Soto Betawi Diakui sebagai Salah Satu Sup Dunia, Apa yang Membuat Rasanya Begitu Berbeda?

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 14:56 WIB
Soto Betawi bukan sekadar soto dengan kuah santan. Kuliner khas Jakarta ini punya karakter gurih, creamy, kaya rempah, serta isian daging dan jeroan. (unileverfoodsolutions.co.id)
Soto Betawi bukan sekadar soto dengan kuah santan. Kuliner khas Jakarta ini punya karakter gurih, creamy, kaya rempah, serta isian daging dan jeroan. (unileverfoodsolutions.co.id)

RADARBONANG.ID – Soto Betawi kembali membawa nama kuliner Indonesia ke panggung dunia.

Hidangan khas Jakarta tersebut masuk dalam daftar sup terbaik yang dirangkum TasteAtlas, situs kuliner yang mengumpulkan penilaian terhadap berbagai makanan dari banyak negara.

Dalam daftar terbaru TasteAtlas, Soto Betawi mendapatkan skor 4,42 dan menempati posisi keempat dalam kategori sup.

Di atasnya terdapat beberapa hidangan dari negara lain, termasuk Paraguay, Turki, dan Jepang.

Sementara itu, ketika dibandingkan khusus dengan berbagai jenis soto dari Indonesia, Soto Betawi berada di posisi teratas.

Daftar tersebut juga memuat Soto Lamongan, Soto Ayam, Coto Makassar, Soto Babat, hingga Soto Bandung.

Baca Juga: Bukan Sekadar Wajah di Kaos, Ini Kisah Che Guevara dari Dokter hingga Menjadi Ikon Revolusi

Pencapaian tersebut menarik karena Indonesia sendiri memiliki begitu banyak jenis soto.

Hampir setiap daerah memiliki karakter kuah, rempah, isian, dan cara penyajian yang berbeda.

Lantas, apa yang membuat Soto Betawi berbeda dari soto pada umumnya?

Kuah Gurih Jadi Ciri Khas

Salah satu hal yang paling mudah membedakan Soto Betawi adalah karakter kuahnya.

Berbeda dengan sejumlah soto yang menggunakan kuah bening atau berwarna kuning karena kunyit, Soto Betawi dikenal dengan kuah yang kaya dan gurih.

TasteAtlas menyebut Soto Betawi sebagai sup berbahan dasar daging sapi dan jeroan yang dimasak secara perlahan dalam kuah santan.

Kuah tersebut kemudian diperkaya dengan berbagai rempah, seperti serai, kunyit, lengkuas, daun jeruk, dan ketumbar.

Penggunaan santan membuat kuah Soto Betawi memiliki tekstur lebih creamy dan rasa yang cenderung gurih.

Karakter tersebut menjadi pembeda ketika Soto Betawi dibandingkan dengan jenis soto lain yang memiliki kuah lebih ringan.

Isian Daging dan Jeroan

Soto Betawi juga memiliki ciri khas dari bahan utama yang digunakan.

Daging sapi menjadi salah satu pilihan utama. Namun, jeroan juga kerap menjadi bagian dari sajian ini.

Potongan daging dan jeroan tersebut dimasak bersama kuah berbumbu hingga menghasilkan cita rasa yang kuat.

Tekstur dari berbagai bagian daging juga membuat pengalaman menyantap Soto Betawi menjadi lebih beragam.

Karakter ini berbeda dengan beberapa jenis soto lain yang lebih identik dengan daging ayam.

Soto Lamongan, misalnya, merupakan soto berbahan ayam dengan kuah bening berwarna kuning.

Salah satu ciri paling khasnya adalah tambahan koya yang terbuat dari campuran bawang putih goreng dan kerupuk udang yang dihaluskan.

Perbedaan tersebut menunjukkan bagaimana satu jenis makanan bernama soto dapat memiliki karakter yang sangat berbeda ketika berkembang di daerah lain.

Bukan Sekadar Kuah Santan

Meski kuah santan menjadi salah satu ciri yang kuat, Soto Betawi tidak hanya mengandalkan rasa gurih dari santan.

Rempah yang digunakan ikut memberikan aroma dan rasa yang khas.

Serai, kunyit, lengkuas, daun jeruk, dan ketumbar menjadi bagian dari karakter kuahnya.

Saat disajikan, Soto Betawi juga dapat dilengkapi berbagai pelengkap.

Tomat, daun bawang, kecap manis, dan emping menjadi beberapa pendamping yang umum digunakan. Nasi putih dan acar juga dapat menemani sajian tersebut.

Kombinasi tersebut membuat satu mangkuk Soto Betawi memiliki banyak lapisan rasa.

Ada gurih dari kuah, aroma rempah, rasa segar dari tomat dan acar, serta tekstur renyah dari emping.

Setiap Soto Punya Karakter Berbeda

Masuknya Soto Betawi dalam daftar tersebut juga memperlihatkan betapa beragamnya kuliner soto Indonesia.

Soto Lamongan, misalnya, dikenal dengan kuah bening berwarna kuning dan penggunaan koya.

Sementara Soto Bandung memiliki kuah bening dengan irisan lobak dan kedelai goreng sebagai salah satu cirinya.

Ada pula Soto Medan yang menggunakan santan dan memiliki kuah yang kaya rempah.

Soto Padang justru dikenal dengan kuah bening, irisan daging sapi, serta pelengkap yang memberikan tekstur renyah.

Perbedaan tersebut menjadi bukti bahwa istilah "soto" tidak merujuk pada satu resep yang seragam.

Setiap daerah mengembangkan sajian tersebut berdasarkan bahan, rempah, kebiasaan, dan karakter kuliner masyarakat setempat.

Soto Betawi dan Identitas Jakarta

Nama Soto Betawi sendiri berkaitan erat dengan masyarakat Betawi dan Jakarta.

Hidangan ini kemudian berkembang menjadi salah satu kuliner yang sangat dikenal dari ibu kota.

Di tengah perkembangan kuliner modern, Soto Betawi tetap memiliki tempat tersendiri.

Hidangan tersebut dapat ditemukan di berbagai warung, rumah makan, hingga tempat makan yang menyajikan kuliner khas Jakarta.

Keberadaannya juga menunjukkan bagaimana makanan tradisional dapat tetap bertahan ketika selera masyarakat terus mengalami perubahan.

Pengakuan dari TasteAtlas bukan berarti Soto Betawi menjadi satu-satunya soto Indonesia yang dikenal secara global.

Justru, daftar tersebut memperlihatkan betapa banyaknya variasi soto yang dimiliki Indonesia.

Dalam daftar khusus 11 jenis soto, TasteAtlas juga memasukkan Soto Lamongan, Soto Ayam, Coto Makassar, Soto Babat, Soto Bandung, Soto Ceker, Soto Medan, Soto Padang, Soto Kaki, dan Soto Tangkar.

Baca Juga: Bukan Karena Luas Rumah, 10 Kesalahan Ini Bisa Bikin Ruangan Kecil Terasa Makin Sesak

Menariknya, daftar tersebut dibuat berdasarkan penilaian pengguna TasteAtlas.

Situs tersebut sendiri menjelaskan bahwa peringkatnya tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan final mengenai makanan terbaik dunia.

Namun, masuknya Soto Betawi dalam daftar tersebut tetap menjadi gambaran bagaimana kuliner Indonesia mendapat perhatian dari pencinta makanan di berbagai belahan dunia.

Pada akhirnya, kekuatan Soto Betawi bukan hanya terletak pada kuah santannya. Perpaduan daging, jeroan, rempah, pelengkap, serta sejarah kuliner Betawi membuatnya memiliki karakter tersendiri.

Jadi, jika selama ini soto identik dengan kuah bening atau kuning, Soto Betawi menunjukkan bahwa semangkuk soto juga bisa hadir dengan kuah gurih, creamy, kaya rempah, dan cita rasa yang kuat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : goodnewsfromindonesia.id
Soto Betawi terbaik dunia Soto Betawi kuliner khas Jakarta perbedaan Soto Betawi dan soto lainnya TasteAtlas Soto Betawi