RADARBONANG.ID – Dunia kuliner Indonesia terus berkembang dengan hadirnya berbagai restoran dan konsep baru.
Namun di balik kemunculan tempat-tempat makan modern, ada sederet restoran legendaris yang justru meninggalkan kenangan mendalam setelah menutup operasionalnya.
Meski sebagian besar telah lama tutup, nama-nama restoran tersebut masih sering diperbincangkan di media sosial.
Banyak warganet menyebut penutupan mereka sebagai salah satu kehilangan terbesar dalam sejarah dunia kuliner Indonesia karena telah menjadi bagian dari perjalanan hidup banyak orang.
Bukan hanya soal makanan yang lezat, restoran-restoran ini juga menjadi saksi berbagai momen penting, mulai dari makan bersama keluarga, reuni teman lama, hingga lokasi favorit anak muda untuk berkumpul.
Tempat Makan yang Menjadi Bagian dari Kenangan
Salah satu restoran yang paling membekas adalah Rindu Alam di kawasan Puncak, Bogor.
Berdiri sejak 1979, restoran ini menjadi tempat singgah wajib bagi wisatawan yang melintasi jalur menuju kawasan wisata Puncak.
Selama puluhan tahun, Rindu Alam dikenal menawarkan suasana pegunungan yang sejuk dengan pemandangan alam yang memikat.
Sayangnya, restoran tersebut resmi berhenti beroperasi pada 2020 sehingga meninggalkan nostalgia bagi banyak pengunjung.
Tak kalah ikonik adalah Hard Rock Cafe Jakarta. Restoran yang pertama kali hadir di Gedung Sarinah pada 1992 ini menjadi simbol gaya hidup anak muda Jakarta selama bertahun-tahun.
Konsep musik rock yang khas, berbagai pertunjukan musik langsung, hingga koleksi memorabilia artis dunia membuat tempat ini berbeda dari restoran lainnya.
Setelah sempat berpindah ke Pacific Place, Hard Rock Cafe akhirnya resmi menutup gerai terakhirnya pada 2023.
Restoran Favorit yang Tak Lagi Beroperasi
Bagi pecinta hidangan laut, Fish n Co pernah menjadi salah satu destinasi favorit.
Restoran asal Singapura tersebut mulai hadir di Indonesia pada 2003 dan sempat memiliki sekitar 20 cabang di berbagai kota.
Menu seafood dengan penyajian khas menggunakan wajan menjadi daya tarik utama. Namun setelah hampir dua dekade beroperasi, seluruh gerainya resmi ditutup pada akhir 2022.
Sementara itu, generasi milenial tentu masih mengingat kejayaan Seven Eleven atau Sevel. Minimarket dengan konsep tempat nongkrong ini pernah menjadi pusat aktivitas anak muda, terutama di Jakarta.
Slurpee, Big Bite Hot Dog, hingga area duduk yang nyaman menjadikan Sevel lebih dari sekadar minimarket.
Namun seluruh gerainya resmi berhenti beroperasi pada Juni 2017 sehingga mengakhiri era nongkrong yang begitu populer saat itu.
Pernah Meramaikan Dunia Kuliner Indonesia
Nama Marché Mövenpick juga termasuk restoran yang banyak dirindukan.
Mengusung konsep pasar Eropa dengan berbagai stan makanan yang dimasak langsung di depan pelanggan, restoran ini sempat menjadi pilihan keluarga sejak hadir pada 2009.
Setelah beroperasi selama sekitar 11 tahun, Marché Mövenpick akhirnya menghentikan seluruh operasionalnya di Indonesia pada 2020.
Ada pula Pare'gu, restoran Korea yang telah hadir jauh sebelum tren makan sepuasnya atau all you can eat menjadi populer.
Berdiri sejak 1986, Pare'gu dikenal sebagai salah satu pelopor restoran Korea di Jakarta.
Sayangnya, restoran tersebut juga akhirnya menutup operasionalnya beberapa tahun lalu.
Restoran Cepat Saji yang Pernah Populer
Bagi pencinta makanan cepat saji, nama Jollibee tentu tidak asing. Restoran asal Filipina ini sempat memiliki penggemar setia berkat menu Chickenjoy dengan saus gravy khasnya.
Meski populer di beberapa negara Asia, perjalanan Jollibee di Indonesia tidak berlangsung lama. Gerai terakhirnya di Mal Kelapa Gading ditutup pada 2004.
Nasib serupa juga dialami Lotteria. Restoran cepat saji asal Korea Selatan ini sempat ikut meramaikan persaingan industri makanan cepat saji melalui berbagai menu burger, ayam goreng, hingga menu bernuansa Korea.
Namun pada 29 Juni 2020, seluruh gerai Lotteria di Indonesia resmi menghentikan operasionalnya.
Ikon Nongkrong yang Tinggal Kenangan
Pisa Cafe Menteng juga menjadi salah satu tempat makan yang penuh kenangan bagi warga Jakarta.
Berdiri sejak 1993, restoran ini dikenal sebagai lokasi berkumpul berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pekerja kantoran.
Suasana klasik serta beragam menu yang ditawarkan membuat Pisa Cafe bertahan selama puluhan tahun sebelum akhirnya tutup permanen pada 2021.
Daftar tersebut dilengkapi oleh BonChon Chicken, restoran ayam goreng Korea yang sempat populer berkat saus soy garlic dan saus pedas khasnya.
Meski memiliki banyak penggemar, restoran ini pada akhirnya tidak mampu mempertahankan eksistensinya di Indonesia.
Nostalgia yang Sulit Tergantikan
Hilangnya restoran-restoran tersebut menunjukkan bahwa perjalanan sebuah bisnis kuliner tidak selalu berjalan mulus.
Persaingan usaha, perubahan tren, hingga berbagai tantangan ekonomi menjadi faktor yang membuat banyak restoran legendaris akhirnya harus menutup pintunya.
Meski demikian, nama-nama seperti Rindu Alam, Hard Rock Cafe Jakarta, Seven Eleven, Fish n Co hingga Pisa Cafe tetap hidup dalam ingatan para pelanggan setianya.
Bagi banyak orang, restoran-restoran tersebut bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang yang menyimpan cerita, kebersamaan, dan nostalgia yang sulit tergantikan.
Editor : Muhammad Azlan Syah