa otot yang lebih besar.
Sebaliknya, pria dengan kadar testosteron rendah cenderung memiliki massa otot yang lebih kecil, yang dapat berdampak pada fungsi reproduksi dan produksi sperma.
Penyebab Pria Mandul
Berikut adalah beberapa penyebab yang umum terkait dengan kemandulan pada pria:
1. Merokok
Kebiasaan merokok memiliki dampak buruk yang signifikan terhadap kesuburan pria.
Merokok dapat menurunkan kualitas sperma, mengganggu keseimbangan hormon, serta meningkatkan risiko ejakulasi dini dan disfungsi ereksi.
Selain itu, jika berhasil hamil, merokok juga berpotensi menyebabkan kerusakan kromosom pada janin.
2. Konsumsi Minuman Beralkohol
Frekuensi konsumsi alkohol yang tinggi dapat merusak sistem hormonal, yang berperan penting dalam mengatur kesuburan pria. Kerusakan ini dapat berdampak langsung pada kemampuan reproduksi.
3. Celana Ketat
Memakai celana yang terlalu ketat dapat mengganggu suhu normal skrotum, yang penting untuk produksi sperma.
Disarankan untuk memilih pakaian dalam dan luar yang longgar dan berbahan breathable.
4. Paparan Radiasi
Pria yang bekerja dalam lingkungan yang berisiko tinggi terhadap radiasi dapat mengalami gangguan kesuburan.
Radiasi dari logam berat atau bahan radioaktif dapat merusak sel dan kromosom, berpotensi menyebabkan anak dengan cacat lahir.
5. Berendam Air Panas
Berendam dalam air panas terlalu lama dapat membuat testis kepanasan, yang berkontribusi pada penurunan kualitas sperma.
6. Steroid
Penggunaan steroid untuk membentuk otot dapat menyebabkan efek samping serius, termasuk kemandulan dan risiko tumor.
7. Penggunaan Laptop
Menggunakan laptop di pangkuan dapat meningkatkan suhu di area testis, yang berpotensi merugikan kualitas sperma.
8. Stres
Stres yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormonal dan, pada gilirannya, memengaruhi kualitas dan jumlah sperma.
9. Obesitas
Obesitas menyebabkan perubahan hormonal yang tidak normal, yang dapat menghambat kesuburan pria.
10. Kurang Nutrisi Penting
Kekurangan nutrisi penting, seperti zat besi, vitamin C, dan seng, dapat melemahkan tubuh dan menurunkan fungsi organ reproduksi, termasuk produksi sperma.
Itulah beberapa ciri-ciri dan penyebab pria dan wanita mandul.
Dengan memahami lebih dalam mengenai ciri-ciri dan penyebab kemandulan pada pria dan wanita, diharapkan individu dan pasangan dapat lebih dini mengenali tanda-tandanya dan mencari penanganan yang tepat. Semoga bermanfaat (*)