RADARBONANG.ID - Cheesecake matcha bisa menjadi pilihan dessert bagi pencinta rasa teh hijau yang ingin mencoba membuat kue sendiri di rumah.
Perpaduan cream cheese yang gurih dan creamy dengan aroma matcha menghasilkan rasa khas, terutama ketika dipadukan dengan crust biskuit yang renyah.
Meski terlihat seperti dessert yang membutuhkan teknik khusus, cheesecake matcha sebenarnya dapat dibuat dengan cara yang cukup sederhana.
Kunci utamanya terletak pada proses mengaduk adonan, penggunaan suhu oven, dan waktu pemanggangan.
Resep ini juga cocok untuk pemula karena menggunakan bahan yang cukup sederhana.
Hasil akhirnya diharapkan memiliki tekstur lembut dan creamy, dengan bagian tengah cheesecake yang masih sedikit bergoyang ketika baru keluar dari oven.
Bahan Cheesecake Matcha
Untuk membuat cheesecake matcha, siapkan bahan berikut:
Baca Juga: 30 Prompt Gemini AI Terbaik untuk Edit Foto Viral, Bikin Konten hingga Bantu Urusan Bisnis
- 200 gram cream cheese, suhu ruang
-
60 gram gula halus
-
2 butir telur
-
120 ml whipping cream
-
10 gram bubuk matcha
-
10 gram tepung maizena
-
1 sendok teh vanila
-
Sejumput garam
Untuk membuat crust, siapkan:
-
120 gram biskuit Marie atau digestive
-
50 gram butter, lelehkan
Cara Membuat Crust
Haluskan biskuit sampai menjadi remahan. Campurkan dengan butter yang sudah dilelehkan, kemudian aduk sampai seluruh bagian tercampur rata.
Siapkan loyang berukuran sekitar 15–16 sentimeter. Tuangkan campuran biskuit ke bagian dasar loyang, lalu tekan hingga cukup padat.
Setelah itu, masukkan loyang ke dalam kulkas selama sekitar 15–20 menit agar crust lebih kokoh.
Buat Adonan Cheesecake Matcha
Ayak bubuk matcha dan tepung maizena terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan agar tidak terdapat gumpalan dalam adonan.
Masukkan cream cheese dan gula halus ke dalam wadah. Aduk menggunakan whisk sampai teksturnya lembut dan tercampur rata.
Tidak perlu mengocok adonan terlalu lama atau sampai mengembang.
Proses pengadukan yang berlebihan justru dapat memasukkan terlalu banyak udara.
Masukkan Telur dan Bahan Lain
Tambahkan telur satu per satu sambil terus diaduk secara perlahan. Pastikan telur tercampur sebelum memasukkan telur berikutnya.
Setelah itu, masukkan whipping cream, vanila, dan sejumput garam. Aduk kembali hingga seluruh bahan tercampur.
Terakhir, masukkan campuran matcha dan tepung maizena yang sudah diayak. Aduk perlahan sampai adonan benar-benar rata.
Panggang Cheesecake
Tuangkan adonan cheesecake ke atas crust yang sudah didinginkan.
Ketuk loyang secara perlahan untuk membantu mengeluarkan gelembung udara yang terdapat di dalam adonan.
Panggang dalam oven dengan suhu 160 derajat Celsius selama sekitar 40–50 menit.
Bagian tengah cheesecake seharusnya masih sedikit bergoyang ketika loyang digerakkan.
Jangan menunggu sampai bagian tengah benar-benar keras karena tekstur cheesecake akan semakin set setelah dingin.
Jangan Langsung Dipotong
Setelah waktu pemanggangan selesai, matikan oven. Biarkan cheesecake tetap berada di dalam oven dengan pintu sedikit terbuka selama sekitar 15–20 menit.
Setelah itu, keluarkan cheesecake dan biarkan mencapai suhu ruang. Masukkan ke dalam kulkas setidaknya selama empat jam.
Jika ingin mendapatkan tekstur yang lebih set tetapi tetap creamy, cheesecake bisa didiamkan di dalam kulkas semalaman sebelum dipotong.
Rahasia Cheesecake Tidak Retak
Salah satu kunci membuat cheesecake tidak mudah retak adalah menghindari pengocokan adonan secara berlebihan.
Terlalu banyak udara yang masuk ke dalam adonan dapat membuat cheesecake mengembang saat dipanggang.
Kondisi tersebut dapat membuat permukaan turun atau retak setelah cheesecake mulai dingin.
Suhu oven juga perlu diperhatikan. Suhu yang terlalu tinggi dapat membuat bagian permukaan cepat matang, sementara bagian dalam belum mencapai tekstur yang diinginkan.
Cream cheese sebaiknya digunakan dalam kondisi suhu ruang agar lebih mudah tercampur dan tidak menghasilkan adonan yang bergerindil.
Baca Juga: NVIDIA dan Google Bentuk Koalisi, Kejar Listrik untuk Ledakan Pusat Data AI
Pilih Matcha yang Berkualitas
Bubuk matcha menjadi salah satu bahan utama yang menentukan rasa cheesecake. Gunakan matcha dengan kualitas baik agar rasa teh hijau tetap terasa tanpa memberikan rasa pahit yang terlalu kuat.
Jika ingin rasa matcha lebih dominan, jumlah bubuk matcha dapat ditingkatkan menjadi sekitar 12–15 gram.
Namun, penggunaan matcha dalam jumlah lebih banyak tetap perlu disesuaikan dengan karakter produk yang digunakan.
Matcha yang terlalu pahit dapat membuat rasa cheesecake menjadi kurang seimbang.
Untuk mendapatkan warna hijau yang lebih menarik, hindari penggunaan suhu oven yang terlalu tinggi.
Dengan bahan yang sederhana dan teknik yang tidak terlalu rumit, cheesecake matcha homemade bisa menjadi dessert untuk menemani waktu santai.
Teksturnya yang creamy dan lembut berpadu dengan aroma matcha yang khas. Sementara itu, crust biskuit memberikan sensasi renyah pada bagian bawah cheesecake. (*)
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang