Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Dibalik Cerita Kisah Nasi Menangis Ucapan Orang Tua Tahun 80-an Bagi yang Susah Makan, Begini Pesan Moralnya

M. Afiqul Adib • Jumat, 16 Agustus 2024 | 17:25 WIB
Kisah Nasi Menangis, kalimat yang sering diucapkan orang tua sebelum 1980 an ketika anak-anak mereka susah makan atau makan tidak pernah habis.
Kisah Nasi Menangis, kalimat yang sering diucapkan orang tua sebelum 1980 an ketika anak-anak mereka susah makan atau makan tidak pernah habis.

TUBAN-Siapa yang ketika kecil susah makan atau makan nggak pernah habis?

Melihat itu, orang tuanya spontan mengatakan, ‘’Nasinya nangis kalau nggak dihabisin.’’

Bagi mereka yang kelahiran sebelum 1980-an, pasti nggak asing dengan kalimat tersebut. Kalimat yang sarat dengan pesan moral yang mendalam dibalik cerita "Kisah Nasi Menangis"

Kisah Nasi Menangis ini sebenarnya sebuah metafora yang berasal dari sebuah realita pahit dari masa lalu.

Kala itu, kondisi masyarakat Indonesia kekurangan pangan.

Pada zaman tersebut, muncul mitos penokohan Dewi Sri, yakni Dewi Padi.

Dewi Sri dipercaya mengorbankan dirinya menjadi padi untuk membantu masyarakat.

Mitos Dewi Sri tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Cerita yang muncul pun hampir serupa: tumbuh padi dari tubuh seorang wanita.

Metafora kisah Nasi Menangis muncul dari keyakinan bahwa jika kita tidak menghabiskan makanan, terutama nasi, makanan tersebut akan menangis.

Ini adalah cerminan dari pentingnya nasi sebagai makanan pokok di Indonesia.

Cerita ini mengandung pesan moral yang mendalam.

Ini mengingatkan kita bahwa perjuangan untuk mendapatkan beras penuh dengan tantangan, sehingga kita seharusnya menghargainya dengan tidak membuang makanan.

Jika dilogikakan, nasi bukan makhluk hidup, yang tentu susah diterima akal kalau dia menangis.

Namun, harus diakui kalau keberadaan nasi cukup memberikan manfaat.

Apalagi, nasi merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia.

Karena itu, meski kita tidak mendengar tangisan nasi, Rasulullah SAW selalu mengingatkan agar kita tidak menjadi pribadi yang mubazir.

Membuang nasi adalah tindakan yang tidak baik, terutama ketika masih banyak saudara kita yang membutuhkan makanan.

Jadi, masihkah kita ingin membuang nasi?

Begitulah kira-kira cerita di balik kalimat, “Nasinya bakal nangis kalau tidak dihabiskan.”

Karena itu, mari menghargai tiap makanan dengan menghabiskannya.
Jangan buang-buang makanan lagi! (*)

Editor : Dwi Setiyawan
#susah makan #pesan moral #mitos #makan nggak pernah habis #Kisah Nasi Menangis #sebelum 1980 an #dewi sri