Mengenal Choux Pastry, Bukan Sekadar Kue Sus karena Kini Hadir dengan Beragam Rasa dan Bentuk

Arinie Khaqqo • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:25 WIB
Choux pastry ternyata bukan cuma kue sus isi vla. Dari éclair yang elegan hingga craquelin dengan tekstur renyah, pastry klasik ini terus bertransformasi menjadi dessert kekinian. Bahkan isiannya kini bisa matcha, pistachio, salted caramel, hingga buah. (ilustrasi)
Choux pastry ternyata bukan cuma kue sus isi vla. Dari éclair yang elegan hingga craquelin dengan tekstur renyah, pastry klasik ini terus bertransformasi menjadi dessert kekinian. Bahkan isiannya kini bisa matcha, pistachio, salted caramel, hingga buah. (ilustrasi)

RADARBONANG.ID – Mendengar istilah choux pastry, banyak orang mungkin langsung teringat pada kue sus klasik dengan kulit ringan dan isian vla vanila yang lembut.

Padahal, kue sus hanyalah salah satu bentuk dari keluarga choux pastry.

Seiring berkembangnya dunia pastry, adonan choux kini diolah menjadi berbagai dessert dengan bentuk, rasa, tekstur, dan tampilan yang jauh lebih beragam.

Dari éclair yang memanjang hingga craquelin dengan lapisan renyah, semuanya menawarkan pengalaman berbeda meski menggunakan teknik dasar yang masih berkaitan.

Perkembangan tersebut membuat choux pastry tetap menarik di tengah tren dessert yang terus berubah.

Bahkan, tampilannya yang cantik membuat pastry ini semakin sering ditemukan di bakery modern, toko dessert, hingga berbagai konten kuliner di media sosial.

Baca Juga: Bukan Cuma Musik Keras, Sound Horeg Punya Komunitas, Identitas, dan Gaya yang Bikin Penasaran

Sebenarnya Apa Itu Choux Pastry?

Choux pastry merupakan jenis pastry yang dibuat dari campuran bahan seperti air atau susu, butter, tepung, dan telur.

Ada hal yang membedakannya dari banyak jenis pastry lainnya. Adonan choux tidak dibuat melalui proses laminasi atau pelapisan butter seperti puff pastry.

Adonan biasanya dimasak terlebih dahulu sebelum telur dimasukkan secara bertahap.

Saat dipanggang, kandungan air dalam adonan berubah menjadi uap. Uap tersebut membantu mendorong adonan hingga mengembang dan menghasilkan bagian dalam yang berongga.

Rongga inilah yang kemudian menjadi “ruang” untuk berbagai macam isian.

Hasil akhirnya berupa kulit pastry yang relatif ringan dengan bagian luar yang dapat dibuat renyah, sementara bagian dalamnya bisa diisi dengan krim lembut.

Karakter inilah yang membuat choux pastry sangat fleksibel untuk dikreasikan.

Dari Kue Sus hingga Éclair

Salah satu bentuk choux pastry yang paling dikenal di dunia adalah éclair.

Jika kue sus klasik umumnya memiliki bentuk bulat, éclair dibuat memanjang. Bagian dalamnya biasanya diisi pastry cream atau krim lainnya, kemudian permukaannya diberi glaze, cokelat, atau dekorasi tambahan.

Bentuk memanjang tersebut memberikan ruang lebih luas untuk bereksperimen.

Rasa klasik seperti vanilla dan cokelat masih menjadi pilihan populer. Namun, kreasi modern juga bisa menggunakan matcha, kopi, pistachio, lemon, stroberi, hingga salted caramel.

Topping-nya pun dapat disesuaikan. Mulai dari cokelat, kacang, buah segar, sampai dekorasi dengan bentuk minimalis.

Tidak heran jika éclair sering terlihat seperti dessert premium meskipun bahan dasarnya berasal dari adonan choux yang cukup sederhana.

Ada Craquelin yang Bikin Permukaan Lebih Renyah

Selain éclair, ada pula craquelin yang memberikan pengalaman berbeda.

Craquelin merupakan lapisan tipis berbahan dasar butter, gula, dan tepung yang diletakkan di atas adonan choux sebelum dipanggang.

Ketika berada di dalam oven, lapisan tersebut membentuk permukaan dengan tekstur renyah dan pola retak yang khas.

Hasilnya tidak hanya membuat tampilan choux menjadi lebih menarik, tetapi juga menghadirkan perpaduan tekstur ketika dimakan.

Bagian luarnya terasa renyah, sementara bagian dalam tetap ringan dan lembut.

Tekstur seperti ini menjadi salah satu alasan mengapa craquelin sering digunakan dalam kreasi choux modern.

Isian Tidak Lagi Cuma Vla Vanila

Kalau dulu kue sus identik dengan vla vanila, perkembangan pastry membuat pilihan isiannya semakin luas.

Pastry cream masih menjadi salah satu pilihan utama. Namun, pembuat pastry kini bisa menggunakan diplomat cream, whipped cream, mousse, ganache, hingga berbagai jenis krim dengan rasa yang lebih kompleks.

Pilihan rasanya pun semakin kreatif.

Matcha dan pistachio misalnya, memberikan karakter rasa yang khas. Sementara strawberry dan lemon dapat memberikan sensasi segar.

Untuk pencinta rasa lebih intens, ada pilihan seperti kopi, cokelat, atau salted caramel.

Menariknya, satu jenis choux pastry bisa menghasilkan karakter yang benar-benar berbeda hanya dengan mengganti isian dan topping.

Tampilannya Juga Jadi Daya Tarik

Selain rasa, visual menjadi salah satu kekuatan choux pastry modern.

Bentuk yang rapi, warna pastel, glaze mengilap, buah segar, hingga dekorasi cokelat membuat pastry ini terlihat menarik ketika dipajang.

Tidak mengherankan jika choux pastry cukup populer di kalangan pencinta dessert yang gemar membagikan makanan mereka ke media sosial.

Sebuah éclair dengan warna lembut dan dekorasi minimalis, misalnya, dapat terlihat seperti karya seni kecil dalam etalase bakery.

Tren tersebut membuat choux pastry tidak hanya bersaing dari sisi rasa, tetapi juga dari sisi presentasi.

Tidak Selalu Harus Manis

Kreativitas choux pastry ternyata tidak berhenti pada dessert.

Adonan choux juga dapat dikembangkan menjadi sajian gurih.

Bagian dalam yang berongga memungkinkan pastry diisi dengan berbagai bahan seperti keju, smoked beef, telur, atau krim gurih.

Hasilnya dapat disajikan sebagai camilan, appetizer, atau hidangan kecil untuk berbagai acara.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa satu teknik dasar dapat menghasilkan sajian dengan karakter yang sangat berbeda.

Choux pastry pun tidak lagi harus dipandang sebagai makanan penutup.

Kenapa Choux Pastry Masih Digemari?

Salah satu alasan choux pastry tetap menarik adalah fleksibilitasnya.

Bahan dasarnya relatif sederhana, tetapi hasil akhirnya bisa dikembangkan ke banyak arah.

Ingin membuat kue sus klasik? Bisa.

Ingin membuat éclair dengan tampilan premium? Bisa.

Ingin menghadirkan tekstur renyah melalui craquelin? Bisa.

Bahkan, ingin membuat versi gurih juga memungkinkan.

Kemampuan beradaptasi inilah yang membuat choux pastry tetap relevan meski tren dessert terus berubah.

Pastry yang sudah dikenal sejak lama tersebut ternyata masih memiliki ruang besar untuk berinovasi.

Dari Jajanan Klasik Menjadi Dessert Modern

Perjalanan choux pastry menunjukkan bahwa makanan klasik tidak selalu harus kehilangan tempat ketika tren kuliner berubah.

Baca Juga: AI Mode Google Makin Canggih, Bisa Lacak Harga Tiket dan Pesan Hotel Lewat Percakapan

Kue sus yang dahulu mungkin hanya dikenal dengan isian vla vanila kini bisa hadir dalam berbagai bentuk dan rasa.

Perubahan tersebut bukan berarti menghilangkan karakter aslinya. Sebaliknya, teknik dasar choux justru menjadi fondasi untuk menciptakan berbagai kreasi baru.

Bagi pencinta kuliner, hal ini tentu membuat eksplorasi choux pastry semakin menarik.

Jadi, kalau selama ini choux pastry hanya dikenal sebagai kue sus dengan isian vla, mungkin sudah waktunya mencoba melihat lebih jauh.

Ada éclair dengan bentuk memanjang, craquelin dengan permukaan renyah, hingga berbagai kreasi dengan isian matcha, pistachio, cokelat, buah, dan rasa lainnya.

Sederhana dari bahan dasar, tetapi hampir tidak terbatas ketika sudah berada di tangan pembuat pastry yang kreatif.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
choux pastry kue sus kekinian kreasi choux pastry éclair dessert kekinian Arinie Khaqqo