Cake, Pastry, Bakery, dan Dessert Ternyata Berbeda, Ini Penjelasan Mudahnya Biar Nggak Salah Lagi Saat Nongkrong di Kafe

Arinie Khaqqo • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 07:34 WIB
Cake, pastry, bakery, dessert… bukannya sama? Eits, ternyata beda! Dessert adalah kategori makanan penutup, sementara cake dan pastry merupakan jenis produk makanan, dan bakery mencakup berbagai produk hasil panggangan. (ilustrasi)
Cake, pastry, bakery, dessert… bukannya sama? Eits, ternyata beda! Dessert adalah kategori makanan penutup, sementara cake dan pastry merupakan jenis produk makanan, dan bakery mencakup berbagai produk hasil panggangan. (ilustrasi)

RADARBONAG.ID — Pernah duduk di sebuah kafe, membuka daftar menu, lalu menemukan istilah seperti cake, pastry, bakery, dan dessert yang sekilas terdengar sama?

Bagi sebagian orang, semua istilah tersebut memang mudah tertukar.

Apalagi ketika melihat makanan manis dengan tampilan cantik, sering kali semuanya langsung disebut dessert.

Padahal, keempat istilah tersebut memiliki arti yang berbeda.

Kesalahan penyebutan ini sebenarnya cukup wajar karena istilah dalam dunia kuliner banyak menggunakan bahasa asing.

Ditambah lagi, tren kafe dan media sosial membuat berbagai istilah tersebut semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari.

Lantas, sebenarnya apa perbedaan dessert, cake, pastry, dan bakery?

Baca Juga: Kejagung Dalami Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Penyidik Tim 9 Ajukan Lebih dari 20 Pertanyaan

Dessert Bukan Nama Jenis Makanan

Hal pertama yang perlu dipahami adalah dessert bukan nama makanan tertentu.

Dessert merupakan istilah untuk makanan yang umumnya disajikan setelah hidangan utama atau sebagai makanan penutup.

Karena biasanya memiliki rasa manis, banyak orang kemudian menganggap semua makanan manis sebagai dessert.

Padahal, konteks penyajian juga menjadi salah satu hal yang menentukan.

Beberapa makanan yang bisa menjadi dessert antara lain cake, es krim, puding, pastry manis, hingga buah segar.

Artinya, cake dan pastry bisa menjadi dessert, tetapi tidak semua dessert harus berupa cake atau pastry.

Sederhananya, dessert lebih tepat dipahami sebagai kategori berdasarkan fungsi penyajian, bukan satu jenis makanan.

Cake Identik dengan Tekstur Lembut

Berbeda dengan dessert, cake merupakan jenis produk makanan dengan karakteristik tertentu.

Cake umumnya memiliki tekstur lembut, empuk, dan bisa terasa moist.

Bahan dasar yang sering digunakan antara lain tepung, telur, gula, serta lemak seperti mentega atau minyak.

Cake biasanya dibuat dengan cara dipanggang menggunakan loyang.

Setelah matang, cake dapat disajikan begitu saja atau dihias menggunakan krim, frosting, buah, cokelat, dan berbagai topping lainnya.

Contoh cake yang populer antara lain sponge cake, chiffon cake, red velvet, hingga berbagai jenis birthday cake.

Karena mudah dihias dan dapat dibuat dengan berbagai bentuk, cake juga sangat identik dengan perayaan.

Mulai dari ulang tahun, wisuda, pernikahan, anniversary, hingga berbagai acara keluarga hampir selalu memiliki cake sebagai bagian dari perayaan.

Pastry Punya Tekstur Berlapis

Kalau cake terkenal karena teksturnya yang lembut, pastry memiliki karakter yang berbeda.

Pastry umumnya memiliki tekstur renyah, flaky, atau berlapis.

Salah satu teknik yang sering digunakan adalah lamination, yaitu proses melipat adonan dengan lapisan lemak sehingga menghasilkan banyak lapisan tipis ketika dipanggang.

Teknik tersebut membutuhkan ketelitian karena proses pembuatan sangat memengaruhi hasil akhir.

Contoh pastry yang mudah ditemukan antara lain croissant, Danish pastry, puff pastry, hingga cromboloni yang sempat menjadi tren kuliner di media sosial.

Ketika dipanggang dengan teknik yang tepat, bagian luarnya dapat terasa renyah sementara bagian dalamnya tetap lembut.

Tidak heran jika pastry sering dianggap lebih "premium". Bukan semata karena harganya, tetapi karena proses pembuatannya membutuhkan teknik dan waktu yang cukup panjang.

Bakery Bukan Nama Satu Makanan

Istilah yang paling sering menimbulkan kebingungan berikutnya adalah bakery.

Banyak orang menganggap bakery merupakan jenis makanan seperti cake atau pastry.

Padahal, bakery lebih merujuk pada kategori produk makanan yang dibuat melalui proses pemanggangan, terutama produk berbahan dasar tepung.

Karena itu, produk bakery bisa memiliki rasa manis maupun gurih.

Roti, donat, cake, dan berbagai jenis pastry dapat masuk dalam kategori bakery.

Jadi, sebuah toko yang menjual berbagai produk roti dan hasil panggangan dapat disebut sebagai bakery, sedangkan cake dan pastry merupakan jenis produk yang bisa dijual di dalamnya.

Kenapa Istilahnya Sering Tertukar?

Ada beberapa alasan mengapa masyarakat masih sering mencampuradukkan istilah tersebut.

Salah satunya adalah pengaruh tren kafe dan media sosial.

Berbagai konten kuliner membuat istilah seperti dessert box, Korean cake, pastry, dan bakery semakin sering muncul tanpa selalu menjelaskan maknanya.

Selain itu, banyak menu menggunakan istilah asing untuk memberikan kesan modern atau premium.

Akibatnya, konsumen terkadang hanya mengandalkan tampilan makanan untuk menentukan kategorinya.

Padahal, makanan yang terlihat sama-sama manis belum tentu berada dalam kategori yang sama.

Dessert Kini Jadi Bagian dari Gaya Hidup

Perkembangan industri kuliner juga membuat dessert tidak lagi hanya dipandang sebagai makanan penutup.

Saat ini, dessert juga berkaitan erat dengan pengalaman, visual, dan tren.

Makanan tidak hanya dituntut memiliki rasa yang enak, tetapi juga harus menarik ketika difoto dan dibagikan di media sosial.

Hal tersebut kemudian melahirkan berbagai tren seperti dessert box, petite cake, Korean-style dessert, hingga custom cake dengan desain karakter.

Tampilan menjadi bagian penting dari pengalaman menikmati makanan.

Tidak sedikit orang bahkan memilih dessert tertentu karena bentuknya dianggap estetik atau cocok menjadi konten media sosial.

Penting Dipahami Jika Ingin Bisnis Kuliner

Memahami perbedaan istilah tersebut juga dapat membantu orang yang ingin terjun ke bisnis kuliner.

Kesalahan dalam menggunakan istilah dapat membuat positioning sebuah produk menjadi kurang jelas.

Misalnya, sebuah bisnis bisa fokus menjual cake, pastry, roti, atau dessert secara lebih spesifik.

Dengan memahami karakter masing-masing produk, pemilik bisnis juga lebih mudah menentukan target konsumen, konsep toko, hingga strategi pemasaran.

Jadi, Apa Bedanya?

Jika dibuat sederhana, perbedaannya bisa dirangkum seperti ini:

Dessert adalah kategori makanan yang umumnya disajikan sebagai penutup.

Baca Juga: Kejagung Dalami Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Penyidik Tim 9 Ajukan Lebih dari 20 Pertanyaan

Cake merupakan produk dengan karakteristik lembut dan biasanya dibuat dari adonan yang dipanggang.

Pastry merupakan produk dengan karakter berlapis, flaky, atau renyah yang dibuat melalui teknik pengolahan adonan tertentu.

Sementara bakery merupakan kategori produk hasil panggangan yang dapat mencakup roti, cake, pastry, dan berbagai produk lainnya.

Jadi, jangan lagi menganggap keempat istilah tersebut sebagai sesuatu yang sama.

Karena di balik satu potong makanan manis yang terlihat sederhana, ternyata ada teknik, kategori, dan sejarah kuliner yang cukup panjang.

Lain kali saat nongkrong di kafe, kamu bukan cuma bisa memilih makanan berdasarkan tampilannya, tetapi juga sudah tahu apa sebenarnya yang sedang kamu pesan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
perbedaan dessert cake pastry bakery dessert itu apa cake dan pastry pengertian bakery jenis dessert