TUBAN - Anggrek hitam adalah tumbuhan eksotis. Di Indonesia, ada jenis anggrek hitam yang dikenal dengan nama anggrek hitam Kalimantan. Banyak juga yang menyebutnya dengan anggrek hitam Papua.
Ya, anggrek hitam yang memiliki nama ilmiah Coelogyne pandurata Lindl ini merupakan flora endemik langka.
Baca artikel detikTravel, "Anggrek Hitam, Si Cantik yang Ternyata Berkhasiat" selengkapnya https://travel.detik.com/travel-news/d-5507300/anggrek-hitam-si-cantik-yang-ternyata-berkhasiat.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Baca artikel detikTravel, "Anggrek Hitam, Si Cantik yang Ternyata Berkhasiat" selengkapnya https://travel.detik.com/travel-news/d-5507300/anggrek-hitam-si-cantik-yang-ternyata-berkhasiat.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Tanaman ini dikenal secara internasional sebagai "The Black Blood-Red Dendrobium" atau Anggrek Dendrobium Hitam-Merah Darah, dengan nama latin Dendrobium atroviolaceum Rolfe.
Namun, benarkah yang selama ini disebut anggrek hitam Papua tersebut adalah anggrek alami yang hidup di hutan Papua?
Meluruskan kesalahan informasi mengenai anggrek hitam Papua, Calon Pengendali Ekosistem Hutan di Balai Besar KSDA Papua Barat, Reza Saputra menjelaskan di laman bbksda-papuabarat.com, bahwa anggrek yang selama ini dikenal dengan anggrek hitam papua ini sebenarnya bukanlah anggrek alami asal Papua.
Anggrek yang dimaksud merupakan hasil persilangan yang dilakukan oleh Andi Easton, seorang pakar budidaya anggrek Cymbidium dari Amerika Serikat.
Indukan anggrek ini adalah Cymbidium Janet Holland dan Cymbidium Khairpour.
Nah, dikarenakan ada simpang siur mengenai penamaan di atas, lebih baik selanjutnya penulis menyebutnya dengan anggrek hitam saja.
Anggrek hitam merupakan jenis anggrek epifit yang tumbuh menempel pada tumbuhan lain tanpa merugikan inangnya.
Keindahan anggrek ini terletak pada kelopak bunganya yang berwarna hitam legam, dengan putik dan benang sari berwarna merah muda keunguan.
Anggrek ini banyak dijumpai di alam liar, menempel di batang-batang pohon hutan Papua dan Kalimantan. Mungkin karena itu anggrek hitam ini disebut sebagai anggrek hitam Papua.
Upaya budidaya anggrek hitam sering kali mengalami kegagalan, dengan tingkat keberhasilan hanya sekitar 20-30%.
Cara Merawat Anggrek Hitam
Anggrek hitam memerlukan perawatan khusus agar dapat tumbuh dengan baik.
Nah, berikut adalah beberapa langkah untuk merawat anggrek hitam:
1. Pencahayaan
Anggrek ini membutuhkan cahaya yang cukup, namun tidak langsung terkena sinar matahari. Letakkan tanaman di tempat yang mendapatkan cahaya tidak langsung.
2. Sirkulasi Udara
Pastikan sirkulasi udara di sekitar tanaman baik. Tempat dengan ventilasi yang baik sangat penting untuk pertumbuhan anggrek hitam ini.
3. Ketinggian
Anggrek ini biasanya tumbuh di tempat yang tinggi dengan suhu sejuk.
Untuk meniru kondisi alaminya, letakkan anggrek di tempat yang terang namun tidak terlalu panas.
4. Media Tanam
Gunakan media tanam yang porous dan kaya nutrisi, seperti campuran serat kelapa, serat pakis, arang, dan sekam padi.
Media ini membantu menjaga kelembaban tanpa membuat tanaman tergenang air.
5. Penyiraman
Jaga kelembaban media tanam dengan menyiram secara teratur, namun hindari genangan air.
Kelembaban yang cukup penting untuk pertumbuhan anggrek hitam ini.
Fungsi Anggrek Hitam
Selain menjadi tanaman hias yang indah, anggrek hitam juga digunakan dalam industri kosmetik dan obat-obatan tradisional.
Selain itu, anggrek ini memiliki nilai ekologi karena dapat menjadi habitat bagi berbagai jenis serangga dan burung.
Khasiat Anggrek Hitam
Selain menjadi tanaman langka dengan harga yang sangat mahal, anggrek hitam juga memiliki banyak manfaat. Beberapa khasiat anggrek hitam diantaranya:
- Dapat dijadikan sebagai obat diare.
- Mengobati rasa mual-mual.
- Mampu menghentikan pendarahan pada rahim.
- Mengobati sakit maag. (*)