TUBAN – Sekarang ini, banyak orang yang merasa semakin sulit mendapatkan pekerjaan. Salah satu akun TikTok, @raymondchins membeberkan fakta pada 2023 banyak perusahaan menghentikan rekrutmen untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Laporan Talent Acquisition Insight Tahun 2024 oleh Mercer Mettl mencatat, sebanyak 69 perusahaan di Indonesia menghentikan rekrutmen pada 2023.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang hanya sebesar 50 persen.
Industri yang paling terdampak adalah perbankan, perhotelan, dan farmasi.
Penyebab utama perusahaan-perusahaan enggan merekrut karyawan baru, karena ketidakpastian ekonomi yang masih belum pulih sepenuhnya.
Perusahaan khawatir harus melakukan PHK massal jika terjadi krisis ekonomi lagi.
Karena itu, banyak yang memilih menunda rekrutmen demi menjaga stabilitas keuangan perusahaan.
Menurut akun Instagram @ngomonginuang, sebagian besar perusahaan yang tetap melakukan rekrutmen lebih memilih pekerja lepas, freelance atau kontrak.
Data menunjukkan sebanyak 77 persen perusahaan mengadopsi pendekatan tersebut.
Sementara berdasarkan perspektif HRD, urutan prioritas dalam mencari karyawan adalah pengalaman, keterampilan dan reputasi.
Namun, saat ini tantangan semakin besar seiring banyaknya pekerjaan yang mulai digantikan kecerdasan buatan (AI).
Sedangkan berdasarkan website ekonomi.bisnis.com, 75 persen perusahaan di Indonesia memandang kemahiran dalam AI sebagai keterampilan yang tidak terpisahkan.
Beberapa contoh keterampilan yang dianggap penting adalah penelitian, pencarian informasi, dan penulisan naskah.
Memahami situasi dan mempelajari keterampilan merupakan salah satu kunci, bagi yang ingin tetap kompetitif dalam mencari kerja. (han)