Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Teknik Memasak Brokoli Paling Sehat, Ini Rekomendasi Ahli Nutrisi

M Robit Bilhaq • Kamis, 16 April 2026 | 15:37 WIB
Cara memasak brokoli ternyata menentukan kandungan nutrisinya, jangan terlalu lama agar manfaatnya tetap maksimal. (Sumber: jawapos.com)
Cara memasak brokoli ternyata menentukan kandungan nutrisinya, jangan terlalu lama agar manfaatnya tetap maksimal. (Sumber: jawapos.com)

 

RADARBONANG.ID – Brokoli menjadi salah satu sayuran favorit masyarakat karena mudah diolah, mudah ditemukan, dan kaya manfaat kesehatan.

Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa cara memasak brokoli sangat menentukan kualitas nutrisi yang terserap oleh tubuh.

Dalam kajian ilmu gizi, teknik pengolahan makanan memiliki pengaruh besar terhadap kandungan nutrisi.

Jika dimasak dengan cara yang kurang tepat, manfaat brokoli bisa berkurang secara signifikan.

Baca Juga: Punya Pesona Alami, Inilah 6 Ciri Orang yang Menawan dengan Kepribadian Magnetis

Pentingnya Enzim Myrosinase

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, proses memasak brokoli dalam suhu tinggi dan waktu lama dapat merusak enzim penting bernama myrosinase.

Enzim ini berperan dalam membentuk senyawa sulforaphane, yaitu zat aktif yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan, termasuk dalam pencegahan kanker.

Sulforaphane bekerja dengan membantu tubuh mengeluarkan zat karsinogen, menghambat pertumbuhan sel kanker, serta melawan peradangan dan stres oksidatif.

Ketika brokoli dimasak terlalu lama, enzim myrosinase menjadi tidak aktif, sehingga produksi sulforaphane pun menurun drastis.

Rekomendasi Ahli Nutrisi

Pakar nutrisi dari Rutgers School of Health Professions, Stephani Johnson, menjelaskan bahwa kehilangan nutrisi akibat proses memasak berlebihan merupakan hal yang sudah lama diketahui dalam dunia kesehatan.

Menurutnya, sulforaphane termasuk nutrisi yang paling rentan rusak jika terkena panas terlalu lama.

Oleh karena itu, diperlukan teknik memasak yang tepat agar manfaat brokoli tetap maksimal.

Teknik Memasak yang Disarankan

Para ahli merekomendasikan beberapa metode sederhana namun efektif dalam mengolah brokoli.

Pertama, menumis brokoli secara singkat. Teknik ini membantu menjaga aktivitas enzim myrosinase tetap stabil, sehingga kandungan sulforaphane tidak banyak hilang.

Kedua, memotong brokoli sekitar 90 menit sebelum dimasak. Cara ini mungkin terdengar tidak biasa, tetapi memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Dengan memotong lebih awal, enzim myrosinase akan aktif dan mulai mengubah senyawa glukoraphanin menjadi sulforaphane sebelum terkena panas.

Ketika brokoli kemudian dimasak, sulforaphane yang sudah terbentuk tetap bisa dikonsumsi meskipun enzimnya sudah tidak aktif.

Alternatif Cara Mengolah

Selain ditumis, brokoli juga bisa dikonsumsi dalam bentuk mentah atau dikukus sebentar.

Metode ini dinilai lebih aman untuk menjaga kandungan nutrisinya.

Baca Juga: Kompor Diduga Meledak, Deretan Warung di Wujil Semarang Ludes Terbakar

Namun, penting untuk memastikan kebersihan brokoli jika dikonsumsi mentah agar terhindar dari kontaminasi.

Kunci Utama: Jangan Terlalu Lama Memasak

Kesalahan paling umum dalam mengolah brokoli adalah memasaknya terlalu lama hingga teksturnya menjadi terlalu lembek.

Selain mengurangi cita rasa, cara ini juga berisiko menghilangkan sebagian besar nutrisi penting di dalamnya.

Dengan teknik yang tepat, brokoli tidak hanya lezat, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang maksimal bagi tubuh.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#cara memasak brokoli sehat #sulforaphane brokoli #tips memasak sayur #nutrisi brokoli #manfaat brokoli