RADARBONANG.ID – Istanbul, Turki, menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya bertumpu pada bangunan bersejarah dan pertemuan budaya Eropa-Asia.
Kota ini juga menjadi tujuan bagi pelancong yang ingin menjelajahi kuliner khas, mulai dari makanan jalanan dengan harga terjangkau hingga hidangan premium di restoran mewah.
Eksplorasi kuliner di kawasan Sultanahmet yang dibagikan melalui kanal YouTube Edward Halim memperlihatkan beragam pilihan santapan yang dapat dijumpai wisatawan.
Setiap tempat menawarkan pengalaman berbeda, baik dari segi menu, suasana, maupun harga.
Salah satu hidangan yang mudah dijumpai adalah kofta, olahan daging cincang yang dibumbui dan dimasak dengan cara dipanggang.
Hidangan ini biasanya disajikan bersama salad segar dan nasi berbumbu sehingga menjadi pilihan makanan berat bagi pelancong yang ingin mengisi tenaga setelah berkeliling kota.
Selain kofta, wisata kuliner Istanbul juga lekat dengan kebiasaan menikmati kopi khas Turki atau Turkish coffee.
Minuman ini dikenal dengan proses penyeduhan tradisionalnya dan kerap dinikmati bersama kudapan manis.
Salah satu pendamping yang populer adalah baklava, kue berlapis yang umumnya berisi kacang, termasuk pistasio, serta diberi pemanis.
Perpaduan tekstur renyah dan rasa manis menjadikan baklava salah satu sajian yang banyak dicari wisatawan ketika singgah di kedai-kedai lokal.
Menyusuri Kuliner di Tengah Warisan Sejarah
Pengalaman mencicipi makanan khas semakin menarik ketika disandingkan dengan kunjungan ke sejumlah ikon Istanbul.
Wisatawan dapat menyusuri kawasan bersejarah Sultanahmet, mengunjungi Hagia Sophia, kemudian melanjutkan perjalanan ke Grand Bazaar yang dikenal sebagai salah satu pasar tertutup bersejarah di kota tersebut.
Di sela perjalanan, kedai makanan dan kopi menawarkan kesempatan untuk beristirahat sekaligus mengenal kebiasaan kuliner masyarakat setempat.
Pilihan makanan yang beragam membuat wisatawan dapat menyesuaikan santapan dengan selera dan anggaran masing-masing.
Edward Halim menekankan bahwa kenikmatan bersantap tidak semata-mata ditentukan oleh harga makanan. Cara seseorang menikmati hidangan juga menjadi bagian dari pengalaman kuliner itu sendiri.
"Pada akhirnya soal makanan akan selalu ada harga ada rasa, tetapi yang paling penting kalau kita makannya dengan rasa syukur pasti akan jauh lebih nikmat," ujar Edward.
Dari Jajanan Lokal hingga Steak Premium
Bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman bersantap berbeda, Istanbul juga memiliki restoran yang menawarkan hidangan daging premium.
Salah satunya adalah Nusr-Et, jaringan restoran yang dikenal melalui koki sekaligus pemiliknya, Nusret Gökçe, yang populer dengan julukan Salt Bae.
Restoran tersebut menawarkan olahan daging, termasuk steak, dengan penyajian yang menjadi ciri khasnya.
Harga yang dipatok umumnya lebih tinggi dibandingkan makanan jalanan, sehingga pengalaman bersantap di tempat seperti ini menyasar wisatawan yang ingin mencoba hidangan premium.
Perbedaan harga itu memperlihatkan luasnya pilihan kuliner di Istanbul.
Wisatawan dapat menikmati kofta di kedai lokal, menyeruput kopi Turki sambil menyantap baklava, atau mengalokasikan anggaran lebih besar untuk mencicipi steak di restoran kelas atas.
Pada akhirnya, kekuatan kuliner Istanbul terletak pada keberagaman pengalaman yang ditawarkannya.
Perjalanan ke kota ini bukan hanya tentang melihat peninggalan sejarah, tetapi juga mengenal budaya melalui makanan yang hadir dalam keseharian masyarakatnya. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari