Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Bukan Cuma Rujak Buah! Ini 9 Jenis Rujak di Indonesia yang Jarang Diketahui

Arinie Khaqqo • Jumat, 10 April 2026 | 06:52 WIB
Tak hanya rujak buah, Indonesia punya beragam rujak unik dengan cita rasa khas yang siap memanjakan lidah. (Ilustrasi rujak)
Tak hanya rujak buah, Indonesia punya beragam rujak unik dengan cita rasa khas yang siap memanjakan lidah. (Ilustrasi rujak)

 

RADARBONANG.ID – Jika mendengar kata rujak, sebagian besar orang mungkin langsung membayangkan potongan buah segar yang disiram sambal gula merah pedas manis.

Namun, kenyataannya rujak di Indonesia jauh lebih beragam dari sekadar rujak buah.

Di berbagai daerah, rujak berkembang dengan ciri khas masing-masing, mengikuti budaya lokal dan bahan yang tersedia.

Tak heran jika ada rujak yang menggunakan sayuran, mie, hingga bahan yang tidak biasa seperti rumput laut atau bahkan bagian tubuh hewan.

Baca Juga: WALHI Dorong UMKM Pakai Daun Pisang dan Kertas di Tengah Harga Plastik Melonjak

Cita rasanya pun tidak melulu manis pedas. Ada yang gurih, asam segar, hingga pedas ekstrem yang memanjakan lidah sekaligus menantang selera.

Berikut ini sembilan jenis rujak di Indonesia yang jarang diketahui, namun punya keunikan tersendiri.

Rujak Cingur (Jawa Timur)

Rujak cingur menjadi salah satu kuliner khas Jawa Timur yang cukup terkenal, meski tidak semua orang berani mencobanya. Bahan utamanya adalah cingur atau hidung sapi yang direbus hingga empuk.

Rujak ini biasanya disajikan bersama lontong, sayuran, tahu, tempe, dan disiram bumbu petis yang khas. Aroma petis yang kuat berpadu dengan tekstur cingur menciptakan sensasi rasa gurih, manis, dan sedikit “nendang”.

Rujak Soto (Banyuwangi)

Rujak soto adalah salah satu kuliner unik dari Banyuwangi yang memadukan dua hidangan berbeda.

Rujak sayur yang biasanya kering justru disiram dengan kuah soto daging yang hangat.

Perpaduan ini menghasilkan rasa yang kompleks, mulai dari segar, gurih, hingga pedas ringan. Bagi yang pertama kali mencoba, sensasinya mungkin terasa aneh, tetapi justru itulah yang membuatnya nagih.

Rujak Tumbuk (Sumatera Barat)

Berbeda dari rujak pada umumnya, rujak tumbuk dibuat dengan cara menghancurkan buah langsung bersama bumbu di dalam cobek.

Buah seperti mangga muda, nanas, dan jambu dicampur dengan cabai serta gula.

Proses ini membuat bumbu lebih meresap dan menghasilkan tekstur yang lembut. Rasanya pun lebih menyatu dibandingkan rujak potong biasa.

Rujak Juhi (Betawi)

Rujak khas Betawi ini menggunakan juhi atau cumi kering sebagai bahan utamanya. Biasanya disajikan dengan kentang rebus, kol, dan siraman saus kacang.

Kombinasi bahan tersebut menghasilkan rasa gurih yang khas dan berbeda dari rujak buah. Teksturnya juga unik karena perpaduan antara renyah dan kenyal.

Rujak Serut (Jawa Tengah)

Sesuai namanya, rujak ini menggunakan buah yang diserut halus, bukan dipotong. Buah seperti nanas, bengkuang, dan pepaya muda menjadi bahan utama.

Bumbu gula merah pedas kemudian dicampurkan hingga merata. Tekstur yang lebih halus membuat sensasi makan rujak ini terasa berbeda dan lebih mudah dinikmati.

Rujak Bulung (Bali)

Rujak bulung menjadi salah satu jenis rujak yang cukup unik karena menggunakan rumput laut sebagai bahan utamanya.

Tekstur rumput laut yang kenyal memberikan sensasi berbeda saat dikunyah.

Rujak ini biasanya disajikan dengan sambal khas Bali yang pedas dan sedikit asam, sehingga menghasilkan rasa segar yang khas dan menggugah selera.

Rujak Mie (Jawa Timur & Jawa Tengah)

Rujak mie mungkin terdengar tidak biasa karena menggabungkan mie kuning dengan bumbu rujak petis.

Hidangan ini menjadi perpaduan antara rujak dan mie dalam satu sajian.

Rasanya cenderung gurih dengan sentuhan manis dan pedas yang khas. Bagi pecinta kuliner unik, rujak ini wajib dicoba.

Rujak Aceh

Rujak dari Aceh memiliki ciri khas pada kuahnya yang kental, bahkan sekilas mirip saus kari. Buah-buahan disajikan dengan kuah yang kaya rempah.

Rasanya tidak hanya manis, tetapi juga gurih, asam, dan sedikit pedas. Perpaduan ini menjadikannya berbeda dari rujak di Pulau Jawa.

Rujak Bebeg (Banten)

Rujak bebeg dibuat dengan teknik yang cukup unik, yaitu “dibebeg” atau dipukul-pukul hingga buah dan bumbu hancur dan menyatu.

Hasilnya, bumbu meresap sempurna ke dalam buah. Rasa pedas, manis, dan asam terasa lebih kuat di setiap suapan.

Baca Juga: Misteri Satoshi Nakamoto Terbongkar? Investigasi Setahun Klaim Temukan Sosok Asli di Balik Bitcoin

Rujak, Lebih dari Sekadar Jajanan

Keberagaman rujak di Indonesia menunjukkan betapa kayanya kuliner Nusantara. Dari bahan sederhana, setiap daerah mampu menciptakan sajian yang penuh karakter dan cita rasa khas.

Rujak tidak hanya soal makanan, tetapi juga bagian dari budaya. Di beberapa daerah, rujak bahkan memiliki makna simbolis dalam tradisi tertentu, seperti acara adat atau kebiasaan sehari-hari.

Bagi banyak orang, rujak juga menjadi comfort food yang selalu dicari saat ingin menikmati sesuatu yang segar, pedas, dan membangkitkan selera.

Dengan begitu banyak variasi yang ada, rujak membuktikan bahwa kuliner tradisional Indonesia tidak pernah membosankan. Justru di situlah letak keistimewaannya.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#jenis rujak di Indonesia #rujak unik Nusantara #rujak mie #rujak bulung #rujak cingur