RADARBONANG.ID - Ampo Tuban adalah salah satu kuliner tradisional unik dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Berbeda dengan daerah lain seperti Blora, ampo Khas Tuban lebih dikenal sebagai tradisi masyarakat yang sarat makna budaya.
Bukan sekadar camilan, ampo kini dipandang sebagai bagian dari identitas kuliner lokal yang terus bertahan di tengah arus modernisasi.
Sejarah dan Tradisi Ampo
Keberadaan ampo di Tuban sudah tercatat sejak zaman dahulu, terutama di wilayah pedesaan.
Bagi sebagian masyarakat, camilan ini diyakini memiliki manfaat kesehatan, mulai dari membersihkan perut hingga mengurangi rasa mual pada ibu hamil.
Tak hanya itu, ada pula anggapan bahwa ampo memiliki nilai mistis tertentu, sehingga kerap dikaitkan dengan tradisi leluhur.
Ampo Khas Tuban memiliki cita rasa yang berbeda dari camilan modern.
Rasanya cenderung tawar dengan sedikit gurih, disertai aroma khas tanah liat.
Meski keras saat pertama digigit, ada sensasi renyah yang membuat banyak orang penasaran untuk mencoba.
Fakta Kesehatan
Dari sisi kandungan, ampo mengandung mineral alami seperti kalsium dan zat besi.
Namun, para ahli kesehatan mengingatkan agar konsumsi ampo tidak berlebihan karena dapat berisiko bagi sistem pencernaan.
Kini, ampo lebih sering ditempatkan sebagai warisan budaya dan kuliner unik ketimbang konsumsi harian.
Cara Membuat Ampo Khas Tuban
- Pembuatan ampo tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada proses panjang yang diwariskan turun-temurun, di antaranya:
- Bahan baku tanah liat hitam diambil dari lapisan dalam tanah sawah.
- Tanah dibersihkan secara manual agar bebas kerikil dan kotoran.
- Tanah yang sudah bersih diuleni dengan air secukupnya hingga kalis, lalu dibentuk menjadi balok.
- Balokan tanah didiamkan semalaman atau diungkep agar tetap lembap.
- Setelah siap, tanah diserut menggunakan bambu (seseh) hingga berbentuk gulungan mirip stik wafer.
- Gulungan ampo dijemur di bawah sinar matahari agar cepat kering.
- Proses selanjutnya adalah pengasapan di atas wadah tanah liat dengan kayu bakar. Api yang digunakan tidak terlalu besar agar hasilnya matang sempurna.
- Setelah selesai, ampo siap disantap atau dijadikan oleh-oleh khas Tuban.
Meski sekarang ini jumlah pengrajin semakin berkurang, ampo Tuban tetap eksis sebagai simbol warisan budaya.
Selain dijajakan di pasar tradisional, kini ampo mulai dipasarkan secara daring, menjangkau konsumen di luar daerah.
Kehadirannya tidak hanya mengingatkan pada tradisi leluhur, tetapi juga menjadi bukti bagaimana kuliner sederhana bisa bertransformasi menjadi ikon budaya. (*)
Editor : Amin Fauzie