RADARBONANG.ID – Setiap daerah punya cita rasa khas yang bikin orang ingin kembali. Di Kabupaten Tuban, tepatnya di Kecamatan Palang, ada dua “pemain lama” yang kini jadi bintang baru di dunia kuliner lokal: Es Cao dan Pelas Palang.
Satu dingin dan nyegerin, satunya lagi pedas dan gurih. Kombinasi yang sekilas sederhana, tapi justru bikin lidah susah move on.
Es Cao dan Pelas Palang bukan sekadar makanan dan minuman khas kampung pesisir. Keduanya pelan-pelan berubah jadi ikon kuliner Tuban yang mulai dilirik wisatawan dari berbagai kota.
Es Cao: Segar, Manis Alami, dan Bikin Tenang
Es Cao khas Palang punya tampilan sederhana, tapi jangan remehkan sensasinya. Cao (cincau hitam) yang dipakai bukan produk pabrik, melainkan buatan warga lokal dari daun cao asli. Prosesnya tradisional, menghasilkan tekstur yang lembut dan aroma khas yang earthy.
Es cao disajikan dalam gelas tinggi dengan sirup merah dan es batu. Begitu diteguk, rasa manisnya tidak bikin eneg, malah segar dan ringan. Cocok diminum saat siang panas atau setelah makan lauk pedas.
Pelas Palang: Pedasnya Nampol, Gurihnya Nempel di Lidah
Kalau es cao bikin adem, pelas palang siap “bakar” lidah dengan rasa pedas gurih yang bikin bahagia.
Pelas terbuat dari parutan jagung muda, daun bawang merah, cabai rawit, dan daun jeruk. Adonan ini kemudian digoreng dalam minyak panas hingga garing di luar tapi tetap lembut di dalam.
Rasanya? Perpaduan manis alami jagung muda, aroma daun jeruk yang wangi, dan pedasnya cabai rawit bikin pelas ini punya karakter rasa yang kuat. Cocok disantap bareng nasi hangat dan sayur bening.
“Kalau udah makan pelas, rasanya pengen nambah terus. Pedesnya enak, bukan nyiksa,” kata Rini, warga Palang yang kini juga menjual pelas dalam kemasan frozen lewat media sosial.
Bukan Sekadar Camilan, tapi Identitas Rasa Lokal
Es Cao dan Pelas Palang bukan sekadar jajanan rumahan. Di balik rasa yang sederhana, ada cerita panjang tentang tradisi kuliner masyarakat pesisir Tuban.
Banyak keluarga di Palang yang mewariskan cara membuat cao dan pelas dari generasi ke generasi.
Kini, popularitasnya melebar. Wisatawan kuliner yang melintas di jalur Palang–Gresik mulai menjadikan dua menu ini sebagai “kuliner wajib mampir”. Beberapa food vlogger juga sudah meliput kelezatannya.
Naik Kelas Lewat UMKM Lokal
Melihat tingginya minat, pelaku UMKM di Palang mulai mengembangkan penjualan dengan cara modern. Ada yang mengemas pelas dalam bentuk frozen food siap goreng, ada pula yang menjual es cao dalam botol estetik untuk oleh-oleh.
Promosi gencar dilakukan lewat media sosial, menjangkau pembeli dari luar Tuban. Strategi sederhana, tapi terbukti efektif menarik minat pecinta kuliner.
Spot Favorit untuk Menikmati Es Cao dan Pelas Palang :
- Lapak-lapak pinggir jalan raya Palang – Gresik (sore – malam)
- Warung makan tradisional “Mbok Yem” di Palang Timur
- Pasar Tradisional Palang (buka pagi – siang)
Sensasi Rasa yang Nggak Bisa Dilupakan
Es Cao dan Pelas Palang bukan sekadar duet minuman dan lauk. Ini adalah representasi rasa Tuban yang otentik: sederhana, jujur, tapi meninggalkan kesan dalam.
Cocok buat kamu yang suka eksplor kuliner lokal dengan cita rasa khas.
Bayangkan duduk sore di tepi sawah Palang, menikmati pelas pedas gurih sambil meneguk es cao yang segar… Rasanya, siapa pun bakal susah move on. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah