RADARBONANG.ID - Kalau sedang berburu kuliner khas Jawa Timur, rasanya belum lengkap kalau belum mencicipi semangkuk rawon.
Makanan berkuah hitam pekat ini menjadi salah satu kuliner yang begitu lekat dengan Jawa Timur.
Perpaduan kuah berbumbu kluwek, potongan daging sapi, nasi hangat, serta berbagai lauk pendamping membuat rawon memiliki cita rasa yang khas.
Surabaya menjadi salah satu kota yang punya banyak pilihan rawon legendaris.
Tidak sedikit warung yang sudah bertahan selama puluhan tahun dan tetap didatangi pelanggan lama maupun wisatawan.
Menariknya, setiap tempat memiliki karakter masing-masing.
Ada yang terkenal karena kuahnya yang kuat, potongan dagingnya, pilihan lauk pendamping, hingga pengalaman makan yang berbeda.
Baca Juga: 4 Weton yang Disebut Bakal Ketiban Rezeki di Oktober 2026 Menurut Ramalan Primbon Jawa
Berikut tujuh tempat makan rawon yang bisa masuk daftar saat berburu kuliner di Kota Pahlawan.
1. Rawon Setan
Rawon Setan - Embong Malang menjadi salah satu nama yang cukup identik dengan kuliner rawon di Surabaya.
Warung yang berada di kawasan Embong Malang ini dikenal dengan sajian rawon bercita rasa kuat.
Kuahnya berwarna hitam pekat dengan potongan daging sapi yang empuk.
Nama Rawon Setan sendiri sudah lama dikenal pencinta kuliner Surabaya.
Tempat ini juga menyediakan berbagai pelengkap, seperti jeroan, telur, buntut sapi, gorengan, hingga sate.
Lokasinya yang berada di kawasan pusat kota membuat warung ini mudah dijangkau ketika wisatawan sedang berkeliling Surabaya.
Artikel JawaPos mencatat warung tersebut sudah beroperasi sejak era 1990-an.
2. Rawon Kalkulator
Rawon Kalkulator punya daya tarik yang tidak hanya berasal dari rasa makanannya.
Warung yang sebenarnya bernama Warung Sedap Malam ini berada di kawasan Taman Bungkul.
Nama Rawon Kalkulator muncul karena cara penjual menghitung total pembayaran pelanggan yang dianggap cepat.
Untuk urusan makanan, sajian rawonnya menawarkan kuah hitam dengan potongan daging sapi berukuran cukup besar.
Kuah tersebut kemudian disantap bersama nasi dan aneka pelengkap.
Keunikan cara menghitung harga inilah yang membuat pengalaman makan di tempat tersebut terasa berbeda.
JawaPos juga pernah mengulas sejumlah daya tarik Rawon Kalkulator sebagai salah satu kuliner legendaris Surabaya.
3. Rawon Pak Pangat
Rawon Pak Pangat juga masuk dalam daftar kuliner rawon yang banyak dikenal di Surabaya.
Warung ini menawarkan beberapa pilihan sajian dengan daging sapi sebagai bahan utama.
Salah satu yang menjadi cirinya adalah pilihan empal suwir, selain menu campur dan krengsengan.
Tekstur daging yang empuk dipadukan dengan kuah rawon yang gurih. Pengunjung juga bisa menambahkan sejumlah pelengkap seperti gorengan, kerupuk, maupun telur asin.
Salah satu lokasinya berada di kawasan Lotus Regency, Jalan Ketintang Baru Selatan.
Selain tempat tersebut, Rawon Pak Pangat juga memiliki lokasi lain di Surabaya.
4. Warung Rawon Pasar Kembang Bu Soepinah
Kalau mencari rawon dengan cerita panjang, Warung Rawon Pasar Kembang Bu Soepinah bisa menjadi salah satu pilihan.
Rawon Bu Soepinah dikenal sebagai salah satu warung rawon lama di Surabaya.
JawaPos menyebut warung ini sudah legendaris sejak era 1960-an.
Selain rawon, tempat tersebut juga menyediakan sejumlah makanan khas rumahan lainnya. Sajian rawonnya dapat dinikmati dengan empal dan serundeng.
Pilihan menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, serta nasi bali bandeng juga tersedia.
Karakter inilah yang membuat warung tersebut tidak hanya mengandalkan satu menu.
5. Rawon Moro Seneng
Nasi Pecel Rawon Pucang Moro Seneng menawarkan perpaduan yang menarik bagi pencinta kuliner khas Jawa Timur.
Warung yang berada di kawasan Pucang ini dikenal dengan sajian nasi pecel dan rawon.
Perpaduan nasi, bumbu pecel, serta kuah rawon menjadi salah satu menu yang bisa dicoba.
Keberadaan menu seperti ini menunjukkan bagaimana kuliner Jawa Timur kerap menghadirkan kombinasi rasa yang sederhana tetapi kuat.
Bagi pencinta makanan dengan cita rasa gurih, pedas, dan kaya rempah, kombinasi pecel dan rawon bisa menjadi pengalaman kuliner tersendiri.
6. Rawon Gajah Mada
Pilihan berikutnya adalah Rawon Gajah Mada Surabaya yang berada di kawasan Jalan Ahmad Yani.
Tempat ini menjadi salah satu pilihan bagi pencinta rawon yang ingin menikmati makanan berkuah hitam dengan pilihan pendamping lainnya.
Rawon sendiri memiliki karakter rasa yang sangat bergantung pada racikan bumbu dan kluwek. Karena itu, meski sama-sama menyajikan rawon, setiap warung bisa memiliki rasa yang berbeda.
Bagi pemburu kuliner, perbedaan racikan tersebut justru menjadi bagian menarik dari perjalanan mencicipi rawon di berbagai tempat.
7. Rawon Nguling
Nama Rawon Nguling juga tidak asing bagi pencinta kuliner Jawa Timur.
Salah satu lokasinya di Surabaya adalah Rawon Nguling - SUB Rajawali di kawasan Jalan Rajawali.
Selain lokasi tersebut, Rawon Nguling juga memiliki tempat makan di kawasan Kendangsari dan Jalan Kutai. Rawon Nguling Kendangsari
Ciri khas rawon pada dasarnya terletak pada kuah hitam yang berasal dari kluwek. Bumbu tersebut kemudian berpadu dengan rempah lainnya hingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas.
Bagi wisatawan yang datang ke Surabaya, rawon bisa menjadi salah satu pilihan kuliner untuk mengenal cita rasa khas Jawa Timur tanpa harus mencari makanan yang terlalu rumit.
Rawon, Kuliner yang Selalu Punya Cerita
Menariknya, berburu rawon di Surabaya bukan hanya soal mencari makanan yang mengenyangkan.
Sejumlah warung justru memiliki cerita panjang yang ikut membentuk identitas kuliner Kota Pahlawan.
Baca Juga: Pakar UGM Ungkap Mengapa DAS Rusak Bisa Picu Krisis Air Saat El Niño, Ini Solusi Memulihkannya
Ada yang dikenal karena sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu, ada pula yang populer karena nama unik dan cara penyajiannya.
Kuah hitam pekat, daging sapi empuk, nasi hangat, serta aneka lauk pendamping menjadi kombinasi yang membuat rawon tetap dicari hingga sekarang.
Tidak heran jika kuliner satu ini masih menjadi pilihan warga lokal sekaligus wisatawan yang ingin mencicipi makanan khas Jawa Timur.
Jadi, kalau kebetulan sedang berada di Surabaya dan bingung mencari menu makan, semangkuk rawon bisa menjadi pilihan.
Tinggal menentukan ingin mencoba rawon dengan cerita, rasa, atau suasana warung yang mana.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : jawapos.com