TUBAN-Pernahkah kalian memperhatikan rambutmu rontok lebih banyak dari biasanya saat sedang stres?
Ternyata, anggapan bahwa stres dapat menyebabkan rambut rontok bukan hanya mitos lho!
Menurut studi yang diterbitkan National Institutes of Health, stres dapat memicu kondisi yang disebut telogen effluvium, yaitu kerontokan rambut yang bersifat sementara.
Hal ini terjadi karena stres menyebabkan folikel rambut memasuki fase istirahat lebih awal, sehingga rambut rontok lebih banyak.
Selain telogen effluvium, stres juga dapat memperparah kondisi rambut rontok, seperti alopecia androgenetik (kebotakan) pada pria dan alopecia areata (kebotakan bercak) pada wanita.
Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi rambut rontok akibat stres?
Berikut beberapa solusinya:
1. Kelola stres dengan baik
Cobalah berbagai teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau mindfulness. Lakukan aktivitas yang kalian sukai untuk membantu meredakan stres.
2. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Pastikan kalian mendapatkan cukup vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan rambut, seperti vitamin B, zat besi,dan zinc.
3. Gunakan produk perawatan rambut yang tepat
Pilihlah shampoo dan conditioner yang diformulasikan khusus untuk rambut rontok.
Hindari penggunaan produk yang mengandung bahan kimia keras yang dapat merusak rambut.
Jika rambut rontokmu sangat parah atau tidak kunjung membaik setelah mencoba berbagai cara, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Ingatlah, bahwa rambut rontok akibat stres biasanya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan cara-cara di atas.
Dengan menjaga kesehatan fisik dan mental, kalian dapat memiliki rambut yang sehat dan kuat. (*)