Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Serabih Lodeh, Kuliner Malam Murah di Tuban yang Menggoda Lidah

Amin Fauzie • Selasa, 13 Mei 2025 | 05:53 WIB
KULINER MALAM MURAH DI TUBAN: Pasangan suami istri penjual serabih lodeh di Dusun Bongkol, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, dan menu serabih lodehnya (foto kiri).
KULINER MALAM MURAH DI TUBAN: Pasangan suami istri penjual serabih lodeh di Dusun Bongkol, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, dan menu serabih lodehnya (foto kiri).

RADARBONANG.ID - Ketika malam mulai larut dan keheningan menyelimuti sudut-sudut kampung di Dusun Bongkol, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, aroma lodeh hangat perlahan menguar dari sebuah bangunan kecil sederhana di teras rumah.

Bangunan beratap genteng dan bertiang kayu itu tampak bersahaja, namun menyimpan cita rasa yang mampu membangkitkan selera siapa saja yang melintas.

Inilah salah satu spot kuliner malam murah di Tuban yang belum banyak dikenal, bahkan oleh warga lokal sekalipun: serabih lodeh.

Lebih dari sekadar jajanan pinggir jalan, serabih lodeh adalah bukti bahwa kreativitas kuliner warga Tuban tak pernah kehabisan ide.

Serabih, pancake mini khas Jawa, umumnya disajikan dengan kuah santan manis.

Namun di tangan sepasang suami istri lansia berusia sekitar 75 tahun ini, serabih hadir dalam versi yang sama sekali berbeda—disiram kuah lodeh gurih dan pedas. Unik? Tentu. Enak? Tak diragukan lagi.

Siapa sangka, kombinasi manisnya serabih dengan kuah lodeh hangat justru melahirkan sensasi rasa yang membuat ketagihan.

Menurut warga sekitar, kreasi ini berawal dari aksi iseng seorang pelanggan yang mencampur dua menu berbeda.

Tak disangka, percobaan “nekat” itu justru menjadi favorit dan kini menjadi ciri khas yang selalu dicari-cari.

Photo
Photo

Jam Buka, Akses Lokasi, dan Harga Serabih Lodeh

Setiap malam, mulai pukul 23.00 hingga 03.00 WIB, warung mungil berukuran dua meter persegi itu mulai ramai dikunjungi.

Warungnya sangat sederhana, hanya beratapkan genteng dan berdiri tepat di depan rumah sang pemilik.

Namun dari tempat seintim dan sehangat itu, lahirlah sajian yang mampu menggoda banyak lidah.

Tak hanya unik, serabih lodeh juga terkenal sangat ramah di kantong. Untuk serabih original dengan kuah santan, cukup merogoh kocek Rp2.000 per tangkep (dua buah serabih).

Sedangkan versi lengkap dengan kuah lodeh dan telur ayam dibanderol Rp5.000 per tangkep.

Bagi para pencinta lontong, warung ini juga menyediakan lontong lodeh dengan telur ayam seharga Rp8.000 per porsi.

Menariknya, air minum dingin disediakan gratis sebagai pelengkap yang menyegarkan.

Yang membuat sajian ini semakin menarik adalah variasi kuah lodehnya yang berbeda setiap malam, tergantung ketersediaan bahan.

Terkadang menggunakan tewel (nangka muda), kadang labu, mie, atau sayur lainnya. Kejutan rasa inilah yang membuat pelanggan setia tak pernah bosan untuk kembali.

Meski akses jalan menuju lokasi tidak terlalu lebar, warung ini tetap mudah dijangkau dengan sepeda motor maupun mobil kecil.

Hanya butuh waktu sekitar 10 menit dari pusat kota Tuban, kamu sudah bisa menikmati sensasi kuliner malam yang benar-benar berbeda.

Serabih lodeh bukan sekadar makanan, tetapi juga kisah tentang inovasi kuliner tradisional rakyat.

Sebuah bukti bahwa dari tangan-tangan sederhana, bisa lahir perpaduan cita rasa yang istimewa.

Jadi, jika kamu sedang liburan atau melintasi Tuban di malam hari, jangan lewatkan untuk mampir mencicipi serabih lodeh—kuliner malam khas Tuban yang murah meriah namun penuh makna dan kelezatan. (*)

Editor : Amin Fauzie
#lokasi #Kuliner Malam #tradisional #harga #Dusun Bongkol #lontong #khas tuban #Serabih Lodeh #Desa Sumurgung #murah