RADARBONANG.ID - Jika bicara soal jajanan pasar Indonesia, Nagasari Pisang adalah salah satu yang paling klasik dan digemari lintas generasi.
Kue ini sederhana namun istimewa — adonan tepung beras dan santan yang dikukus bersama potongan pisang manis, lalu dibungkus rapi dengan daun pisang yang memberi aroma khas dan menggoda.
Nagasari dikenal sebagai kue vegan alami, karena seluruh bahan dasarnya berasal dari tumbuhan.
Rasanya manis lembut dengan tekstur kenyal, menjadikannya camilan sempurna untuk menemani kopi sore atau sarapan ringan.
Asal dan Ciri Khas Nagasari
Nama nagasari sendiri berasal dari bahasa Jawa, dan kue ini bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia — dari Jawa, Sumatra, hingga Sulawesi.
Versi klasiknya menggunakan pisang raja atau pisang kepok, dua jenis pisang yang manis tapi tetap padat setelah dikukus.
Nagasari biasanya disajikan dalam bungkus daun pisang kecil, yang ketika dibuka memperlihatkan kue putih lembut beraroma kelapa, dengan potongan pisang di tengahnya.
Dalam versi modern, kadang isinya diganti dengan jagung atau bahkan ubi, namun nagasari pisang tetap menjadi yang paling populer dan otentik.
Rahasia Kelezatan: Santan dan Tepung yang Tepat
Adonan nagasari terbuat dari tepung beras, santan kental, sedikit tepung tapioka untuk memberi kekenyalan, serta gula dan garam untuk keseimbangan rasa.
Proses memasaknya mirip seperti membuat bubur sumsum — dimasak perlahan dengan api kecil sambil diaduk terus hingga mengental dan membentuk adonan yang lembut serta sedikit lengket.
Cara Membungkus dan Mengukus Nagasari
Setelah adonan siap, selembar daun pisang dipotong persegi sekitar 12x12 inci.
Di tengahnya, letakkan satu sendok adonan santan-tepung, tambahkan potongan pisang, lalu tutup kembali dengan adonan.
Bungkus rapat agar tidak ada bagian yang terbuka, lalu kukus selama sekitar 20 menit hingga matang sempurna.
Saat matang, daun pisang akan mengeluarkan aroma harum yang berpadu dengan wangi kelapa dan pisang — menggoda siapa pun yang lewat di dapur.
Resep Nagasari Pisang
Bahan-bahan:
- 100 gram tepung beras
- 20 gram tepung tapioka
- 30 gram gula pasir
- ½ sendok teh garam
- 400 ml santan kental
- 4 buah pisang raja atau kepok, matang dan padat
- Daun pisang secukupnya
Cara membuat:
- Campurkan tepung beras, tepung tapioka, gula, garam, dan santan dalam panci besar.
- Aduk hingga rata, lalu masak di atas api kecil sambil terus diaduk hingga adonan mengental dan licin.
- Iris pisang menjadi potongan sepanjang 5–6 cm.
- Siapkan daun pisang, letakkan 1 sendok adonan di tengah, beri potongan pisang, dan tutup dengan adonan lagi.
- Bungkus rapat, lalu kukus selama 20 menit.
- Sajikan hangat atau simpan di kulkas untuk dinikmati dingin.
Catatan:
Kue ini tahan hingga seminggu bila disimpan dalam kulkas. Nikmati nagasari hangat untuk tekstur lembutnya, atau dingin untuk sensasi kenyal dan segar.
Nagasari Pisang bukan hanya soal rasa manisnya yang lembut, tapi juga tentang warisan budaya kuliner Indonesia yang kaya.
Setiap gigitan membawa aroma daun pisang, gurihnya santan, dan manis alami buah pisang yang berpadu sempurna.
Kue ini membuktikan bahwa kesederhanaan bisa menghadirkan kelezatan sejati — dan setiap balutan daun pisang selalu menyimpan cerita tradisi yang tak lekang oleh waktu. (*)
Editor : Amin Fauzie