Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Manis Legit Serabi Hijau Rengas Dengklok, Setia Gunakan Tungku Sejak 1995

Jeny Tri Kurnia Putri • Senin, 30 Maret 2026 | 17:11 WIB
Serabi hijau Rengas Dengklok tetap mempertahankan cita rasa tradisional sejak 1995 dengan tungku kayu bakar yang khas.(Sumber Foto : Tangkapan layar YouTube @CNNIDOFFICIAL)
Serabi hijau Rengas Dengklok tetap mempertahankan cita rasa tradisional sejak 1995 dengan tungku kayu bakar yang khas.(Sumber Foto : Tangkapan layar YouTube @CNNIDOFFICIAL)

 

RADARBONANG.ID – Melintas di kawasan Rengas Dengklok, rasanya belum lengkap tanpa mencicipi kuliner legendaris yang satu ini.

Serabi hijau khas daerah ini telah menjadi primadona selama puluhan tahun, baik bagi warga lokal maupun para pelancong.

Dikenal dengan nama Raja Serabi Hijau Rengas Dengklok, jajanan tradisional ini tetap eksis sejak pertama kali berdiri pada 1995.

Cita rasa yang khas dan konsisten membuatnya selalu diburu, terutama saat bulan Ramadan sebagai takjil favorit.

Baca Juga: Awas! Jangan Asal Viral, Ini 3 ‘Senjata’ Wajib Skincare Pemula Biar Wajah Gak Zonk

Setia dengan Cara Masak Tradisional

Berlokasi di Jalan Kalijaya, kedai ini mempertahankan metode memasak tradisional dengan menggunakan tungku tanah liat dan kayu bakar.

Teknik ini menjadi salah satu kunci utama yang menjaga cita rasa autentik serabi.

Saat adonan dituang ke dalam cetakan panas, aroma daun suji dan pandan langsung tercium harum.

Proses memasak yang masih manual ini memberikan tekstur khas yang sulit ditiru oleh metode modern.

Konsistensi dalam menjaga tradisi inilah yang membuat serabi ini tetap memiliki karakter rasa yang kuat hingga sekarang.

Antrean Panjang Demi Rasa Otentik

Kualitas rasa yang terjaga selama hampir tiga dekade membuat pembeli rela mengantre berjam-jam.

Tidak jarang, pemesanan dilakukan sejak siang hari dan baru bisa diambil pada sore hari.

Salah satu pembeli, Jingga Ramadintia, mengaku baru memahami alasan panjangnya antrean setelah mencicipi langsung.

Ia menyebut tekstur serabi yang lembut serta aroma pandan yang kuat menjadi daya tarik utama yang sulit dilupakan.

Ciri Khas dari Bahan Alami

Keistimewaan serabi ini terletak pada penggunaan bahan alami. Pewarna hijau berasal dari perasan daun suji dan pandan asli, bukan dari bahan buatan.

Teksturnya yang lembut berpadu dengan kuah gula cair yang manis legit.

Saat ini tersedia dua varian kuah, yakni gula original dan gula durian yang semakin digemari pelanggan.

Perpaduan rasa tradisional dengan sentuhan inovasi ini membuat serabi tetap relevan di tengah perkembangan kuliner modern.

Tetap Orisinal Tanpa Cabang

Meski popularitasnya terus meningkat, pemilik usaha memilih untuk tidak membuka cabang di tempat lain. Keputusan ini diambil demi menjaga kualitas dan keaslian rasa.

Hal tersebut justru menambah daya tarik tersendiri. Banyak pembeli dari luar kota rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan serabi langsung dari sumbernya.

Bagi sebagian orang, membawa pulang serabi hijau ini menjadi oleh-oleh khas yang wajib.

Harga Terjangkau, Rasa Istimewa

Di tengah kualitas dan popularitasnya, harga serabi ini tetap ramah di kantong. Per buah dibanderol sekitar Rp7.000 hingga Rp8.000, tergantung pilihan kuah.

Sementara itu, satu kotak berisi 10 buah serabi dijual seharga sekitar Rp35.000. Harga yang terjangkau ini membuatnya semakin diminati oleh berbagai kalangan.

Baca Juga: Apple Resmi Hentikan Produksi Mac Pro, Akhiri Era Desktop Ikonik “Parutan Keju”

Perpaduan Tradisi dan Kenikmatan

Serabi hijau Rengas Dengklok bukan sekadar jajanan biasa, tetapi juga bagian dari warisan kuliner yang terus dijaga.

Perpaduan rasa manis legit, aroma pandan yang kuat, serta proses memasak tradisional menjadikannya pengalaman kuliner yang autentik.

Tidak heran jika hingga kini, serabi ini tetap menjadi salah satu ikon kuliner khas Karawang yang tak lekang oleh waktu.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#serabi hijau Rengas Dengklok #kuliner Karawang #serabi pandan #takjil legendaris #makanan khas Jawa Barat #jajanan tradisional