Baru Pertama Kali Makan Sushi? Ini Panduan Biar Nggak Salah Pesan di Restoran Jepang

Siska Yudianti • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:04 WIB
Nigiri, sashimi, maki… semuanya sushi, kan? Eits, belum tentu. Buat yang masih suka bingung saat membuka menu restoran Jepang, beberapa dasar ini wajib diketahui. Dari cara menggunakan wasabi sampai memilih sushi matang, ternyata makan sushi nggak sesulit yang dibayangkan. (ilustrasi sushi)
Nigiri, sashimi, maki… semuanya sushi, kan? Eits, belum tentu. Buat yang masih suka bingung saat membuka menu restoran Jepang, beberapa dasar ini wajib diketahui. Dari cara menggunakan wasabi sampai memilih sushi matang, ternyata makan sushi nggak sesulit yang dibayangkan. (ilustrasi sushi)

RADARBONANG.ID — Sushi dari luar memang terlihat sederhana. Ada nasi, ikan, rumput laut, lalu tinggal disantap.

Namun, begitu duduk di restoran Jepang dan berhadapan dengan menu yang penuh istilah seperti nigiri, sashimi, maki, hingga temaki, situasinya bisa berubah seperti sedang mengikuti ujian tanpa belajar.

Apalagi kalau makan sushi bareng teman, pasangan, gebetan, atau rekan kerja.

Salah menyebut nama menu atau bingung membedakan jenis sushi bisa bikin momen makan yang seharusnya santai malah berubah menjadi, “Eh, sebenarnya tadi pesan yang mana?”

Tenang, buat yang baru mulai mengenal sushi, tidak perlu langsung menguasai semua istilah Jepang.

Baca Juga: Daunnya Sering Dibuang, Tapi Punya Peran Besar! Ini 7 Masakan yang Makin Harum Berkat Daun Salam

Beberapa dasar berikut sudah cukup untuk membantu memilih menu dengan lebih percaya diri dan menikmati makanan tanpa terlalu khawatir soal salah pesan.

1. Kenali Bedanya Sushi, Sashimi, dan Nigiri

Salah satu miskonsepsi yang paling sering terjadi adalah menganggap semua makanan Jepang yang menggunakan ikan mentah sebagai sushi.

Padahal, sashimi berbeda dari sushi.

Sashimi merupakan irisan ikan atau seafood yang disajikan tanpa nasi. 

Sementara sushi memiliki nasi yang dibumbui dengan cuka sebagai salah satu elemen utamanya.

Kemudian ada nigiri, yaitu nasi sushi yang dibentuk lonjong dan diberi potongan ikan atau topping di atasnya.

Bentuknya memang sederhana, tetapi justru membuat rasa nasi dan topping terasa cukup jelas.

Jadi, kalau ingin menikmati ikan tanpa nasi, sashimi bisa menjadi pilihan.

Sementara jika ingin kombinasi nasi dan topping, nigiri atau jenis sushi lainnya lebih cocok.

2. Maki Itu Sushi yang Digulung

Pernah melihat sushi berbentuk bulat dengan nori atau rumput laut membungkus bagian luarnya? Besar kemungkinan itu adalah maki.

Maki dibuat dengan menggulung nasi, nori, dan berbagai bahan isian menggunakan alas bambu.

Isiannya pun sangat beragam, mulai dari ikan, telur, mentimun, alpukat, hingga bahan-bahan yang sudah dimasak.

Ada juga jenis inside-out roll, ketika nasi berada di bagian luar sementara nori berada di bagian dalam.

Buat pemula, maki sering terasa lebih mudah dinikmati karena satu potong bisa menghadirkan beberapa kombinasi rasa sekaligus.

Bahkan, banyak restoran menawarkan roll dengan bahan matang bagi orang yang belum terbiasa dengan ikan mentah.

3. Wasabi Jangan Langsung Digas Pol

Kalau ada satu bahan yang paling identik dengan sushi selain kecap asin, tentu saja wasabi.

Namun, jangan langsung mengambil banyak wasabi lalu mencampurnya ke dalam kecap asin.

Bagi yang belum terbiasa, sensasi pedasnya bisa langsung terasa menusuk hingga ke hidung.

Mulailah dengan sedikit. Jika ternyata masih nyaman, jumlahnya bisa ditambahkan sesuai selera.

Selain itu, tidak ada keharusan untuk selalu mencampurkan wasabi ke kecap asin.

Cara menikmati sushi bisa berbeda-beda, dan selera setiap orang juga tidak sama.

Yang penting, jangan sampai niat menikmati sushi berubah menjadi tes ketahanan sinus.

4. Kecap Asin Bukan Kolam Renang Sushi

Kecap asin memang biasa digunakan sebagai pelengkap sushi, tetapi bukan berarti setiap potong harus dicelupkan sampai seluruh permukaannya terendam.

Sedikit saja sudah cukup untuk memberikan tambahan rasa.

Pada nigiri, sebagian orang memilih mencelupkan bagian ikan ke kecap asin.

Cara ini juga membantu mencegah nasi menyerap terlalu banyak cairan dan berantakan ketika disantap.

Intinya adalah menjaga keseimbangan.

Rasa nasi, ikan atau topping, serta kecap asin sebaiknya tetap bisa dinikmati tanpa salah satunya mendominasi.

5. Belum Siap Makan Ikan Mentah? Pilih yang Matang

Tidak semua menu sushi menggunakan ikan mentah.

Jadi, kalau baru mencoba sushi dan belum terbiasa dengan tekstur atau rasa ikan mentah, tidak perlu memaksakan diri.

Banyak restoran menyediakan pilihan dengan bahan matang, seperti ebi yang sudah dimasak, telur, ayam, tempura, atau berbagai cooked roll lainnya.

Memilih menu matang bukan berarti pengalaman makan sushi menjadi kurang autentik.

Justru, pilihan tersebut bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal berbagai jenis sushi secara perlahan.

Tidak perlu memesan ikan mentah hanya demi terlihat paling paham soal sushi.

6. Kalau Bisa, Santap Sushi Sekaligus

Beberapa jenis sushi dibuat dalam ukuran yang relatif pas untuk satu kali suapan.

Jika ukurannya memungkinkan, menyantapnya sekaligus dapat membuat kombinasi nasi, topping, dan pelengkap terasa lebih seimbang.

Namun, ini bukan aturan yang harus dipaksakan.

Kalau potongannya terlalu besar, makan dengan cara yang nyaman tetap menjadi pilihan terbaik.

Etiket makan seharusnya membantu pengalaman bersantap, bukan malah membuat seseorang merasa harus melakukan sesuatu yang tidak nyaman.

7. Bingung? Bertanya Itu Justru Lebih Aman

Aturan paling penting ketika makan sushi sebenarnya sederhana: tidak perlu pura-pura tahu.

Kalau tidak memahami arti sebuah menu, tanyakan kepada pelayan.

Tidak yakin jenis ikan yang digunakan? Tanyakan.

Belum tahu cara menikmati menu tertentu? Tidak masalah untuk meminta penjelasan.

Begitu juga dengan penggunaan sumpit.

Kalau belum terbiasa, tidak perlu sibuk memikirkan apakah cara memegangnya sudah terlihat profesional atau belum.

Restoran adalah tempat untuk menikmati makanan, bukan arena pembuktian siapa yang paling menguasai budaya Jepang.

Pada akhirnya, memahami dasar-dasar sushi memang bisa membuat pengalaman makan jauh lebih nyaman.

Baca Juga: Daunnya Sering Dibuang, Tapi Punya Peran Besar! Ini 7 Masakan yang Makin Harum Berkat Daun Salam

Namun, tidak ada gunanya menghafalkan puluhan istilah jika akhirnya malah takut salah saat memesan.

Mulailah dari menu yang familiar, coba perlahan, lalu eksplorasi ketika sudah merasa nyaman.

Jadi, saat berikutnya mendapat ajakan makan sushi, tidak perlu lagi membuka menu sambil memasang wajah seolah sudah menjadi langganan restoran Jepang sejak lama.

Tidak tahu? Tanya. Belum berani ikan mentah? Pilih yang matang. Bingung membedakan nigiri dan maki? Pelajari pelan-pelan.

Karena Sushi 101 bukan tentang terlihat paling ahli saat memesan, melainkan tentang bisa menikmati makanan dengan nyaman sampai suapan terakhir.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
sushi 101 cara makan sushi jenis sushi Jepang nigiri sashimi maki etika makan sushi