RADARBONANG.ID - Wedang sereh, atau dikenal juga sebagai lemongrass tea, merupakan salah satu minuman tradisional Jawa yang telah diwariskan turun-temurun.
Minuman ini dibuat dari rebusan batang serai yang aromatik, menghasilkan rasa segar berpadu lembut dengan aroma citrus yang menenangkan.
Kesederhanaan resepnya justru menjadi daya tarik utama, menjadikannya minuman sehat yang bisa dinikmati dalam segala suasana — baik hangat saat hujan, maupun dingin dengan es saat cuaca terik.
Serai sendiri merupakan tanaman herbal yang berasal dari Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Australia.
Tanaman ini tumbuh subur di iklim tropis dan banyak digunakan dalam berbagai kuliner Asia seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, hingga Indonesia.
Termasuk dalam keluarga rumput-rumputan, serai memiliki cita rasa khas yang tajam dengan aroma lemon alami.
Tak heran jika rempah ini menjadi bahan penting dalam aneka masakan seperti sup, kari, tumisan, bahkan hingga hidangan penutup dan minuman tradisional seperti wedang sereh.
Selain memperkaya rasa, serai juga dikenal karena manfaat kesehatannya.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa serai memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi.
Herbal ini dipercaya dapat membantu menurunkan kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan kecemasan, dan memperlancar pencernaan.
Beberapa orang bahkan menggunakan minyak esensial serai untuk relaksasi dan aromaterapi alami.
Cara terbaik untuk menikmati semua khasiat serai tentu saja dengan menyeduhnya menjadi segelas wedang sereh.
Minuman ini bisa disajikan panas maupun dingin, tergantung suasana hati dan kondisi cuaca.
Saat cuaca dingin atau musim hujan, wedang sereh hangat memberikan efek menenangkan sekaligus menghangatkan tubuh.
Sementara pada hari-hari panas, versi dinginnya yang diberi es batu memberikan kesegaran instan dan membantu melepas dahaga.
Di beberapa daerah Jawa, wedang sereh sering dikombinasikan dengan jahe untuk menambah sensasi hangat dan memperkaya aroma.
Namun, versi klasiknya hanya menggunakan serai murni agar menghasilkan cita rasa yang ringan, bersih, dan menyegarkan.
Untuk memberikan sedikit rasa manis, biasanya ditambahkan gula batu atau madu — meski sebenarnya wedang sereh tanpa pemanis pun sudah nikmat diminum.
Bagi yang suka menyiapkan minuman herbal di rumah, wedang sereh sangat mudah dibuat.
Bahkan, kamu bisa membuatnya dalam jumlah banyak lalu menyimpannya di kulkas untuk stok minuman sehat sehari-hari.
Berikut resep tradisionalnya:
Bahan:
- 3 batang serai, gunakan bagian putihnya saja
- 1 liter air
- 30 gram gula batu, atau pemanis sesuai selera (opsional)
Cara membuat:
- Cuci bersih batang serai, potong sekitar 4–5 cm, lalu memarkan agar aromanya keluar.
- Masukkan serai, gula batu, dan air ke dalam panci, lalu rebus di atas api sedang.
- Setelah mendidih, kecilkan api dan biarkan mendidih perlahan selama 10–15 menit agar sari serai keluar sempurna.
- Saring air rebusan untuk memisahkan batang serai.
- Sajikan selagi panas untuk efek menghangatkan, atau tambahkan es batu jika ingin disajikan dingin.
Catatan penting:
Pilih batang serai yang segar, padat, dan berat saat dipegang. Serai yang terlalu ringan biasanya sudah kehilangan kadar air dan aromanya berkurang.
Wedang sereh bukan sekadar minuman herbal biasa — ia adalah bagian dari budaya dan gaya hidup sehat masyarakat Jawa yang kini semakin diapresiasi oleh generasi muda.
Di tengah tren minuman modern, wedang sereh hadir sebagai alternatif alami yang tidak hanya menyegarkan tubuh, tapi juga menenangkan pikiran.
Satu teguk saja, dan kamu akan merasakan kehangatan serta kesegaran khas alam Nusantara yang tak tergantikan. (*)
Editor : Amin Fauzie